Showing posts with label Suzanne Collins. Show all posts
Showing posts with label Suzanne Collins. Show all posts

November 30, 2013

[Movie Adaptation] The Hunger Games #2: Catching Fire

2:09 PM 0 Comments
Assalamualaikum :)

Sudah hampir seminggu berlalu semenjak saya menonton Catching Fire. Ya, akhirnya Heny berbaik hati mau nemenin saya. Tapi ada sedikit keanehan sewaktu kami nonton Catching Fire seminggu yang lalu.


Meskipun itu hari minggu (mahal), namun cukup banyak yang nonton film ini. Kebanyakan sih sama pacarnya. Untung saya ga nekat nonton sendirian .__. Nah, di film Catching Fire ini kan tetap ada adegan pembunuhannya, dan itu lumayan sadis menurut saya. Tapi entah kenapa, seisi bioskop itu cuma lempeng. Tidak ada respon atau reaksi atau apapun yang mereka lakukan. Mereka cuma memberikan respon di adegan ciumannya saja -__-

Tebakan saya sama Heny ternyata benar. Tidak banyak yang mengenal Catching Fire disini. Bahkan ketika saya bertanya tentang The Hunger Games, mereka malah mengira itu suatu game di komputer. Jadi, kemungkinan mereka nonton Catching Fire cuma karena posternya yang keren, atau cuma iseng aja. Alhasil, merekanya bengong dan malah sibuk ciuman sama pacar masing-masing (ini kata Heny) -__-

Saran saya, bagi yang belum nonton The Hunger Games, ada baiknya nonton atau membaca bukunya dulu sebelum nonton Catching Fire. Biar nggak bengong. Bakalan lebih baik lagi, kalo udah membaca novel Catching Fire dulu. Biar punya gambaran :)

Oke, sekian curhatnya kini masuk ke review. Karena ini review pertama saya tentang Movie Adaption, jadi kalo bahasanya berantakan atau nggak jelas, maafin ya hehe. Jujur, saya juga bingung bagaimana membuat review Catching Fire ini. Karena Mbak Sulis udah nulis reviewnya keren  banget DISINI

CERITA FILM :
Setahun berlalu setelah kemenangan Katniss Everdeen dan Peeta Mellark dalam Hunger Games ke-74. Saat ini, mereka harus mengadakan tur kemenangan ke Distrik-distrik lain. Disitu, mereka harus membacakan pidato yang telah disiapkan, di depan para penduduk Distrik dan keluarga tribute yang gugur dalam arena.

Tentu saja ini merupakan suatu hal yang berat bagi Katniss, apalagi memberikan pidato di Distrik 11, tempat keluarga Rue dan Thresh. Siapa sangka, pidato singkat dari Katniss menyulut pemberontakan di Distrik 11 dan akibatnya seorang pria tua di tembak kepalanya.

Begitu pula di Distrik lainnya. Pemberontakan di berbagai Distrik. Mereka menganggap Katniss adalah simbol mockingjay, simbol pemberontakan bagi mereka terhadap Capitol. Tentu saja ini hal yang membahayakan Capitol, terutama Presiden Snow.

Presiden Snow yang sejak semula tidak menyukai Katniss dan menganggap perbuatan Katniss-Peeta di Hunger Games adalah suatu pemberontakan, dia mengancam dan memaksa Katniss untuk menunjukkan pada seluruh Distrik dan Capitol, bahkan meyakinkan Presiden Snow, bahwa kisah cinta antara dirinya dan Peeta bukan rekayasa. 

Dan untuk meredamkan pemberontakan di berbagai Distrik, Presiden Snow mengumumkan bahwa bagi para pemberontak, bahkan yang terkuat pun takkan bisa mengalahkan kekuatan Capitol. Para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih dari nama-nama pemenang yang masih hidup untuk Quarter Quell ke-75.

Ya. Katniss harus kembali ke arena Hunger Games lagi. Kali ini ia tetap bersama Peeta yang menggantikan Haymitch. Jika dulu pesan Haymitch, sang mentor, adalah tetap hidup, kali ini Haymitch berpesan untuk mencari sekutu dan mengingat siapa musuh sebenarnya.

REVIEW :
Secara keseluruhan, cerita di film sudah sama dengan novelnya. Meskipun terdapat beberapa perbedaan, misalnya:
- di novel, Plutarch Heavensbee sang game maker, menunjukkan jam bandul yang memunculkan gambar mockingjay kepada Katniss. Sedangkan di film tidal ada.
- di novel, pas adegan Johanna Mason telanjang di dalam elevator, dia membuka sendiri retsleting baju pohonnya. Sedangkan di film, Johanna meminta Peeta untuk membukakan retsletingnya.

Untuk perbedaan lainnya, silakan baca di blognya Mbak Sulis di atas ya :)

Untuk alurnya, baik di novel maupun di film sama-sama ber-alur lambat. Bahkan di filmnya, sejam setelah dimulai, mereka belum kembali ke arena. Jadi lebih menonjolkan bagaimana pemberontakannya, bukan arena pertarungannya.

Yang aku suka, jika di bukunya semuanya terkesan abstrak dan hanya mampu membayangkannya, di filmnya benar-benar terpuaskan. Bagaimana tentang gaun Katniss, bagaimana arena pertarungannya, tokoh-tokohnya. Rasanya semua pas di film, udah sesuai dengan novelnya. Baik arenanya, tokoh-tokohnya, juga ending ceritanya. 


Di film kita akan menemukan banyak pemain baru yang menonjol, seperti Wiress, Beetee, si cakep Finnick Odair, Enobaria yang merubah semua giginya menjadi gigi taring, dan si keren Johanna Mason.

Beneran deh, si Johanna ini keren banget. Seingatku dia udah dua kali di film teriak-teriak secara frontal dan menentang Presiden Snow. Gayanya juga tomboy banget. Malahan, pas Johanna bergabung sama Katniss dan lainnya, menurutku yang menonjol malah dia, bukan Katniss hehe.

Film ini recommended banget deh. Saya juga udah menyebarkan virus The Hunger Games ke teman sekelasku. Mulai dari menyuruh mereka menonton The Hunger Games, lanjut ke trailer Catching Fire, dan sekarang mereka benar-benar penasaran dan pengen nonton Catching Fire haha. Sepertinya saya cocok menjadi sales yang mempromosikan film atau buku ke mereka~

Oh ya, saya juga udah me-review novel Catching Fire, silahkan meluncur KESINI :) 

Terakhir, 4.5 bintang untuk Catching Fire dan si-so-sweet-Peeta ^_^

November 2, 2013

[Review Novel] The Hunger Games #2: Catching Fire

2:49 PM 2 Comments
 source 

IDENTITAS BUKU :
Judul : The Hunger Games: Catching Fire
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Hetih Rusli
Tebal : 420 halaman
Terbit : Cetakan kedua belas: Oktober 2013
ISBN : 978-979-22-9946-5
Rating : 4.5 / 5 stars

SINOPSIS :
Api pemberontakan tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam.

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada kekurangan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya...

REVIEW :
Setelah sekian lama pengen novel ini, akhirnya dapat juga di Togamas Solo dengan cover baru dan diskon 25% haha. Padahal udah ngelilingin Togamas nyari novel ini dengan cover merahnya, tapi nggak ada. Kirain udah habis, ternyata dicetak ulang dengan cover baru, dengan Katniss ada di covernya.

Meskipun belum pernah baca The Hunger Games, tapi nggak ngerasa "buta" pas baca Catching Fire. Soalnya udah sering nonton The Hunger Games berulang-ulang. Malahan, imajinasi ku tentang orang-orang dan tempatnya kerasa lebih nyata. Jadi untuk yang belum baca buku pertama, tonton filmnya aja dulu :D

Ceritanya berpusat pada Katniss Everdeen, pemenang Hunger Games ke-74 dan dijuluki sebagai mockingjay, yang merupakan simbol pemberontakan bagi distrik-distrik lain. Dengan keberanian Katniss melawan peraturan di Hunger Games, dan membuatnya lolos sebagai pemenang bersama Peeta, membuat penduduk distrik mendapat "angin" untuk melawan Capitol.

Dalam novel kedua ini, Katniss dan Peeta harus kembali ke arena Hunger Games dalam rangka Quarter Quell yang diadakan setiap 25 tahun sekali. Namun yang dihadapi mereka saat ini bukanlah anak-anak lugu yang gemetaran di arena, namun pemenang-pemengang Hunger Games yang masih hidup sampai saat itu.

Yah, menurut ku cerita di buku kedua ini lebih seru daripada yang pertama. Perasaan Katniss benar-benar di bolak-balik disini. Kadang dia merasa mencintai Gale, namun di sisi lain dia menyukai Peeta meskipun tidak disadarinya. Belum selesai menentukan perasaannya, Presiden Snow memaksa Katniss untuk bertunangan dengan Peeta.

Deskripsi karakternya kuat. Katniss yang terlalu cuek, berani, namun di satu sisi egois dan punya rasa takut. Peeta yang sumpah, so sweet banget. Kemarin-kemarin sih aku masih suka sama Gale. Tapi kali ini aku jadi Tim Peeta, yeah!

Peeta itu ya, meskipun dia mencintai Katniss, tapi dia nggak pernah maksa. Dia selalu bisa mengalah, paham akan keadaan Katniss. Dia juga bisa menerima waktu tau Katniss menyukai Gale. Dan di arena Hunger Games, Peeta punya tekad untuk mengutamakan Katniss. Pokoknya Katniss harus selamat. Titik.

Pas baca adegan-adegan romantis Katniss-Peeta, aku sampai nahan napas. Bukan adegan yang ngasih bunga atau semacamnya, namun cukup dengan diamnya Peeta, namun perhatian yang dia berikan ke Katniss, itu udah ngebuat aku iri sekali. Kapan ya Peeta-ku datang? #eh haha.

Namun sayang, Gale hanya sedikit diceritakan disini. Mungkin kalo lebih banyak di ceritain, bakalan banyak juga yang suka sama Gale ini.

Bingung mau nge-review gimana, takutnya spoiler. Yang jelas ceritanya lebih keren, apalagi dengan adanya pemberontakan di beberapa distrik, pertarungan dengan sesama pemenang, dsb.

Di akhir permainan, Katniss harus bisa menebak. Siapa musuhnya sebenarnya. Apakah Finnick Odair, sekutunya dari awal yang selalu membantunya dan menyelamatkan hidup Peeta, atau Joanna yang meskipun bersikap menyebalkan, namun tetap mau bekerja sama dengannya? 

Ataukah ada akhir lain yang diciptakan Haymitch, sang mentor? Dimana Katniss dan Peeta hanya berperan sebagai pion yang harus melakukan semua permainan tanpa mengetahui apapun.

Lalu, bagaimana cerita cinta Katniss-Gale-Peeta? Siapa yang Katniss pilih? Apakah Peeta dan Katniss dapat selamat pada Quarter Quell kali ini?

Segera baca buku ini! =)

Rating berkurang 0.5 karena akhir buku ini yang benar-benar menggantung. Lagi benar-benar penasaran, tiba-tiba udah tamat aja. Gemes banget deh. Jadi penasaran sama buku ketiganya, Mockingjay.