December 7, 2013

[Review Novel] London: Angel


IDENTITAS BUKU :
Judul : London: Angel
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 327
Cetakan pertama, 2013
ISBN : 979-780-653-7
Rating : 4/5

SINOPSIS :
Pembaca tersayang.

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis novel 'Orange', 'Memori', dan 'Montase', membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanannya kali ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
Editor

REVIEW :
Akhirnya datang niat me-review juga :) Udah nyelesain dari beberapa hari yang lalu, tapi mau nulis reviewnya mentok hehe. Jadi London ini adalah seri STPC pertama yang saya baca. Dari awal udah niat banget pengen buku ini. Secara, ini London :3

Dari awal membaca, kita sudah bisa menduga bahwa Mbak Windry ini suka membaca buku karangan luar. Pengetahuannya akan dunia seni dan sastra pun tidak diragukan. Terbukti dengan adanya beberapa buku luar yang disebutkan, misalnya Wuthering Heights - Emily Bronte. Selain itu penjelasan seni yang begitu detail dan beberapa hal tentang sastra.

Selain itu, saya menyukai gagasan untuk memberikan nama julukan ke masing-masing orang. Seperti Dum and Dee, Brutus, Hyde, Goldilocks, dan V. Kesemuanya adalah nama-nama yang diambil dari nama tokoh buku karangan luar. Kesannya itu, tetap menjaga nama baik dan membuat kita penasaran akan buku yang dimaksud.

Brutus bukan namanya yang asli. Aku menjulukinya demikian karena dia sering bersikap tidak terduga seperti pengkhianat di salah satu kisah William Shakespeare. [hal 16]

Cover dan lainnya, saya suka banget. Merah dan hitam itu rasanya mewakili London banget. Terus ada bonus postcard nya juga, yang seperti lukisan-lukisan gitu. Keren :)

Untuk detail London nya pun, saya lumayan puas meskipun tetap tidak bisa membayangkan secara jelas di kepala. Yang jelas, saya jadi tau sisi lain London selain Bigben, London Bridge, Oxford. Rasanya, pengen ngerasain sendiri :)

Untuk sudut pandang, menggunakan sudut pandang Gilang sebagai orang pertama. Saya jarang membaca buku dengan sudut pandang laki-laki. Dan ternyata cerita dengan sudut pandang laki-laki itu keren juga. Setidaknya, jadi lebih tau gimana pola pikir mereka, dan yang jelas, tidak menye-menye haha.

Endingnya sendiri pun tidak tertebak. Saya sampai mengulang berkali-kali karena endingnya itu keren banget. Sempat rada speechless gitu jadinya. Ternyata, kalau kita percaya sama malaikat, mungkin kita bisa bertemu dengan mereka di bumi :')

Oh ya, hampir lupa. Saya suka cerita romantis-romantisnya. Dan tidak hanya satu cerita cinta, tapi ada 3 cerita cinta. Dan semua punya jalan keajaibannya masing-masing :)

Tapi ada satu hal yang agak mengganjal sih. Ada beberapa kata yang menurut saya janggal, entah itu saya yang nggak paham, atau emang typo, misalnya hibuk. Awalnya saya kira ini typo, harusnya sibuk. Tapi di halaman-halaman berikutnya, ada beberapa kata hibuk ini. 

Tapi di luar itu, saya suka banget. 4 bintang untuk London dan Goldilocks :)

Ada beberapa quote yang saya suka, seperti berikut:

"Ini tidak akan jadi yang terakhir, percaya kepadaku. London terlalu menarik untuk dikunjungi satu kali." [hal: 44]

"Lagipula, perjalanan cinta sejati tidak pernah mulus - begitu kata Shakespeare." [hal: 56]

"Kau tidak belajar mencintai. Kau mencintai dengan sendirinya." [hal: 297]

"Tidak ada yang terenggut. Setiap orang punya keajaiban cintanya sendiri. Kau hanya belum menemukannya." [hal: 320]

2 comments:

  1. Wah, semoga kamu senang ya kalau saya mampir dan kasih komentar :D
    Penasaran pengen baca London juga nih, banyak yang bilang oke dan layak baca.
    Tapi, habisin timbunan dulu deh :P

    ReplyDelete
  2. Wah, seneng banget kak. Makasih ya XD
    Ayo baca kak, bagus kok. Apalagi ada Goldilocks nya, buat penasaran :D

    ReplyDelete

Visitors

Flag Counter

BBI No. 1310185

Reading Challenge 2017

2017 Reading Challenge

Dyah has read 2 books toward her goal of 50 books.
hide