December 26, 2013

[Review Novel] Tongkat Ajaib Lolita #2: My Dearest Frog Prince


IDENTITAS BUKU :
Judul : Tongkat Ajaib Lolita #2: My Dearest Frog Prince
Penulis : Karla M. Nashar
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 183 halaman
Terbit : Februari 2010
ISBN : 978-979-22-5335-1
Rating : 3/5 bintang

SINOPSIS :
Pada tahun kedua sebagai pewaris kekuatan keluarganya, kehidupan Lolita semakin heboh oleh berbagai kejadian aneh yang harus dihadapinya dengan tabah.

Kali ini Lolita mendapat tugas untuk menolong kedua sahabat yang sangat membencinya. Charlotte yang tingkahnya semakin hari semakin aneh, serta Lili yang ternyata dikuntit makhluk gaib yang ingin menculiknya.

Namun yang paling bikin Lolita bingung adalah perasaannya terhadap Dharma. Anehnya, sejak pulang dari Australia Lolita merasa dongeng tua tentang pangeran kodok itu benar-benar jadi kenyataan. Lalu bagaimana dengan Rio, cowok keren yang meminta Lolita jadi pacarnya? Dan Ina, yang jelas-jelas naksir berat sama Dharma?

REVIEW :
Akhirnya saya menyelesaikan buku tipis ini dalam beberapa jam saja. Dan sedihnya saya mulai baca dari buku kedua. Meskipun ini ceritanya baru (tidak bersambung dari buku pertama), tetap saja ada beberapa hal yang tidak saya ketahui, misalnya bagaimana awal mula Lolita menerima kekuatannya, dan apa hubungannya dengan tongkat ajaib.

Saya membeli buku ini dan buku ketiganya dengan harga IDK 9k per-buku. Sayangnya, setelah mengubek-ubek, saya tetap tidak mendapatkan buku pertamanya. Daripada tidak jadi membeli, ya udah akhirnya tetap beli dan mulai baca dari buku kedua.

Ceritanya tentang Lolita yang memiliki kekuatan bisa membaca isi hati orang lain. Jangan tanyakan pada saya bagaimana ia bisa mendapatkan kekuatan itu, karena tidak di jelaskan di buku kedua ini. Dia bersama keempat sepupu lainnya mewarisi kekuatan yang berbeda. Ada yang memiliki kekuatan untuk mengobati orang lain, ada yang bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib, dan sebagainya. 

Mudahnya, Brahmadiningrat, keluarga besar Lolita ini, seperti keluarga Cullen. Dengan beberapa anggota keluarga yang memili kelebihan khusus.

Meskipun Lolita memiliki kelebihan bisa membaca isi hati orang lain, dia berusaha tidak menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Termasuk kepentingannya dengan Dharma. Lolita yang menganggap Dharma adalah seorang Pangeran Kodok, semenjak kedatangannya dari Australia merubah pandangannya terhadap Dharma. Dia mulai menyukai sahabatnya itu, dan ingin mengetahui isi hati sahabatnya. Namun, dia tidak mau menggunakan keahliannya tersebut.

Mereka berusaha menahan perasaan masing-masing dan menutupinya dengan kedok persahabatan. Di lain pihak, Rio mulai mendekati Lolita, dan Ina menyukai Dharma. Akhirnya karena suatu kecerobohan, Lolita pun berpacaran dengan Rio dan Ina dekat dengan Dharma.

Labil banget deh anak-anak ini. Mereka suka, tapi pura-pura biasa aja. Tapi habis itu nyesek sendiri. Memangnya kenapa kalau jatuh cinta sama sahabat sendiri? Apalagi sudah ada tanda-tanda kalau keduanya saling mencintai?

Tidak hanya itu, Lolita menyadari ada makhluk gaib yang ingin menarik Lili ke dunianya, dan Charlotte menyimpan masalah besar yang disembunyikannya dari orang lain. Dengan bantuan Dharma dan keempat sepupunya, Lolita pun menyelesaikan masalahnya.

Buku pertama Karla M. Nashar yang aku baca. Suka sama gaya berceritanya. Cepat, mengalir, dan tidak bertele-tele. Bahasanya halus dan mudah di pahami. Alurnya juga mudah di mengerti. Pergulatan batin antara Lolita dan Dharma, meskipun porsinya sedikit namun menyenangkan sekali.

Namun sayangnya, konfliknya kurang dapat dan kurang greget, permasalahan pun bisa diselesaikan dengan cepat. Mungkin karena halamannya yang begitu tipis. Tapi akan lebih baik bila sedikit 'di perpanjang' konflik dan penyelesaiannya.

Yah, cocok lah untuk dibaca di waktu senggang, ketika males bacaan berat dan butuh bacaan ringan. Ceritanya cukup menghibur dan menyenangkan :)

No comments:

Post a Comment

Visitors

Flag Counter

BBI No. 1310185

Reading Challenge 2017

2017 Reading Challenge

Dyah has read 2 books toward her goal of 50 books.
hide