November 30, 2013

[Movie Adaptation] The Hunger Games #2: Catching Fire

2:09 PM 0 Comments
Assalamualaikum :)

Sudah hampir seminggu berlalu semenjak saya menonton Catching Fire. Ya, akhirnya Heny berbaik hati mau nemenin saya. Tapi ada sedikit keanehan sewaktu kami nonton Catching Fire seminggu yang lalu.


Meskipun itu hari minggu (mahal), namun cukup banyak yang nonton film ini. Kebanyakan sih sama pacarnya. Untung saya ga nekat nonton sendirian .__. Nah, di film Catching Fire ini kan tetap ada adegan pembunuhannya, dan itu lumayan sadis menurut saya. Tapi entah kenapa, seisi bioskop itu cuma lempeng. Tidak ada respon atau reaksi atau apapun yang mereka lakukan. Mereka cuma memberikan respon di adegan ciumannya saja -__-

Tebakan saya sama Heny ternyata benar. Tidak banyak yang mengenal Catching Fire disini. Bahkan ketika saya bertanya tentang The Hunger Games, mereka malah mengira itu suatu game di komputer. Jadi, kemungkinan mereka nonton Catching Fire cuma karena posternya yang keren, atau cuma iseng aja. Alhasil, merekanya bengong dan malah sibuk ciuman sama pacar masing-masing (ini kata Heny) -__-

Saran saya, bagi yang belum nonton The Hunger Games, ada baiknya nonton atau membaca bukunya dulu sebelum nonton Catching Fire. Biar nggak bengong. Bakalan lebih baik lagi, kalo udah membaca novel Catching Fire dulu. Biar punya gambaran :)

Oke, sekian curhatnya kini masuk ke review. Karena ini review pertama saya tentang Movie Adaption, jadi kalo bahasanya berantakan atau nggak jelas, maafin ya hehe. Jujur, saya juga bingung bagaimana membuat review Catching Fire ini. Karena Mbak Sulis udah nulis reviewnya keren  banget DISINI

CERITA FILM :
Setahun berlalu setelah kemenangan Katniss Everdeen dan Peeta Mellark dalam Hunger Games ke-74. Saat ini, mereka harus mengadakan tur kemenangan ke Distrik-distrik lain. Disitu, mereka harus membacakan pidato yang telah disiapkan, di depan para penduduk Distrik dan keluarga tribute yang gugur dalam arena.

Tentu saja ini merupakan suatu hal yang berat bagi Katniss, apalagi memberikan pidato di Distrik 11, tempat keluarga Rue dan Thresh. Siapa sangka, pidato singkat dari Katniss menyulut pemberontakan di Distrik 11 dan akibatnya seorang pria tua di tembak kepalanya.

Begitu pula di Distrik lainnya. Pemberontakan di berbagai Distrik. Mereka menganggap Katniss adalah simbol mockingjay, simbol pemberontakan bagi mereka terhadap Capitol. Tentu saja ini hal yang membahayakan Capitol, terutama Presiden Snow.

Presiden Snow yang sejak semula tidak menyukai Katniss dan menganggap perbuatan Katniss-Peeta di Hunger Games adalah suatu pemberontakan, dia mengancam dan memaksa Katniss untuk menunjukkan pada seluruh Distrik dan Capitol, bahkan meyakinkan Presiden Snow, bahwa kisah cinta antara dirinya dan Peeta bukan rekayasa. 

Dan untuk meredamkan pemberontakan di berbagai Distrik, Presiden Snow mengumumkan bahwa bagi para pemberontak, bahkan yang terkuat pun takkan bisa mengalahkan kekuatan Capitol. Para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih dari nama-nama pemenang yang masih hidup untuk Quarter Quell ke-75.

Ya. Katniss harus kembali ke arena Hunger Games lagi. Kali ini ia tetap bersama Peeta yang menggantikan Haymitch. Jika dulu pesan Haymitch, sang mentor, adalah tetap hidup, kali ini Haymitch berpesan untuk mencari sekutu dan mengingat siapa musuh sebenarnya.

REVIEW :
Secara keseluruhan, cerita di film sudah sama dengan novelnya. Meskipun terdapat beberapa perbedaan, misalnya:
- di novel, Plutarch Heavensbee sang game maker, menunjukkan jam bandul yang memunculkan gambar mockingjay kepada Katniss. Sedangkan di film tidal ada.
- di novel, pas adegan Johanna Mason telanjang di dalam elevator, dia membuka sendiri retsleting baju pohonnya. Sedangkan di film, Johanna meminta Peeta untuk membukakan retsletingnya.

Untuk perbedaan lainnya, silakan baca di blognya Mbak Sulis di atas ya :)

Untuk alurnya, baik di novel maupun di film sama-sama ber-alur lambat. Bahkan di filmnya, sejam setelah dimulai, mereka belum kembali ke arena. Jadi lebih menonjolkan bagaimana pemberontakannya, bukan arena pertarungannya.

Yang aku suka, jika di bukunya semuanya terkesan abstrak dan hanya mampu membayangkannya, di filmnya benar-benar terpuaskan. Bagaimana tentang gaun Katniss, bagaimana arena pertarungannya, tokoh-tokohnya. Rasanya semua pas di film, udah sesuai dengan novelnya. Baik arenanya, tokoh-tokohnya, juga ending ceritanya. 


Di film kita akan menemukan banyak pemain baru yang menonjol, seperti Wiress, Beetee, si cakep Finnick Odair, Enobaria yang merubah semua giginya menjadi gigi taring, dan si keren Johanna Mason.

Beneran deh, si Johanna ini keren banget. Seingatku dia udah dua kali di film teriak-teriak secara frontal dan menentang Presiden Snow. Gayanya juga tomboy banget. Malahan, pas Johanna bergabung sama Katniss dan lainnya, menurutku yang menonjol malah dia, bukan Katniss hehe.

Film ini recommended banget deh. Saya juga udah menyebarkan virus The Hunger Games ke teman sekelasku. Mulai dari menyuruh mereka menonton The Hunger Games, lanjut ke trailer Catching Fire, dan sekarang mereka benar-benar penasaran dan pengen nonton Catching Fire haha. Sepertinya saya cocok menjadi sales yang mempromosikan film atau buku ke mereka~

Oh ya, saya juga udah me-review novel Catching Fire, silahkan meluncur KESINI :) 

Terakhir, 4.5 bintang untuk Catching Fire dan si-so-sweet-Peeta ^_^

November 27, 2013

Wishful Wednesday #2

7:37 AM 0 Comments


Assalamualaikum :)

Hari rabu waktunya untuk berangan-angan dan menambah daftar wishlist haha. Jadi untuk minggu ini, aku kepengen beberapa buku Roald Dahl, antara lain:


Semula tau Roald Dahl dari film Charlie and The Chocolate Factory. Terharu karena banyak banget pesan moral yang bisa diambil, dan jadi penasaran sama buku-buku lainnya. Berharap bisa ngoleksi semuanya :")

Pengen ikutan wishful wednesday juga? Ini nih rules nya:
1. Silahkan follow blog Books to Share -- atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1 yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan list postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalo mau, silahkan tambahkan button Wishful Wednesday di postingan kalian.
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist nya di hari rabu =)

November 21, 2013

[Review Novel] Aku Tahu Kamu Hantu

10:17 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Aku Tahu Kamu Hantu
Penulis : Eve Shi
Penerbit : GagasMedia
Editor : Alit Tisna Palupi
Proofreader : Jia Effendie
Penata Letak : Landi A. Handwiko
Desain dan Ilustrasi Sampul : Levina Lesmana
Ilustrasi Isi : Tyo
Tebal : 268 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2013
ISBN : 979-780-652-9

SINOPSIS :
Aku di sini,
kamu bisa melihatku,
tetapi kamu tidak bisa mendengarku.
Aku tahu kamu bingung,
tetapi yakinlah...
aku tidak pernah bermaksud jahat.
Aku hanya ingin meminta tolong,
karena kamulah satu-satunya orang
yang bisa memecahkan teka-teki ini.
Jika kamu melihatku lagi,
tolong jangan berpaling.
Semoga kamu mnegerti isyaratku.

REVIEW :
Awalnya sama sekali ga ada niatan beli novel ini, karena rasanya udah tertanam opini di kepala, kalo novel horor Indonesia itu ga serem. Horornya cuma tempelan, jadi jangan beli, percuma.

Tapi akhirnya pas ke Gramed, sambil nunggu, iseng baca novel ini. Eh ternyata suasana horor nya emang dapat banget. Meskipun waktu itu suasana Gramed sedang rame banget. Pas udah mau pulang dan novel ini baru di baca di bagian depannya, akhirnya dengan sukacita membelinya juga.

Sampai kost langsung dibaca, dan ketika bangun keesokan harinya langsung baca sampai tuntas. Soalnya penasaran :D

Kita mulai dari cover. Sampai saat ini, aku ga ngerti maksud bunga mawar pada cover nya. Ada yang mau ngasih tahu? Dan kalo Kak Duwi nggak bilang ada gambar tengkorak di tengah-tengah mawarnya, aku ga bakalan sadar sampai sekarang -__-

Terus masuk ke dalam buku, tentang ilustrasi tanda pergantian bab. Di bab pertama atau hari pertama, tampak seorang anak laki-laki kurus, tinggi, berjalan ke arah kita dengan wajah menunduk. Dan semakin bertambahnya bab, anak laki-laki itu kian mendekat dan semakin menampakkan wajahnya. Sumpah ya, yang bab terakhir itu ilustrasinya serem banget. Jadi takut sendiri -_-

Kalo teman-teman baca novel ini, teman-teman bakalan tahu maksud dari ilustrasi ini. Jadi, baca aja :)

Cerita bermula di hari ulang tahun Liv yang ke-17. Dia mulai bisa melihat seseorang yang semestinya tidak ada. Ngerti maksud ku? Ya, hantu. Di ulang tahunnya yang ke-17, Liv diberi "hadiah" bisa melihat makhluk halus atau hantu.

Nah, mulai hari itu, Liv bisa melihat sesosok perempuan berbaju putih di toilet sekolahnya, Chandra, anak tetangganya yang mengalami kecelakaan dan meninggal, di datangi Frans, teman sekolahnya yang menghilang entah kemana sewaktu di sekolah.

Mereka menampakkan wujudnya di hadapan Liv karena mereka ingin meminta bantuan Liv. Mungkin saja mereka sudah meninggal namun jasadnya belum di makamkan secara layak, dan berharap Liv menemukan jasad mereka.

Namun masalah belum berhenti disitu. Belum lagi masalah hantu selesai, Liv harus menghadapi bullying yang dilakukan oleh Terrific Trio, 3 cowok cakep idola satu sekolah. 

Pada akhirnya, Liv harus membantu teman seangkatannya yang di bully sambil berusaha "menolong" Frans. Namun karena terlalu ikut campur, akhirnya Liv sendirilah yang menjadi korban.

Aku suka ceritanya. Dari awal sudah muncul beberapa konflik, yang meskipun konflik kecil namun membuat cerita menjadi lebih greget. Namun terkadang aku kesulitan memahami beberapa kalimat di dalam novel ini, mungkin karena ini adalah novel debut, jadi masih belum biasa membaca gaya berceritanya.

Ceritanya seru, horornya dapat, main detektif-detektifannya juga ada, dan ternyata ada ending yang tidak terduga. Sayang, 268 halaman terlalu sedikit untuk novel sekeren ini.

Tapi 

Aku berharap mbak Eve Shi meneruskan novel ini, mungkin bisa membahas tentang si Sosok Perempuan Berbaju Putih di toilet sekolah Liv? Aku penasaran, siapa perempuan ini? Kenapa dia berkeliaran di toilet? Apakah dia salah seorang siswi di sekolah itu?

3.5 bintang untuk novel ini :)

[Review Novel] The Coffee Memory

8:54 PM 2 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : The Coffe Memory
Penulis : Riawani Elyta
Penerbit : Penerbit Bentang
Penyunting : Laurensia Nita
Perancang Sampul : Satrio d'Labusiam
Pemeriksa Aksara : Intan Ren & Septi Ws
Penata Aksara : BASBAK_Binangkit
Tebal : 222 halaman
Terbit : Cetakan Pertama, Maret 2013
ISBN : 978-602-7888-20-3

SINOPSIS :
Saat aroma kopi itu menjauh,
kusadari bahwa kau
tak mungkin kutemui lagi.
Seperti aromamu yang terempas
oleh butir udara,
meninggalkanku dalam sunyi
yang dingin.

Sampai kusadari kau hadir,
menyergapku dalam diam,
mengembalikanku dalam kenangan.
Dan, menabur aroma yang sama
dengan apa yang telah kutinggalkan.
Ketika itulah aku pahami,
aku tak mungkin berpaling lagi.

REVIEW :
Ini novel pertama Mbak Riawani Elyta yang saya baca dan juga novel ketiga seri love flavour yang saya baca, setelah The Mint Heart dan The Chocolate Chance.

Tertarik baca novel ini karena setting nya di Batam, kampung halaman ku tercinta :3 Dalam pikiran ku bakalan banyak ngebahas tentang tempat-tempat di Batam, hitung-hitung ngobatin kangen. 

Eh ternyata aku kecewa. Batam disini hanya sekedar tempelan, hanya sekedar menyebut nama tempat, namun ada keterangan lebih lanjut, entah itu tentang suasana ataupun gambaran Batam. Kesannya sama kaya gini: aku ga pernah ke London, cuma tau beberapa nama tempat disana. Dan sekarang aku membuat novel dengan setting di London.

Kemudian dari segi cerita, untuk rasa kehilangan akan kepergian orang yang kita cintai itu, cukup mengena. Aku juga jadi kebawa suasana dan sempat berandai-andai, bagaimana kalau suamiku nanti harus "pergi" dengan cepat dan meninggalkanku dengan anakku. Oke, ini khayalan yang terlalu jauh, tapi aku bener-bener bisa ngerasain perasaan Dania yang ditinggal suaminya, Andro.

Untuk temanya sendiri, kopi. Cukup banyak penjelasan tentang kopi, baik dari cara membuatnya, makna kopi itu, aromanya, dan beberapa tambahan informasi mengenai bisnis kafe, bagi pecinta kopi dan ingin membuka kafe.

Bicara tentang kafe, aku lebih penasaran sama Bookafeholic milik Pram, sahabat Dania ketika SMA. Kafe yang tidak hanya menonjolkan segi kopinya, namun cocok untuk para pecinta buku. Tapi sayang, porsi pendeskripsian Bookafeholic ini nggak banyak. 

Untuk konflik, rasanya kurang greget gitu. Jadi ceritanya terkesan datar, dan aku bacanya tanpa ada ekspresi senyum, ketawa, apalagi menangis. Konfliknya kurang banget. Satu-satunya permasalahan yang menonjol disini adalah bagaimana Dania menutup hatinya untuk orang lain pasca kematian suaminya. 

Untuk covernya, aku suka dengan cover yang dipenuhi oleh biji kopi itu, juga font yang digunakan. Tapi warna emas pada font di cover, membuat tulisan tidak terlihat. Entahlah, aku ga ngerti soal warna yang cocok. Mungkin kalo warna font nya diganti putih atau warna lain, tulisannya lebih bisa kelihatan.

Untuk kisah romantisnya, porsinya juga sedikit sekali. Tiba-tiba Dania udah mulai menerima Barry dan kemudian ceritanya tamat. Padahal aku pikir bakalan ada sedikit cerita tentang mereka berdua.

2.5 bintang untuk novel ini. Berharap bisa membaca karya Mbak Riawani yang lain dengan cerita yang lebih dapat greget nya =)

November 8, 2013

Friday's Recommendation #2

5:40 PM 8 Comments
Assalamualaikum :)

Setelah satu minggu yang padat ini, akhirnya kita tiba di hari Jumat yang damai, yang artinya saatnya meme Friday's Recommendation yang di host oleh Mbak Ren di blognya Ren's Little Corner. Kali ini meme nya spesial loh, soalnya ada giveaway nya juga. Hadiahnya adalah buku pilihan kita senilai 75000 rupiah.



Nah buku yang aku rekomendasikan kali ini adalah buku yang baru aja selesai ku baca, yaitu The Chronicles of Audy : 4R oleh Orizuka.


Mungkin banyak diantara teman-teman yang udah baca buku ini. Buku punyaku aja udah keliling entah sampai mana, dan respon semua orang sama. Lucu dan menghibur!

Didalam buku ini, kita dapat semuanya. Dari humornya, romance nya yang so sweet banget (Regan setia sama Maura meskipun dia udah koma sekian lama), karakter tiap tokoh yang absurd tapi keren banget, persahabatan antara Audy dan Missy. Pokoknya lengkap deh.

Kalo lagi suntuk, atau lagi banyak tugas + laporan + ulangan + pretest, tapi tetep pengen baca buku, novel ini pilihannya. Dijamin segar lagi! *udah praktekin* :D

Itu dia Friday's Recommendation ku kali ini, kalo teman-teman mau ikutan, ini dia caranya :
1. Tulis buku yang ingin kamu rekomendasikan. Kategori buku yang ingin direkomendasikan bisa memilih dari kategori di bawah ini:
a. Buku yang ingin diterjemahkan di Indonesia
b. Buku yang sudah terbit di Indonesia, dan ingin kamu rekomendasikan ke pembaca.
Jangan lupa menuliskan alasan kamu merekomendasikan buku itu ya.
2. Jika kamu sudah pernah me-review buku yang ingin kamu rekomendasikan itu, taut balikkan ke link review mu ya.
3. Pasang button Friday's Recommendation, jangan lupa di taut balikkan ke blog Ren's Little Corner.
4. Masukkan link Friday's Recommendation ke linky yang telah disediakan.
5. Jangan lupa untuk blogwalking ke blog-blog lain.
6. Waktu meme adalah bi-weekly. Diposting setiap hari Jumat minggu kedua dan keempat setiap bulan.

November 5, 2013

Telling Tuesday #1

6:33 AM 2 Comments

Assalamualaikum :)

Kali ini aku mau ikutan meme Telling Tuesday yang dibuat oleh Mbak Yuliana Permata di blognya The Little Present. Spesialnya Telling Tuesday kali ini, ada giveawaynya loh. Ada voucher buku senilai 75000 untuk satu orang pemenang. Jadi, langsung aja yaa :


BUKU YANG DI BACA SELAMA BULAN OKTOBER
1. The Chocolate Chance by Yoana Dianika
2. Dua Pasang Mata by Alexandra Leirissa Yunadi
3. Rahasia Sunyi by Brahmanto Anindito 

BUKU YANG SEDANG DIBACA
1. And The Mountains Echoed by Khaled Hosselini
2. Dan Hujan Pun Berhenti by Farida Susanty

BUKU YANG AKAN DI BACA SELAMA BULAN NOVEMBER
1. The Hunger Games: Catching Fire by Suzanne Collins
2. Lukisan Hujan by Sitta Karina
3. And The Mountains Echoed by Khaled Hosselini
4. Oliver Twist by Charles Dickens
5. The Golden Compass by Philip Pullman
6. Dan Hujan Pun Berhenti by Farida Susanty

Setelah di rekap gini, ternyata bacaan ku dikit banget ya. Kecepatan membaca menurun drastis, lebih kegoda sama internetan dan ngobrol -___-

Inilah Telling Tuesday ku. Apa Telling Tuesday mu? :D

November 4, 2013

Buying Monday #1

8:40 PM 16 Comments
Assalamualaikum :)

Setelah selama ini pengen ikutan Buying Monday, tapi minder sama buku yang benar-benar cuma dikit + males moto bukunya, akhirnya bulan ini bisa ikutan juga :D

Tapi karena buku-buku ku sedikit, Buying Monday nya di gabung dari bulan Agustus (awal ngekost lagi) - bulan Oktober kemarin gapapa kan ya? Anggap aja PR karena nggak ikutan dari kemarin. Sekalian biar kelihatan banyak juga XD



Baiklah, inilah harta karun ku selama beberapa bulan :

AGUSTUS 2013


1.  Lukisan Hujan by Sitta Karina
2. Three Weddings and Jane Austen by Prima Santika
3. The Devil in Black Jeans by aliaZalea
4. Restart by Nina Ardianti

***

4 buku ini beli di online shop dengan harga Rp 150.000. Bangga deh rasanya :") Untuk novel Restart lagi dipinjem sama Venti, jadi ga ke foto deh.


5. Katarsis by Anastasia Aemilia [Rp 45.000]
6. London: Angel by Windry Ramadhina [Rp 52.000]

***

Beli Katarsis di Gramedia Solo Square (kalo nggak salah). Sebenarnya udah lama penasaran, soalnya covernya unyu gitu meskipun agak serem XD. Kalo London beli di Gramedia BCS Batam, dengan alibi supaya ada bacaan pas di pesawat. Yang ada dibaca duluan pas di rumah :D Oh ya, London masih sama Rohana, jadi ga ke foto lagi~


SEPTEMBER 2013


7. All You Can Eat by Christian Simamora
8. The Chronicles of Audy: 4R by Orizuka

***

Dua buku ini menang giveaway di blognya Mbak Ren, Ren's Little Corner. Giveway pertama yang aku menangin :") Pengen All You Can Eat soalnya banyak yang bilang bagus. Bagus sih, tapi kok dewasa banget ya? *sok polos* Jadinya ga siap-siap bacanya. Kalo Audy : 4R sih karena penasaran sama cerita + pembatas buku nya haha.


9. The Golden Compass by Philip Pullman [Rp 20.000 kayaknya] 
10. Nightmare Side 1 by Rasmus, Decky, Dimas, Vivi [Rp 15.000]

***

Beli sama teman ku yang jual buku bekas nan murah online. Tapi karena se-fakultas jadi COD deh *hemat ongkir* haha. Ini dua buku refleks langsung mesan. Gatau kenapa. Udah gitu, lupa beli ini pas Agustus atau September, jadi masukin ke September aja deh ya :D


11. Pride and Prejudice by Jane Austen [Rp ]

***

Beli di Gramedia Solo Square. Soalnya penasaran gara-gara terlalu banyak spoiler di novel Three Weddings and Jane Austen. Eh pas ngeliat buku ini, langsung comot aja deh :3

OKTOBER 2013


12. Oliver Twist by Charles Dickens [Rp 37.000] diskon Rp 3.000
13. Detektif Conan Spesial 4 by Aoyama G, Abe Y, Maru D & Taira T [Rp 5.500]
14. Detektif Conan #5 by Aoyama Gosho [Rp 5.500]
15. Dua Pasang Mata by Alexandra Leirissa Yunadi [Rp 15.000]

***

Keempat buku di atas beli sama teman ku yang jual novel bekas online nan murah di blognya Opioci Garage Sale. Untuk buku Dua Pasang Mata lagi dipinjem Hana, jadi gabisa ke foto deh. Beli Oliver Twist karena dari dulu udah penasaran sama ceritanya. Beli Conan karena emang mau ngoleksi. Beli Dua Pasang Mata karena kangen sama Arizona :D



16. The Hunger Games: Catching Fire by Suzanne Collins [Rp 44.250] diskon 25%
17. Dan Hujan Pun Berhenti... by Farida Susanty [Rp 41.200] diskon 20%

***

Dua buku ini beli di Togamas Solo. Gara-gara sering bolak-balik kesana, akhirnya mata pun nggak bisa diajak kompromi -_- Beli Catching Fire karena udah ga sabar pengen tau lanjutan The Hunger Games, sebelum filmnya keluar. Pengen ngebandingin kerenan buku atau film haha. Beli Dan Hujan Pun berhenti karena rekomendasi dari Venti.



18. And The Mountains Echoed by Khaled Hosseini [Rp 53.100 ] diskon 10%
19. Call Me Miss J by Orizuka [Rp 47.600] diskon 15%

***

Beli 2 buku ini di acara Bazar Buku HMP Kimia Kovalen. Beli And The Mountains Echoed ga tau karena apa. Mendadak suka terus langsung beli :3 Kalo Call Me Miss J tergoda sama tulisan "Orizuka" nya .__. Tapi bukunya lagi dipinjem Hana, jadi gabisa ke foto.



20. I am Malala by katamedia

***

Buku ini adalah hadiah dari buku undian Kick Andy :)


21. Rahasia Sunyi by Brahmanto Anindito

***

Hadiah giveaway dari Mbak Maya :)

Sebenarnya nge-rekap semuanya selama 3 bulan ini, supaya kelihatan banyak. Tapi jadinya tetap 21 buku juga. Yasudahlah~

Semoga bulan ini banyak menang giveway ya, biar timbunannya nambah XD

Baiklah, itulah Buying Monday ku selama 3 bulan, bagaimana dengan kalian? Pengen ikutan Buying Monday juga? Ini dia caranya :
1. Follow The Black in The Book melalui email atau bloglovin'
2. Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli dalam sebulan itu, publish setiap hari Senin pertama di bulan berikutnya.
3. Masukan link post terse but di link yang disediakan.
4. Linky akan dibuka selama 3 minggu, agar bagi yang terlambat, masih bisa mengikuti meme ini.
5. Bila ada yang memasukkan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
6. Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D

[Review Novel] Lukisan Hujan

6:17 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Lukisan Hujan
Penulis : Sitta Karina
Penerbit : Terrant Books
Tebal : 383 halaman
Terbit : 2004
ISBN : 979-3750-0-6
Rating : 3/5

SINOPSIS :
Amor es mentira (cinta itu bohong).
Lengkap sudah hidup Diaz Hanafiah kini. Setelah selama ini merasa minder diantara sepupu-sepupunya yang kaya, berada, dan bagian dari socialite Jakarta, sekarang malah dikhianati pacarnya sendiri, Anggia.

Lalu datang Sisy. Mungil, cantik, dan masih SMA pula!
Seperti siraman air dingin yang menyejukkan sekaligus mengejutkan, begitulah kehidupan sehari-hari sejak awal pertemuan mereka di tengah hujan.

Diaz, si workaholic berdarah Indonesia-Meksiko yang dingin ini, tidak pernah menyangka dirinya dapat lebih menikmati hidup dengan hubungan 'abang-adiknya' bersama Sisy. Namun, ia masih teringat Anggia. Terbelenggu oleh rasa kangen dan sakit hatinya yang belum tuntas. Mungkinkah bisa menjadi cowok seperti yang Anggia inginkan, apabila ia dapat berlatih dan membiasakan diri berteman dengan wanita-salah satunya dengan menjadi abangnya Sisy? Tetapi, mengapa dirinya malah tidak terima saat Igo, sahabatnya sendiri, mendekati si SMA mungil ini?

Terjebak dalam perasaan yang saling-silang, Diaz dan Sisy berusaha menempuh protes penjajakan dan pendewasaan diantara mereka berdua yang penuh lika-liku problema masa muda, sampai keduanya harus memilih dan membuktikan... love is such unselfish thing!

REVIEW :
Diaz Hanafiah, seorang mahasiswa Teknik Industri yang tampan, pintar, berdarah latin, dan berasal dari keluarga berada, Hanafiah. Siapa yang tidak kenal keluarga Hanafiah? Seantero Jakarta mengenalnya, atau bahkan se-Indonesia.

Sisy, seorang siswi kelas 2 SMA yang mungil, lucu, cantik, dan menjadi pendatang baru di Bintaro Lakeside. Sejak awal kedatangannya dirinya telah menjadi primadona diantara teman-teman Diaz. Hanya Diaz yang namapak tidak tertarik dengan si Mungil ini.

Keduanya bertemu dalam hujan. Pertemuan yang jauh dari kesan menyenangkan, apalagi romantis. Kemudian pertemuan pertama itu berlanjut di hari berikutnya, dengan curhatan Sisy tentang Tezar, abangnya yang telah meninggal. Entah ada angin apa, Diaz tergerak menawarkan dirinya untuk menjadi abangnya Sisy. Sisy yang melihat tatapan sedih di mata Diaz pun menerimanya. Sisi bertekad untuk menghapus kesedihan itu di mata Diaz.

Lalu cerita abang-adik ini pun berlanjut. Diaz yang semula bersikap dingin dan selalu memancarkan aula kelam, mulai bersikap terbuka kepada Sisy dan teman-temannya. Keseharian mereka ga lepas dari suasana so sweet nya abang-adik dan ngambek-baikan-ngambek lagi.

Seperti yang bisa kita duga, dengan intensitas pertemuan yang sangat sering (mereka tetangga sebelah rumah, loh) maka perasaan mereka pun berkembang dan menuntut lebih.

Apakah pantas seorang "abang" mencintai "adiknya"? Begitu pula sebaliknya. Lalu, masalah juga muncul dari sekeliling mereka. Mulai dari Igo, sahabat Diaz yang juga menyukai Sisy. Masalah yang datang dari Tedy, kakak kelas Sisy yang menyukai Sisy. Anggia, mantan pacar Diaz yang mengajak balikan.

Belum cukup masalah yang ada, dengan polosnya si Sisy bekerja sama dengan Inez Hanafiah, saudara Diaz, untuk menjadi mak comblang antara Diaz dan Mirelle, sang model yang wow itu. Padahal, dalam hatinya Sisy ketar-ketir juga.

Namun, ketika satu per satu masalah dapat diselesaikan, muncul masalah baru yang lebih kuat, tidak bisa dibantah, tidak bisa dirubah, dan hanya waktu yang bisa menyelesaikannya.

Sanggupkah Diaz dan Sisy menghadapinya?

Sebenarnya aku nggak ada niatan beli buku ini. Tapi karena sepertinya ini buku "langka" (terbitan 2004 men!) dan udah paketan, yasudahlah akhirnya dia selamat mendarat di kost ku.

Dari awal nyampe langsung pengen baca buku ini. Tapi agak terganggu dengan banyaknya penggunaan bahasa asing. Sebenarnya nggak masalah sih, soalnya setiap bahasa asing ada terjemahannya, atau ada nomor kecil di atas kata tersebut. Tapi keterangan arti kata tersebut, adanya di halaman belakang buku. Menurut ku itu sangat merepotkan, harus bolak-balik buku. Bakalan lebih bagus dan simpel kalo dijadiin catatan kaki seperti di novel lain.

Selain itu, penataan di dalamnya (nama kerennya apa sih? -_-) itu menurutku kurang menarik. Entah kenapa, rasanya ada beberapa font yang meskipun kelihatannya sama, tapi rasanya berbeda. Cerita flashback pun hanya dipisahkan dengan spasi satu baris, tanpa ada penanda lainnya.

Konfliknya juga, meskipun banyak, tapi kurang gereget gitu. Seperti adegan pengeroyokan Diaz yang dilakukan oleh Tedy. Kirain bakal berlanjut lagi, sampai Diaz babak belur. Ternyata udah segitu aja.

Terus waktu Anggia bertemu dengan Sisy. Kirain bakal ada kejadian yang lebih seru daripada fitnah bahwa Diaz telah menghamili Anggia. Ternyata udah selesai sampai situ aja.

Namun di luar itu, aku suka sama ceritanya. Rasanya itu nyata dan mungkin aja terjadi di kehidupan sehari-hari. 

Pendeskripsian tokohnya juga kuat. Sisy yang mungil, cerewet, melihara naga di perutnya, cepat ngambekan, namun tetap ada di sisi Diaz. Ia tidak pernah meninggalkan Diaz.

Diaz, sang putra mahkota. Putra keluarga Hanafiah yang tajir namun tidak tajir. Introvert dan selalu merasa minder diantara sepupunya. Auranya yang suram, namun sebenarnya baik.

Aku juga suka penggunaan bahasa-bahasa Spanyol nya. Keren, bisa sekalian belajar. Kali aja entar bisa dipake buat modusin cem-ceman #eh :D

Terus juga informasi tentang kehidupan socialite Jakarta. Gimana caranya Anak-anak Gaul Jakarta menghabiskan waktu mereka. Dimana tempat kesukaan mereka, dan bagaimana gaya hidup mereka.

Selain itu, karena kebanyakan tokohnya ada kalangan "bangsawan", maka banyak penggambaran pola tingkah laku bangsawan. Misal cara berjalan yang anggun, cara makan yang keren, dansa waltz, sampai  apa yang biasa dimakan para bangsawan Inggris pun ada :D

Lalu ada cerita menuju proses kedewesaan dengan caranya masing-masing. Bagaimana seseorang yang menganggap dirinya pecundang di dunia ini mulai mengubah pola pikirnya, dan merasa dibutuhkan oleh orang lain. Cerita tentang seseorang yang meskipun masih muda namun mau menahan keegoisannya dan mulai memperhatikan orang lain. Semuanya terangkum di buku ini.

Meskipun endingnya menggantung, dan setelah searching di google, katanya cerita ini berlanjut ke buku Putri Hujan dan Ksatria Malam. Jadi pengen baca jugaaa :3

Sepertinya, aku mulai tertarik sama Sitta Karina dan berniat mengumpulkan buku-buku lainnya >_<

November 2, 2013

[Review Novel] The Hunger Games #2: Catching Fire

2:49 PM 2 Comments
 source 

IDENTITAS BUKU :
Judul : The Hunger Games: Catching Fire
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Hetih Rusli
Tebal : 420 halaman
Terbit : Cetakan kedua belas: Oktober 2013
ISBN : 978-979-22-9946-5
Rating : 4.5 / 5 stars

SINOPSIS :
Api pemberontakan tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam.

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada kekurangan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya...

REVIEW :
Setelah sekian lama pengen novel ini, akhirnya dapat juga di Togamas Solo dengan cover baru dan diskon 25% haha. Padahal udah ngelilingin Togamas nyari novel ini dengan cover merahnya, tapi nggak ada. Kirain udah habis, ternyata dicetak ulang dengan cover baru, dengan Katniss ada di covernya.

Meskipun belum pernah baca The Hunger Games, tapi nggak ngerasa "buta" pas baca Catching Fire. Soalnya udah sering nonton The Hunger Games berulang-ulang. Malahan, imajinasi ku tentang orang-orang dan tempatnya kerasa lebih nyata. Jadi untuk yang belum baca buku pertama, tonton filmnya aja dulu :D

Ceritanya berpusat pada Katniss Everdeen, pemenang Hunger Games ke-74 dan dijuluki sebagai mockingjay, yang merupakan simbol pemberontakan bagi distrik-distrik lain. Dengan keberanian Katniss melawan peraturan di Hunger Games, dan membuatnya lolos sebagai pemenang bersama Peeta, membuat penduduk distrik mendapat "angin" untuk melawan Capitol.

Dalam novel kedua ini, Katniss dan Peeta harus kembali ke arena Hunger Games dalam rangka Quarter Quell yang diadakan setiap 25 tahun sekali. Namun yang dihadapi mereka saat ini bukanlah anak-anak lugu yang gemetaran di arena, namun pemenang-pemengang Hunger Games yang masih hidup sampai saat itu.

Yah, menurut ku cerita di buku kedua ini lebih seru daripada yang pertama. Perasaan Katniss benar-benar di bolak-balik disini. Kadang dia merasa mencintai Gale, namun di sisi lain dia menyukai Peeta meskipun tidak disadarinya. Belum selesai menentukan perasaannya, Presiden Snow memaksa Katniss untuk bertunangan dengan Peeta.

Deskripsi karakternya kuat. Katniss yang terlalu cuek, berani, namun di satu sisi egois dan punya rasa takut. Peeta yang sumpah, so sweet banget. Kemarin-kemarin sih aku masih suka sama Gale. Tapi kali ini aku jadi Tim Peeta, yeah!

Peeta itu ya, meskipun dia mencintai Katniss, tapi dia nggak pernah maksa. Dia selalu bisa mengalah, paham akan keadaan Katniss. Dia juga bisa menerima waktu tau Katniss menyukai Gale. Dan di arena Hunger Games, Peeta punya tekad untuk mengutamakan Katniss. Pokoknya Katniss harus selamat. Titik.

Pas baca adegan-adegan romantis Katniss-Peeta, aku sampai nahan napas. Bukan adegan yang ngasih bunga atau semacamnya, namun cukup dengan diamnya Peeta, namun perhatian yang dia berikan ke Katniss, itu udah ngebuat aku iri sekali. Kapan ya Peeta-ku datang? #eh haha.

Namun sayang, Gale hanya sedikit diceritakan disini. Mungkin kalo lebih banyak di ceritain, bakalan banyak juga yang suka sama Gale ini.

Bingung mau nge-review gimana, takutnya spoiler. Yang jelas ceritanya lebih keren, apalagi dengan adanya pemberontakan di beberapa distrik, pertarungan dengan sesama pemenang, dsb.

Di akhir permainan, Katniss harus bisa menebak. Siapa musuhnya sebenarnya. Apakah Finnick Odair, sekutunya dari awal yang selalu membantunya dan menyelamatkan hidup Peeta, atau Joanna yang meskipun bersikap menyebalkan, namun tetap mau bekerja sama dengannya? 

Ataukah ada akhir lain yang diciptakan Haymitch, sang mentor? Dimana Katniss dan Peeta hanya berperan sebagai pion yang harus melakukan semua permainan tanpa mengetahui apapun.

Lalu, bagaimana cerita cinta Katniss-Gale-Peeta? Siapa yang Katniss pilih? Apakah Peeta dan Katniss dapat selamat pada Quarter Quell kali ini?

Segera baca buku ini! =)

Rating berkurang 0.5 karena akhir buku ini yang benar-benar menggantung. Lagi benar-benar penasaran, tiba-tiba udah tamat aja. Gemes banget deh. Jadi penasaran sama buku ketiganya, Mockingjay.