[Review Novel] Cloud(y)

IDENTITAS BUKU : Judul :   Cloud(y) Author :   Achi TM Editor :   Th Arie Prabawati Setting :   Alek De...







IDENTITAS BUKU :

Judul :   Cloud(y)

Author :   Achi TM
Editor :   Th Arie Prabawati
Setting :   Alek
Desain Cover :   dan_dut
Korektor :   Krisworo
Penerbit :   Penerbit Andi
Tebal :   viii + 416 hal.
ISBN :   978-979-29-3232-4

SINOPSIS :
Mendung, sesuai namanya, selalu menjalani hari-hari penuh mendung. Abu-abu. Apalagi setelah kedua orangtuanya meninggal. Hanya Verani yang membuat hidupnya tak lagi sepi. Tapi, Verani pun menghempaskan hidup Mendung, dan membuatnya terpuruh lebih dalam.

Takdir membawa Mendung bertemu dengan Niki dan Niko, anak kembar yang lebih mirip kakak-adik. Kehadiran Niko membuat semangat Mendung kembali. Ia pu berjuang membangun bisnis impiannya. Meskipun tantangan selalu ada, justru dari sahabat karibnya.

Perlahan, cintapun bersemi di hati Mendung. Hanya untuk Niko. Sementara di saat yang sama, seorang cowok bermata elang menawarkan cintanya yang tulus. Akankah Mendung menerima cintanya? Akankah Mendung berhasil meraih impiannya?


REVIEW :
Mendung digambarkan sebagai seorang gadis pemurung dan bertambah 'kelam' semenjak kematian kedua orang tuanya. Satu-satunya keluarga yang tersisa pun seolah-olah mati. Dia memiliki seorang sahabat, Verani, yang memberikan warna baru dalam kehidupan Mendung yang hanya bewarna abu-abu. Namun sayangnya, Verani dan cinta pertama Mendung mengkhianati dirinya.

Lalu Mendung bertemu dengan sepasang anak kembar yang lebih mirip kakak-adik, Niko dan Niki. Bersama dengan Niko dan Niki lah Mendung mulai bangkit dari dunia kelamnya dan berusaha mewujudkan cita-citanya. Seiring berjalannya waktu, muncullah benih-benih cinta antara Niko dan Mendung.

Namun malangnya, masalah tidak pernah bosan untuk mampir dalam hidupnya, hingga ia jatuh berantakan. Namun ia tak pernah sendirian. Selalu ada Awan, laki-laki bermata elang yang selalu ada di saat Mendung sendirian, seolah-olah laki-laki itu terus mengawasinya.

Lalu, siapakah yang akan di pilih Mendung? Niko, laki-laki yang sangat ia cintai sekaligus motivator hidupnya, atau Awan, laki-laki bermata elang yang pelit bicara namun selalu ada saat Mendung membutuhkannya?

OPINI PRIBADI :
Aku pernah dua kali me-review dua novel ini dengan hasil yang berbeda. Review pertama aku tulis setelah aku selesai membaca, tanpa paksaan atau apapun. Review kedua aku tulis di bawah 'tekanan' challenge, sehingga aku ga menikmati novel ini. Untuk review ketiga ini, aku baca ulang novelnya, dan aku ngerasa ga bisa berhenti untuk ngebuka halaman berikutnya :)

Banyak nilai moral yang diselipin sama Mbak Achi. Nilai moral sebagai Wanita Timur yang mulai terlupakan dan digantikan dengan adat kebarat-baratan. Tentang bagaimana nilai ketimuran kita tetap dipertahankan Mendung di tengah kehidupan kota Metropolitan, meskipun ia dianggap norak dan ketinggalan zaman.

Aku menjabatnya dengan setengah malu, tepatnya hanya menyentuh ujung jarinya. Berjabat tangan dengan lelaki bukan kebiasaanku. Itu selalu yang diajarkan Ayah. Menjaga diri sebelum menikah. (hal 25)

Novel ini hanya mempunyai satu sudut pandang, yaitu sudut pandang Mendung. Sehingga bahasa dalam novel ini adalah formal dan baku, karena Mendung itu orangnya kaku hehe. Tapi untuk dialognya, terutama dialog Niki-Niko, bahasanya tetap gaul kok. 

Untuk alur yang digunakan adalah alur maju. Untuk menceritakan masa lalu, itu berasal dari dialog antar tokoh atau kenangan-kenangan yang diingat Mendung.

Ceritanya seperti biasa, gadis kaku yang akhirnya jatuh cinta pada motivator hidupnya, sedangkan ada orang lain yang juga menyukainya sejak lama, cinta segitiga gitu deh. Tapi cara mbak Achi menceritakannya itu keren. Baca cerita romantisnya mereka bertiga ini bikin gregetan banget deh. Soalnya semacam tarik-ulur gitu :3

Terus, cerita ini terpusat pada Mendung. Seingat ku, ga ada satupun adegan di novel ini yang tidak ada Mendung di dalamnya. Yah mungkin karena ini bener-bener dari sudut pandang Mendung, isi novel ini  pun banyak menceritakan tentang apa yang ada di pikiran Mendung, jadi semacam baca buku diary gitu.

Sekarang tentang typo. Typo itu salah ketik tulisan kan? Misalnya kita mau nulis 'bisanya', jadi ketulis 'bis anya'. Kayak gitu kan? hehe.

Kalo typo yang kayak gitu, aku ga nemuin di novel ini. Tapi ada beberapa kalimat yang janggal :
1. "Buku Cloudy best seller! Kita akan dikontrak lagiii!!!" jeritku. (hal 357).  Padahal yang best seller itu buku Cinta Di Atas Langit, bukan buku Cloudy.

2. Aku lupa di halaman berapa, yang jelas ada kalimat yang intinya bapaknya Niki-Niko itu gay. Padahal bapaknya itu normal, bukan seorang gay.

Untuk cover, aku ga begitu suka sih. Tapi aku suka judul novel ini, Cloud(y). Cloudy untuk Mendung, dan Cloud untuk Awan :)

Kalo boleh ngasih poin, aku kasih 1 poin untuk judul novel, 1 poin untuk nilai moral, 1 poin untuk ga bisa berhenti buka lembaran berikutnya, 1 poin untuk gregetan sama nuansa romannya, minus satu poin karena aku ga suka covernya, sama penggambaran rasa 'kehilangan', namun yang menurut ku, kurang menyentuh.



You Might Also Like

0 comment(s)