June 14, 2014

[Review Novel] White Fang


IDENTITAS BUKU :
Judul : White Fang
Penulis : Jack London
Penerbit : GagasMedia
Penerjemah : Harisa Permatasari
Tebal : 329 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2014
ISBN : 979-780-700-2
Get from : Arisan buku GagasMedia dan Bukune
Bisa dibeli di : bukabuku.com 

SINOPSIS :
Ia adalah anjing separuh serigala. Ia menghirup udara kali pertama dalam sebuah gua di antartika yang membeku, di tengah-tengah bencana kelaparan yang mengambil nyawa semua saudara sekandungnya. Di dunianya yang sunyi, ia harus mengikuti aturan keras di Utara -- membunuh, atau terbunuh.

Kemudian, manusia menangkap ia dan ibunya. Manusia mengajari White Fang untuk membenci. Ia dipukuli, disiksa, diserang. Ia dibeli, dijual lagi, lalu dilatih membunuh dalam permainan berdarah. Ia tidak pernah bersentuhan dengan kebaikan. Ia menjadi makhluk berbahaya yang dikuasai amarah. Hingga, seorang pria melihat hal lain dalam diri White Fang. Satu-satunya orang yang cukup berani untuk menawari White Fang kehidupan baru. Namun, apakah seekor serigala tahu arti kata "harapan"? Dapatkah makhluk yang penuh kebencian mengenal kata "cinta"?

REVIEW :
Buku ini aku dapatkan dari arisan buku GagasMedia dan Bukune bulan lalu, dan baru mulai dibaca tanggal 28 Mei kemarin. Jujur, awalnya udah semangat banget baca buku ini. Apalagi setelah membaca tweet seseorang yang sepertinya sangat menyukai buku ini. Tapi entah kenapa, di awal membaca aku benar-benar kesulitan memahami kata-katanya. Susah sekali mengimajinasikan deskripsi yang diberikan. Akibatnya, buku ini pun tertunda dibaca.


Hingga seminggu yang lalu Mbak Vina memberikan deadline seminggu untuk mengirimkan review buku ini ke email. Dan aku baru benar-benar mulai membacanya itu kemarin.

Sama dengan sebelumnya, bagian awal begitu sulit dipahami. Ada beberapa kata yang terlalu "tinggi", dan aku ga tau apa artinya. Tapi ketika "dipaksakan" membaca dan tiba di bagian pertengahan, aku mulai menyukainya. 

Bahasanya masih terkesan kaku, tapi bisa dipahami. Ceritanya juga "menagih", aku selalu penasaran dengan apa yang bakal dihadapi oleh si White Fang. Terpana dengan bagaimana cara White Fang belajar, memahami dan beradaptasi dengan Alam Liar. 

Aku lupa pernah membaca buku dengan "sudut pandang" hewan atau tidak, tapi aku suka dengan buku ini. Ditulis dengan sudut pandang orang ketiga dan lebih banyak menceritakan dari segi White Fang. Bagaimana seekor serigala yang seharusnya liar ternyata punya keinginan untuk setia pada tuannya. Yah meskipun sebenarnya si White Fang ini anjing separuh serigala, sih.

Udah gitu lumayan terharu dengan bagaimana cara White Fang melindungi diri dari segala musuhnya, apalagi ketika dia dibeli oleh si Beauty Smith. Beauty Smith yang kejam, dan kejamnya lagi White Fang dijadikan  Si Serigala Petarung.

Dengan mengabaikan bagian awal dan tetap membaca, buku ini lumayan menarik. Kita bisa belajar dari si White Fang. Bagaimana gigihnya ia dalam mempertahankan hidup, bagaimana memperlakukan orang yang jahat dan baik terhadap kita, dan yang paling menarik, bagaimana cara beradaptasi.

Ada satu hal yang lucu tentang adaptasinya White Fang. Insting serigala jika bertemu sekumpulan ayam adalah menyerang dan memakannya. Tapi karena perintah "tuannya", White Fang bisa bertahan di dalam kandang yang penuh dengan ayam tanpa melukai seekor ayampun XD

4 bintang untuk White Fang :)


No comments:

Post a Comment

Visitors

Flag Counter

BBI No. 1310185

Reading Challenge 2017

2017 Reading Challenge

Dyah has read 2 books toward her goal of 50 books.
hide