Scene on Three #2

Assalamualaikum :)  Tanggal 13, itu waktunya mengikuti meme Scene on Three yang di host oleh Mbak Bzee di blognya  Bacaan B.Zee . Yah, ...

Assalamualaikum :) 

Tanggal 13, itu waktunya mengikuti meme Scene on Three yang di host oleh Mbak Bzee di blognya Bacaan B.Zee. Yah, ini baru Scene on Three kedua setelah terakhir mengikuti tanggal 13 Oktober 2013. Maaf ya Mbak, absennya kelamaan ^^v.


Kali ini pengen menulis ulang sebuah adegan dari novel Amelia- Tere Liye di halaman 275,

... Mamak sungguh sedih melepas Kak Eli sekolah di Kota Kabupaten. Mamak selalu menyimpan sendiri perasaannya. Jika ia terlihat biasa, semua pekerjaan rumah beres, seperti ada atau tidak ada Kak Eli sama saja, maka itu karena Mamak ingin kami melihatnya demikian. Jika ia menatap datar di peron stasiun, sama sekali tidak menunjukkan perasaannya, karena ia ingin Kak Eli pergi dengan riang, tanpa beban pikiran.

Adegan di atas persis sekali dengan yang aku alami. Bedanya, bukan Mamak yang terlihat datar, tapi Bapak. Waktu pertama kali aku berangkat ke Solo sendirian, Bapak nemanin aku sampai di depan ruang tunggu. Lama sekali kami menunggu di situ. Bapak mengisi waktunya dengan menasihatiku dan menceritakan sebagian masa kecilnya. 

Bapak tidak menangis, malahan ketawa-ketawa selama bercerita. Tidak seperti Mama yang nangis-nangis pas aku mau pergi. Bapak biasa aja, nggak nangis. Bahkan tetap senyum ketika melihatku jalan sambil menangis ketika pesawatku mau berangkat.

Waktu itu aku mikirnya, apa Bapak nggak sedih ya kalo aku pergi. Dan pertanyaan itu kejawab setelah 3 semester. Oom ku diceritain sama Mamaku kalo sepulang dari Bandara, Bapak itu nangis sedih sekali. Bapak nggak nangis di depanku supaya nggak jadi beban untukku.

Terus adik cowokku, di hari aku berangkat, sempat-sempatnya sepagian itu dia pergi main. Tapi pas aku mau pergi, mendadak dia muncul. Mukanya lempeng aja, nggak keliatan sedih. Juga nggak pernah sms atau nelpon. Aku kira dia nggak ngerasa kehilangan atau gimana.

Dan setelah 3 semester, aku baru tau kalo dia juga ngerasa kehilangan. Aku lupa dengar dari dia atau dari siapa, yang jelas dia ngomong "kalo ada Mbak Dyah adek nggak terlambat sekolah ya. Masih bisa sarapan sama minum Milo dulu. Kalo nggak ada Mbak Dyah, adek pasti kelamaan di kamar mandi." Ternyata dia masih ngerasa kehilangan :")

Yah, begitulah. terkadang orang yang kelihatannya biasa aja, ternyata menyimpan emosi yang lebih besar. Mereka cuma nggak mau jadi pusat perhatian dan dianggap "lebay" dalam menunjukkan perasaannya. Jadi ya dipendam sendiri.

Maaf Mbak Bzee, malah jadi curhat. Pas nulis ini juga nangis loh :'D

Pengen ikutan Scene on Three? Ini dia caranya:
1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dalam suatu post.
2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
5. Meme ini diadakan setiap tanggal tiga, sesuai dengan ketersedian tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31). 

You Might Also Like

3 comment(s)

  1. Iyaah...ini benar sekali. Aku juga pernah ngalamin ini. Keluarga kita sebenarnya merasa kehilangan kita kalau kita jauh dari mereka. Dan memang mereka sering menyembunyikannya supaya kita tidak sedih *jadipengennangisjuga*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo nangis kak :D Iya, meskipun kelihatannya baik-baik aja, nggak ngerasa kehilangan, ternyata nangisnya pas kita udah pergi :D

      Delete
  2. Aku kayanya termasuk yg suka menyembunyikan perasaan deh :')

    ReplyDelete