Showing posts with label Eve Shi. Show all posts
Showing posts with label Eve Shi. Show all posts

March 3, 2014

[Review Novel] Lost

9:30 AM 0 Comments


IDENTITAS BUKU :
Judul : Lost
Penulis : Eve Shi
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 309 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2014
ISBN : 979-780-698-7
Bisa dibeli di : bukabuku.com 
Rating : 4/5 bintang

SINOPSIS :
INI BUKAN CERITA BAHAGIA.
INI TENTANG KAKAK-BERADIK DAN PENGHUNI LAMA
DI APARTEMEN BARU MEREKA.

Ia menggulingkan badan menghadap dinding,
dan tempat tidur berderit.

Maura mengucek mata.
Tempat tidur ini dibawa dari apartemen lama
dan sudah tidak baru. Tapi pasti belum reyot
sampai berbunyi tiap kali ia bergerak.
Maura mulai menegakkan badan untuk
memeriksa kerangka tempat tidur, lalu terkesima.

Di ujung tempat tidur
duduk seorang perempuan berambut panjang,
memunggungi Maura....

REVIEW :
Ryan dan Maura adalah dua kakak beradik yang baru saja pindah ke apartemen baru, Ilustre Casa. Alasannya karena lokasi yang strategis, dekat dengan sekolah Maura dan dekat dengan Tea & Pages, kafe merangkap toko buku tempat Ryan menanam modal. Keduanya tinggal di unit 603 di lantai 6. Mereka hanya tinggal berdua. Papi baru saja meninggal, sedangkan Mami di mutasi ke Inggris.

Di Ilustre Casa, satu lantai hanya terdapat tiga unit. Di lantai 6, unit 601 di tempati oleh seorang cowok seumuran Maura - Julian, yang "diungsikan" oleh keluarganya karena ia melihat teman dekatnya bunuh diri. Unit 602 di tempati oleh sepasang suami istri, Pandu dan Nila.

Di cerita setebal 309 halaman ini, hanya berlangsung selama satu minggu dan sebagian besar berlatar di Ilustre Casa. Namun di satu minggu ini, ada banyak kejadian aneh yang dialami Maura, sehingga ia mulai merasa bahwa dirinya gila.

Mulai dari tutup tong sampah yang jatuh sendiri, untaian rambut panjang yang ada di sisirnya, padahal rambut Maura itu pendek. Suara lelaki dewasa yang tertawa di ruang tengah unitnya. Seorang wanita berambut panjang yang ada di kamar Ryan. Kemunculan Bram, petugas kebersihan yang seminggu sebelum Maura datang, bunuh diri dengan cara membakar dirinya di basement.

Untunglah Maura cukup kuat menghadapinya, meskipun terkadang ia merasa putus asa. Namun siapa sangka, Julian, si cowok dingin dari 601 dapat memahami keanehan Maura. Ternya, di Ilustre Casa, Maura dan Julian-lah yang paling peka. Sehingga mereka yang sering terseret ke tatar lain, tempat dimana Penghuni Lama di apartemen baru mereka berkeliaran.

Julian pula yang menjelaskan ke Maura tentang tatar atau dimensi lain. Julian yang membantu Maura ketika Maura tersesat ke tatar Penghuni Lama. Keduanya juga bekerja sama ketika mencari Anjani - Pacarnya Ryan yang terseret ke tatar lain, dan bekerja sama dalam memecahkan "misteri dua hantu" di unit Maura.

Ketika mereka berdua merasa telah menyelesaikan "misteri dua hantu", ketika Mami akhirnya kembali ke Inggris lagi, meninggalkan Maura dan Ryan, ketika Julian telah meninggalkan Ilustre Casa dan kembali ke rumahnya, siapa sangka, ternyata masalah terbesar baru saja di mulai. Di saat Maura mulai merasakan ketenangan, barulah ia memahami makna LOST sebenarnya. Maura harus kehilangan orang terdekatnya kembali.

Ternyata, tidak hanya Penghuni Lama yang menghantui Ilustre Casa. Ada Penghuni Baru yang sebenarnya "sejenis" dengan Penghuni Lama...

*

Selesai membaca buku ini dalam waktu beberapa jam saja. Bahkan sekarang aku sedang membaca ulang buku ini :D

Kenapa pengen banget buku ini? Karena aku telah membaca karya pertama Eve Shi, Aku Tahu Kamu Hantu dan puas sama ceritanya. Sudah lama aku tidak membaca (dan tidak suka) sama cerita horor Indonesia, tapi semenjak baca ATKH jadi pengen nyoba novel horor Indonesia lainnya. Semenjak ATKH, Eve Shi sudah menjadi penulis favoritku, dan aku sudah berjanji ke diri sendiri, untuk mengoleksi semua novel horornya x)

Dari segi cover, Lost ini lebih seram dan lebih gelap daripada ATKH. Tapi untuk kesan horornya, aku lebih merinding ketika membaca ATKH, padahal yang lebih banyak hantunya ya di Lost ini. Tapi efek setelah membaca, lebih kerasa di Lost. Kan aku bacanya malam-malam, terus ketiduran. Nah sekitar jam 2-an gitu ada yang ngetuk pintu kamarku. Yang benar saja, mana ada anak kost yang iseng jam 2 malam. Mereka kan penakut semua (termasuk aku). Akhirnya semalaman itu aku tidur sambil melukin semua boneka yang ada, sambil nutup kepala. Takut ngelihat si Nadiya, wanita berambut panjang di kamarnya Ryan :\

Untuk ceritanya sih seru. Seperti main teka-teki, buat penasaran. Ada beberapa Penghuni Lama di Ilustre Casa, sehingga kita penasaran kenapa mereka masih aja gentayangan di situ. Terutama lelaki berbaju merah dan wanita berambut panjang di unit 603, tempatnya Maura dan Ryan. Sebenarnya mereka itu siapa, kenapa mereka masih di situ. Dan kenapa mereka hobi banget menarik orang lain agar "mampir" di tatar mereka.

Penulis juga dengan lihai menunjukkan fakta-fakta secara perlahan, sehingga belum pulih kekagetan kita dari fakta pertama, udah muncul fakta baru. Sehingga membuat kita terus penasaran, apalagi yang akan muncul di halaman berikutnya.

Ceritanya juga tidak melulu ke bagian horor. Tetap ada hal-hal yang menjurus ke romance, seperti cerita Maura dengan si Mantan Nekat yang tidak pernah menyerah meski telah diputusin. Pertemuan intens antara Maura dan Julian pun menumbuhkan benih-benih cinta :D Selain itu ada juga cerita persahabatan antara Maura dan Dylis, meskipun tidak begitu banyak.

Di sini juga ada informasi baru mengenai tatar atau dimensi lain. Bahwa bumi yang kita tempati ini memiliki beberapa dimensi, dan kita hanyalah menempati salah satu tatar atau dimensinya. Ada kalanya kita bisa terseret ke tatar atau dimensi lain.

Di buku ini kita juga mendapatkan informasi tentang kehidupan girlband. Soalnya si Ryan ini manajer dari girlband White Juliet. Sedikit banyaknya kita bisa mengetahui kehidupan dari nona-nona ini. Bahwa di balik riasan tebal dan senyum mereka, sebenarnya mereka ini pekerja keras yang disiplin.

Secara keseluruhan lebih suka Lost daripada ATKH. Hanya saja ada beberapa deskripsi tempat di Lost ini yang tidak bisa aku bayangkan. Dan waktu ceritanya yang sedikit "berantakan" di kepalaku. Mungkin pas baca ulang ini, aku akan membuat rangkuman beserta detail waktu dan tempatnya, biar lebih jelas :D

4 bintang untuk Maura dan Julian. Berharap Mbak Eve Shi cepat-cepat mengeluarkan novel horor lagi :))

November 21, 2013

[Review Novel] Aku Tahu Kamu Hantu

10:17 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Aku Tahu Kamu Hantu
Penulis : Eve Shi
Penerbit : GagasMedia
Editor : Alit Tisna Palupi
Proofreader : Jia Effendie
Penata Letak : Landi A. Handwiko
Desain dan Ilustrasi Sampul : Levina Lesmana
Ilustrasi Isi : Tyo
Tebal : 268 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2013
ISBN : 979-780-652-9

SINOPSIS :
Aku di sini,
kamu bisa melihatku,
tetapi kamu tidak bisa mendengarku.
Aku tahu kamu bingung,
tetapi yakinlah...
aku tidak pernah bermaksud jahat.
Aku hanya ingin meminta tolong,
karena kamulah satu-satunya orang
yang bisa memecahkan teka-teki ini.
Jika kamu melihatku lagi,
tolong jangan berpaling.
Semoga kamu mnegerti isyaratku.

REVIEW :
Awalnya sama sekali ga ada niatan beli novel ini, karena rasanya udah tertanam opini di kepala, kalo novel horor Indonesia itu ga serem. Horornya cuma tempelan, jadi jangan beli, percuma.

Tapi akhirnya pas ke Gramed, sambil nunggu, iseng baca novel ini. Eh ternyata suasana horor nya emang dapat banget. Meskipun waktu itu suasana Gramed sedang rame banget. Pas udah mau pulang dan novel ini baru di baca di bagian depannya, akhirnya dengan sukacita membelinya juga.

Sampai kost langsung dibaca, dan ketika bangun keesokan harinya langsung baca sampai tuntas. Soalnya penasaran :D

Kita mulai dari cover. Sampai saat ini, aku ga ngerti maksud bunga mawar pada cover nya. Ada yang mau ngasih tahu? Dan kalo Kak Duwi nggak bilang ada gambar tengkorak di tengah-tengah mawarnya, aku ga bakalan sadar sampai sekarang -__-

Terus masuk ke dalam buku, tentang ilustrasi tanda pergantian bab. Di bab pertama atau hari pertama, tampak seorang anak laki-laki kurus, tinggi, berjalan ke arah kita dengan wajah menunduk. Dan semakin bertambahnya bab, anak laki-laki itu kian mendekat dan semakin menampakkan wajahnya. Sumpah ya, yang bab terakhir itu ilustrasinya serem banget. Jadi takut sendiri -_-

Kalo teman-teman baca novel ini, teman-teman bakalan tahu maksud dari ilustrasi ini. Jadi, baca aja :)

Cerita bermula di hari ulang tahun Liv yang ke-17. Dia mulai bisa melihat seseorang yang semestinya tidak ada. Ngerti maksud ku? Ya, hantu. Di ulang tahunnya yang ke-17, Liv diberi "hadiah" bisa melihat makhluk halus atau hantu.

Nah, mulai hari itu, Liv bisa melihat sesosok perempuan berbaju putih di toilet sekolahnya, Chandra, anak tetangganya yang mengalami kecelakaan dan meninggal, di datangi Frans, teman sekolahnya yang menghilang entah kemana sewaktu di sekolah.

Mereka menampakkan wujudnya di hadapan Liv karena mereka ingin meminta bantuan Liv. Mungkin saja mereka sudah meninggal namun jasadnya belum di makamkan secara layak, dan berharap Liv menemukan jasad mereka.

Namun masalah belum berhenti disitu. Belum lagi masalah hantu selesai, Liv harus menghadapi bullying yang dilakukan oleh Terrific Trio, 3 cowok cakep idola satu sekolah. 

Pada akhirnya, Liv harus membantu teman seangkatannya yang di bully sambil berusaha "menolong" Frans. Namun karena terlalu ikut campur, akhirnya Liv sendirilah yang menjadi korban.

Aku suka ceritanya. Dari awal sudah muncul beberapa konflik, yang meskipun konflik kecil namun membuat cerita menjadi lebih greget. Namun terkadang aku kesulitan memahami beberapa kalimat di dalam novel ini, mungkin karena ini adalah novel debut, jadi masih belum biasa membaca gaya berceritanya.

Ceritanya seru, horornya dapat, main detektif-detektifannya juga ada, dan ternyata ada ending yang tidak terduga. Sayang, 268 halaman terlalu sedikit untuk novel sekeren ini.

Tapi 

Aku berharap mbak Eve Shi meneruskan novel ini, mungkin bisa membahas tentang si Sosok Perempuan Berbaju Putih di toilet sekolah Liv? Aku penasaran, siapa perempuan ini? Kenapa dia berkeliaran di toilet? Apakah dia salah seorang siswi di sekolah itu?

3.5 bintang untuk novel ini :)