Aku dan Buku

Assalamualaikum :) Selamat malam teman-teman. Dalam rangka merayakan Hari Buku Sedunia, BBI punya proyek kecil-kecilan nih. Idenya adal...

Assalamualaikum :)

Selamat malam teman-teman. Dalam rangka merayakan Hari Buku Sedunia, BBI punya proyek kecil-kecilan nih. Idenya adalah tentang kecintaan kita terhadap buku, buku pertama yang kita suka, foto kita bersama lemari buku, atau apapun itulah. Intinya ya tentang buku :)


Nah entah dapat wangsit apa, tiba-tiba aku pengen ikutan proyek ini. Setidaknya postingan ini bisa menutupi rasa bersalah karena nggak bisa menulis review. Udah baca, udah siap di kepala apa yang mau ditulis, tiba nulis malah mentok :")

Baiklah sekian basa-basinya, sekarang kita langsung aja. Jadi bentuk postingan ini semacam wawancara sama diri sendiri. Soalnya nggak pernah ada yang mau nge-wawancara sih x)

Kapan awal mula menyukai buku atau membaca?

Nah kapan awalnya aku nggak tau. Yang aku ingat, dulu pas masih kecil aku sering maksa Mama untuk baca majalah. Kata Mama, aku selalu maksa Mama buat baca majalah, supaya Mama tetap bisa di sampingku. Menurut cerita Mama, dulu aku sering milihin majalah buat Mama, terus ngebukain halaman demi halaman sambil melihat gambar-gambarnya. Dan itu dilakukan hampir setiap hari.

Yah, mungkin itu awal mula aku menyukai buku atau membaca :)

Kapan mulai ngoleksi buku?

Kalo ngoleksi buku (novel) sih semenjak SMP atau SMA? Tapi semenjak SD, Mama suka beliin aku majalah Bobo. Terus pas SMP kelas 1, di dekat rumahku ada rental komik yang juga menjual majalah kadaluarsa. Majalah kadaluarsa disini maksudnya majalah yang udah lewat masa terbitnya, dan udah muncul edisi baru. Nah waktu itu ada banyak majalah, yang aku ingat cuma Bobo, Girls, dll. Harganya Rp 2000/majalah. Jadilah beberapa hari sekali aku mampir kesana buat beli majalah.

Nah pas kelas 2-3 SMP, di dekat rumahku juga, ada yang jual komik-komik murah. Harganya Rp 3000/komik. Ada Doraemon, Conan, dll. Jadinya aku milih nggak jajan selama sekolah, terus kalo udah kekumpul duit 6000, langsung cus beli dua komik sekaligus hahaha.

Selain itu, ada tetangga yang sering ngasih koran bekas ke rumah. Dan ada banyak banget koran Kompas. Dulu di koran Kompas hari minggu, selalu ada 2 lembar Kompas Anak. Jadi di 2 lembar itu isinya ya beragam, intinya buat anak-anak, salah satunya cerpen. Jadi kalo udah ada tumpukan koran baru itu aku seneng banget. Langsung misahin bagian Kompas Anak-nya. Setelah selesai dibaca semua, bagian cerpennya aku guntingin terus dikumpulin. Jadilah aku punya kumpulan cerpen dari Kompas Anak :)

Lama-kelamaan kan koleksi majalah, cerpen dan komikku banyak. Nah suatu hari pikiran dagangku jalan. Aku mau nyewain majalah, cerpen, sama komik ke teman-temanku. Jadilah buat brosur dengan modal kertas HVS dan spidol warna. Terus di tempel di depan warungku. Waktu itu sempat dimarahi Mama sama Bapak, tapi saat itu juga langsung ada temanku yang nyewa majalah ke rumah. Jadi Bapak sama Mama cuma geleng-geleng kepala :D

Yah, tapi itulah. Mungkin karena Mama sama Bapak nggak setuju, akhirnya rencanaku gagal. Yang minjem cuma satu orang dan cuma satu kali, pula XD

Gimana cara mengoleksi novel pertama kali?

Awal aku ngoleksi novel itu antara SMP atau SMA. Entahlah aku lupa. Intinya ya aku ngumpulin uang, terus kalo pas jalan dan ada novel yang aku pengen ya dibeli. Tapi nggak sering. Mungkin sebulan sekali. Atau bahkan dua bulan sekali.

Aku ingot novel pertama yang aku beli (kalo nggak salah) itu adalah The Chronicles of Narnia : The Voyage of The Dawn Treader karangan C.S. Lewis. Aku beli itu pas kelas 1 SMP. Dan waktu yang aku butuhkan untuk namatin tuh novel adalah sebulan lebih hahaha. Waktu itu susah untuk paham sama bahasanya.

Kapan timbunan koleksi bukumu meningkat drastis?

Jujur koleksi bukuku meningkat drastis itu ketika kuliah. Ya, sekarang :D

Awalnya itu penasaran sama Sriwedari yang menjual buku-buku bekas. Setelah kesana, ternyata nggak banyak buku yang aku suka. Terus mulai tahu online shop buku yang murah meriah, mulai kepincut dua kali. Terus ada teman sekampus yang menjual novel-novel asli tapi murah, akhirnya sering ngepoin dia. Ada juga pas bazar buku, disitu juga aku kepincut beli. Padahal aku salah satu penjualnya :p

Udah gitu, semenjak pertengahan tahun lalu, aku mulai kenal sama Blogger Buku Indonesia. Mulanya tahu dari giveaway yang diadain oleh salah satu blog. Terus blogwalking ke blog-blog lain, dan tertarik gabung. Akhirnya aku gabung di bulan Oktober 2013.

Semenjak ikut BBI, bacaanku jadi semakin berkembang. Dulu hanya menyukai cerita yang ringan dan menghibur ala teenlit. Tapi semakin kesini, aku semakin suka novel terjemahan, suka genre thriller, horor, terutama dystopia, dll. Semenjak ikut BBI juga aku semakin sering mengikuti giveaway-giveway buku, dan alhamdulillah, ada beberapa yang menang :D Lumayan bisa nambah koleksi buku.

Semenjak ikut BBI juga aku mulai me-review buku yang aku baca. Yah, memang masih amatiran dan masih banyak harus belajar dari orang lain dan beberapa member yang keren banget kalo membuat review. Selain itu aku mulai membiasakan membawa buku kemanapun aku pergi. Minimal satu buku bacaan ada di tas. Karena bagiku, buku itu teman yang setia banget. Dia bisa membuat kita melupakan sejenak hari-hari yang berat. Buku juga membuat aku ngerasa nggak pernah sendirian, selalu punya teman. Setidaknya meskipun aku sendirian, aku punya buku *pelukbuku* :')

Terus sekarang buku-bukunya diapain?

Ya dipajang :D Sama kalo ada teman yang mau minjem ya silakan, asalkan dijaga baik-baik. Toh aku juga sering minjem kok haha. Dan rasanya buku itu lebih berharga kalo dia dibaca orang lain, bukan hanya jadi sekedar pajangan semata.

Suka-dukanya menjadi seorang "kutu buku"?

Pertama sukanya ya. Aku jadi lebih mengenal cerita-cerita lain, dunia-dunia ajaib, cowok-cowok yang sifatnya bikin meleleh, yang nggak bakal diketahui orang lain kalo mereka tidak membaca. Dari beberapa buku juga aku jadiin referensi waktu menjawab soal-soal ujian mata kuliah Strategi Belajar Mengajar, Ilmu Kependidikan, Teknologi Pembelajaran, dll. Terima kasih buku, kalian membuat "mengarang indah" ku menjadi "indah" *kekepbuku* :")

Terus ada dukanya juga. Sebagian orang-orang menganggapku anti-sosial, karena aku lebih memilih duduk diam membaca buku daripada ketawa-ketawa bareng mereka. Padahal aku cuma takut. Sekarang emang ketawa-ketawa bareng, tapi suatu saat nanti mereka pasti pergi dan "melupakan" semuanya. Mereka bisa "move on" dengan mudah dari teman-temannya, tapi aku nggak.

Terus ada juga yang usil. Gara-gara aku sering baca novel pas jam kosong kuliah, ada yang nyeramahin aku. "Kok kamu baca novel terus sih? Emangnya tugasmu udah selesai?" Sayangku, aku tau apa yang kukerjakan. Aku tau kapan aku harus buat tugas dan berapa lama perkiraan untuk menyelesaikannya. Jadi, jangan usil gitu ya :)

Terus tadi yang terakhir. Ada seseorang yang bilang soal kutu buku. Aku nggak terlalu jelas ngedengarnya sih, tapi intinya, orang yang keliatan rajin baca buku itu bagus. Tapi jadi KUTU itu nggak bagus kan? Meskipun itu kutu buku. Waktu itu aku cuma ngebatin, "aku kutubuku dan aku bangga. Terserah apapun yang mau orang lain katakan. Who cares."

Yah, sekian postinganku kali ini. Maaf kalo kepanjangan dan malah banyak curhatan. Terima kasih sudah mau membaca.

Happy World Book Day, guys! :)

You Might Also Like

0 comment(s)