November 21, 2013

[Review Novel] Aku Tahu Kamu Hantu


IDENTITAS BUKU :
Judul : Aku Tahu Kamu Hantu
Penulis : Eve Shi
Penerbit : GagasMedia
Editor : Alit Tisna Palupi
Proofreader : Jia Effendie
Penata Letak : Landi A. Handwiko
Desain dan Ilustrasi Sampul : Levina Lesmana
Ilustrasi Isi : Tyo
Tebal : 268 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2013
ISBN : 979-780-652-9

SINOPSIS :
Aku di sini,
kamu bisa melihatku,
tetapi kamu tidak bisa mendengarku.
Aku tahu kamu bingung,
tetapi yakinlah...
aku tidak pernah bermaksud jahat.
Aku hanya ingin meminta tolong,
karena kamulah satu-satunya orang
yang bisa memecahkan teka-teki ini.
Jika kamu melihatku lagi,
tolong jangan berpaling.
Semoga kamu mnegerti isyaratku.

REVIEW :
Awalnya sama sekali ga ada niatan beli novel ini, karena rasanya udah tertanam opini di kepala, kalo novel horor Indonesia itu ga serem. Horornya cuma tempelan, jadi jangan beli, percuma.

Tapi akhirnya pas ke Gramed, sambil nunggu, iseng baca novel ini. Eh ternyata suasana horor nya emang dapat banget. Meskipun waktu itu suasana Gramed sedang rame banget. Pas udah mau pulang dan novel ini baru di baca di bagian depannya, akhirnya dengan sukacita membelinya juga.

Sampai kost langsung dibaca, dan ketika bangun keesokan harinya langsung baca sampai tuntas. Soalnya penasaran :D

Kita mulai dari cover. Sampai saat ini, aku ga ngerti maksud bunga mawar pada cover nya. Ada yang mau ngasih tahu? Dan kalo Kak Duwi nggak bilang ada gambar tengkorak di tengah-tengah mawarnya, aku ga bakalan sadar sampai sekarang -__-

Terus masuk ke dalam buku, tentang ilustrasi tanda pergantian bab. Di bab pertama atau hari pertama, tampak seorang anak laki-laki kurus, tinggi, berjalan ke arah kita dengan wajah menunduk. Dan semakin bertambahnya bab, anak laki-laki itu kian mendekat dan semakin menampakkan wajahnya. Sumpah ya, yang bab terakhir itu ilustrasinya serem banget. Jadi takut sendiri -_-

Kalo teman-teman baca novel ini, teman-teman bakalan tahu maksud dari ilustrasi ini. Jadi, baca aja :)

Cerita bermula di hari ulang tahun Liv yang ke-17. Dia mulai bisa melihat seseorang yang semestinya tidak ada. Ngerti maksud ku? Ya, hantu. Di ulang tahunnya yang ke-17, Liv diberi "hadiah" bisa melihat makhluk halus atau hantu.

Nah, mulai hari itu, Liv bisa melihat sesosok perempuan berbaju putih di toilet sekolahnya, Chandra, anak tetangganya yang mengalami kecelakaan dan meninggal, di datangi Frans, teman sekolahnya yang menghilang entah kemana sewaktu di sekolah.

Mereka menampakkan wujudnya di hadapan Liv karena mereka ingin meminta bantuan Liv. Mungkin saja mereka sudah meninggal namun jasadnya belum di makamkan secara layak, dan berharap Liv menemukan jasad mereka.

Namun masalah belum berhenti disitu. Belum lagi masalah hantu selesai, Liv harus menghadapi bullying yang dilakukan oleh Terrific Trio, 3 cowok cakep idola satu sekolah. 

Pada akhirnya, Liv harus membantu teman seangkatannya yang di bully sambil berusaha "menolong" Frans. Namun karena terlalu ikut campur, akhirnya Liv sendirilah yang menjadi korban.

Aku suka ceritanya. Dari awal sudah muncul beberapa konflik, yang meskipun konflik kecil namun membuat cerita menjadi lebih greget. Namun terkadang aku kesulitan memahami beberapa kalimat di dalam novel ini, mungkin karena ini adalah novel debut, jadi masih belum biasa membaca gaya berceritanya.

Ceritanya seru, horornya dapat, main detektif-detektifannya juga ada, dan ternyata ada ending yang tidak terduga. Sayang, 268 halaman terlalu sedikit untuk novel sekeren ini.

Tapi 

Aku berharap mbak Eve Shi meneruskan novel ini, mungkin bisa membahas tentang si Sosok Perempuan Berbaju Putih di toilet sekolah Liv? Aku penasaran, siapa perempuan ini? Kenapa dia berkeliaran di toilet? Apakah dia salah seorang siswi di sekolah itu?

3.5 bintang untuk novel ini :)

No comments:

Post a Comment

Visitors

Flag Counter

BBI No. 1310185

Reading Challenge 2017

2017 Reading Challenge

Dyah has read 2 books toward her goal of 50 books.
hide