Lanjut ke wrap up post kedua di pagi ini. Kali ini adalah rekapan dari Indonesian Romance Reading Challenge-nya Mbak Sulis diKubikel Romance. Awalnya sih niat banget ikutan RC ini, berhubung sebagian besar buku yang kubaca ber-genre romance. Tapi masalah datang waktu malas membuat review, padahal (seingatku) syaratnya adalah membuat review buku yang dibaca.
Level awal yang diambil adalah Married: 31+ buku. 31 bukunya sih kecapai, review bukunya itu yang nggak kecapai -_- Dan inilah rekapan buku untuk IRRC 2014:
1. Tunangan? Hm... [Agnes Jessica]
2. Tongkat Ajaib Lolita #3: Happily Ever After [Karla M. Nashar]
Dari daftar di atas, beberapa buku pernah dibaca ulang dan daftarnya ga urut. Dari segi jumlah sih target tercapai, tapi kalo dari review ya gagal total ._. Pesan yang bisa diambil, kalo ngambil target jangan ketinggian XD
Selamat pagi teman-teman. Ga terasa ya udah di akhir Desember aja. Rasanya baru kemaren bikin resolusi tahun baru, semangat ngikutin beberapa RC. Dan sekarang waktunya bikin rekapan untuk New Authors Reading Challenge dari mbak Ren di Ren's Little Corner. Untuk RC ini awalnya aku ngambil level Middle: 15-30 buku, dan total buku yang dibaca adalah 31. Berarti target tercapai x)
Dan inilah daftar buku untuk NARC selama tahun 2014:
Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekedar fan. Simon Snow adalah hidupnya!
Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.
Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya!
Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.
Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil.
Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?
REVIEW:
Halo teman-teman kalian pada tahu Penerbit Haru kan? Penerbit yang memfokuskan diri untuk menerbitkan buku-buku terjemahan dari Asia dan ada pula buku lokal Indonesia. Udah pada tahu juga kan kalo Penerbit Haru ini punya adik? Namanya Penerbit Spring—yang fokus pada penerbitan buku-buku berkualitas dari Negara Barat.
Nah Fangirl adalah anak pertama dari Penerbit Spring yang terbit bulan November ini. Jadi saya ingin berterima kasih pada Penerbit Spring yang memberikan kesempatan menjadi reviewer buku ini ^^.
*
Pertama soal cover. Rasanya hampir semua orang suka dengan cover Fangirl ini. Kalem dan kelihatan 'buku' banget. Ada Cath yang sibuk menulis fanfiksinya dan Levi yang setia menemani Cath. Ditambah dengan buku-buku yang bertuliskan Simon Snow, menunjukkan bahwa Cath adalah fans berat si penyihir. Yang paling aku suka dari cover ini adalah bagian judul yang juga jadi pembatas bukunya. Bagus sekali! Semoga Penerbit Spring membuat pembatas buku yang sama (atau bahkan lebih) keren untuk buku-buku berikutnya :)
Untuk alur ceritanya agak lambat. Tapi anehnya aku tak bosan untuk membalik halaman berikutnya meski mencuri baca di tengah deadline tugas dan ujian yang menumpuk. Penasaran banget dengan masalah yang Cath hadapi semenjak ia memasuki tahun pertama kuliahnya dan bagaimana cara ia mengatasinya. Mulai dari Wren—saudari kembar—yang tak mau sekamar dengannya, mendapat teman sekamar yang jutek abis dan suka membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang memanfaatkannya, Profesor Penulisan Fiksi yang tidak menyukai fanfiksi, kondisi ayahnya yang labil, ibu yang meninggalkannya sejak kecil dan tiba-tiba kembali, dan yang paling parah, Cath mulai menyukai Levi—pacar teman sekamarnya.
Menggunakan sudut pandang orang ketiga, namun dari awal hingga akhir selalu diceritakan dari sudut pandang Cath. Entah kenapa nggak menggunakan sudut pandang pertama saja.
Kemudian dari segi penokohan. Ada Cath yang seorang introvert, tidak suka bergaul atau keramaian, lebih suka menyendiri di kamar daripada mendatangi pesta bersama saudari kembarnya. Lalu ada Reagan, teman sekamar Cath yang jutek abis tapi ternyata peduli. Ada Levi, yang Cath anggap sebagai mantan pacar Reagan yang tidak suka membaca. Dan ada Wren, saudari kembar Cath yang berusaha menjadi "gaul" dengan memilih mengikuti pesta dan minum-minum daripada membuat fanfiksi bersama Cath. Tokoh-tokoh di novel ini nggak ada yang loveable, kecuali Levi. Apalagi si tokoh utamanya—Cath. Tapi inilah yang membuat novel ini menjadi lebih "nyata".
Untuk ceritanya sendiri meskipun konfliknya seputar kehidupan sehari-hari, tapi cara Penulis menceritakannya bagus sekali. Banyak juga selipan pesan moral di dalamnya, salah satunya adalah semua orang punya kesempatan dan kemampuan untuk menuliskan ceritanya sendiri.
Selain itu aku suka banget dengan cerita cintanya Levi dan Cath, manis dan tidak menye-menye. Seolah keduanya saling menutupi kekurangan satu sama lain. Cath yang membacakan cerita dan pelajaran untuk Levi, serta Levi yang selalu ada di saat Cath membutuhkannya.
Namun ada beberapa hal yang sedikit mengganggu. Misalnya font tulisan yang berganti-ganti—meskipun maksudnya untuk membedakan antara kehidupan nyata dengan fanfiksinya Cath—tapi rasanya itu sangat mengganggu, ditambah tulisannya yang terlalu rapat. Selain itu terjemahannya, meskipun tidak kaku namun ada beberapa kata yang rasanya tidak pas.
Ini buku pertama dari Penerbit Spring dan Rainbow Rowell yang saya baca, dan rasanya puas. Saya berharap Penerbit Spring bisa menerbitkan buku-buku berkualitas lainnya dan mempertahankan keindahan cover-nya x)
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.
Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi. . .
Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?
REVIEW:
Shiraishi Itsumi meninggal! Ya, ketua klub sastra yang cantik rupawan itu meninggal sambil menggenggam bunga lily, yang diduga sebagai pesan kematian korban.
Malam ini, acara Yami-nabe kembali dilaksanakan di salon. Dalam kegelapan, satu persatu anggota klub sastra membacakan naskah untuk mengenang kematian ketua klub sastra mereka. Siapa sangka masing-masing naskah berisi tuduhan pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh anggota klub sastra lainnya?
Sebenarnya, apa maksud bunga lily yang dibawa Itsumi? Siapa tersangka dibalik kematiannya?
Begitu banyak rahasia yang ada di sekitar kita...
**
Aku suka ide cerita dan cara penyampaiannya. Alur campuran dan bahasanya pun mudah dipahami. Penulis sangat lihai membentuk karakter Itsumi yang "sempurna" di pikiran pembaca. Penulis juga bisa membuat kita percaya kepada setiap naskah yang dibacakan, yang pada akhirnya membuat kita sangat penasaran. Siapa sebenarnya pembunuh Itsumi.
Sepanjang membaca kita dibawa menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi, mana naskah cerita yang benar, dan ternyata endingnya sangat mengejutkan!
Puas sekali membaca buku ini sampai nggak tau lagi harus nulis apa. 5 bintang untuk bunga lily :")
Firasat itu sebenarnya sudah ada, satu persatu dialami oleh Melisa, tetapi ia tak mengenali tanda-tanda. Ternyata saat itu adalah detik-detik terakhir perjumpaan dengan Nanda, suaminya. Mereka terpaksa harus berpisah sebelum sempat menikmati lebih lama lagi malam pengantin.
Orang bilang ada masanya pergi dan ada masanya datang. Itulah yang dialami Melisa. Di ujung penantiannya menunggu kabar dari Nanda, di saat ia tengah berjuang melahirkan buah cintanya dengan Nanda, jerit tangis kelahiran bayinya mengiringi sang ayah yang tengah berjuang seorang diri dari kerasnya hempasan deburan ombak. Belum sempat Nanda menatap cantik paras wajah bayi perempuannya yang lahir, ia berada antara hidup dan mati terapung-apung di tengah lautan Alaska.
Kepada siapa Nanda menitipkan segala kerinduannya itu?
REVIEW:
Memang benar kepercayaan itu dibutuhkan dalam hubungan jarak jauh. Melisa dan Nanda yang baru saja menikah harus kembali berpisah karena tugas Nanda sebagai ABK di kapal pesiar Sapphire Blue. Melisa yang "masih membutuhkan belaian kasih sayang dari suami" pun merasa kesepian. Di saat itulah Brandon -- mantan pacar Melisa, mulai muncul di kehidupan Melisa. Bermula dari curhat-curhatan, Brandon mulai berani mengantar jemput Melisa bekerja.
Melisa pun mulai jarang memberikan kabar ke Nanda. Akhirnya Nanda menghubungi ibunya yang tinggal serumah dengan Melisa dan menanyakan kabar Melisa. Dari ibunyalah Nanda tau bahwa Melisa telah selingkuh dengan Brandon.
Patah hati, Nanda pun tidak pernah memberi kabar lagi. Dia mulai sering curhat dengan Christina -- gadis Ukraina yang bekerja sebagai waiter di Sapphire Blue. Kepada Christina-lah Nanda menceritakan betapa ia mencintai istrinya.
Dua bulan berlalu, ternyata Melisa hamil anaknya Nanda. Ia pun bertekad untuk tidak terlalu dekat dengan Brandon. Biarlah Brandon hanya menjadi masa lalunya saja. Berulang kali ia menghubungi Nanda tapi tak pernah ada balasan, hingga saatnya ia melahirkan anak pertamanya yang cantik rupawan. Tanpa kehadiran Nanda, bahkan tanpa ada kabar apa pun dari Nanda.
Malangnya Melisa, setelah ia melahirkan dia mendapatkan kabar bahwa kapal pesiar yang ditumpangi suaminya mengalami kecelakaan. Dan nama suaminya tertera pada daftar korban yang tewas.
**
Rasanya ini buku pertama yang banyak kutandai ketika membaca. Kita bahas soal kekurangannya dulu ya.
Buku ini nggak ada editornya? Banyak sekali kesalahan ketik, kata yang "menyelip" dan kata yang "hilang".
Diantaranya:
- hal 2: ... Melisa berkata, "Rasanya..." -> harusnya R-nya huruf kecil kan?
- hal 5: menjentikan -> kurang huruf k.
- hal 18: ...segala mengenenai Brandon. -> mungkin harusnya ada kata "hal" setelah kata "segala".
- hal 37: ...sikap Brandon tampak cuek dan acuh saja... -> konteksnya tidak peduli, harusnya tak acuh.
Terus ada beberapa kata yang agak janggal, seperti: "sangat terkaya", "teriknya panasnya", dan "ibu kota Jakarta" (hal: 20).
Aku juga bingung dengan alurnya. Tidak ada pemisah atau tanda antara alur maju dengan alur mundurnya. Juga soal perhitungan hari atau waktu yang rasanya aneh dan aku masih ga paham sampai sekarang.
Buku ini kan menggunakan POV 1 dari sudut pandang Melisa, Nanda, dan ada dari Christina dan Brandon yang dipisahkan tiap bab. Tapi di tengah-tengah cerita, misal dari POV Melisa, tiba-tiba bisa berubah menjadi POV 3, lalu balik lagi ke POV Melisa. Aku bingung :"(
Oke, sekarang masuk pada kelebihannya. Udah nggak diragukan lagi kalo cover buku ini bagus sekali. Dan aku juga baru mendengar istilah "Long Distance Bride" :D
Kedua dari segi cerita, aku suka ceritanya. Meskipun kurang konflik sehingga terkesan datar namun aku suka beberapa hal yang ternyata cukup mengejutkan dan tidak seperti yang aku bayangkan.
Ketiga, penulis memberikan deskripsi tentang beberapa tempat dan gambaran singkat mengenai pekerjaannya di kapal pesiar tersebut. Sebagai ABK di kapal pesiar wannabe ini, aku jadi punya sedikit gambaran xD
Selamat siang teman-teman :D Aku baru selesai baca postingan Mbak Sulis tentang [Book Tag] Social Media ini dan tertarik buat ikutan. Jadi langsung aja ya :)
Twitter : Your favoriteshortest book. (@dyahmuawiiyah)
Dua Pasang Mata by Alexandra Leirissa Yunadi dengan tebal 280 halaman (termasuk tipis kan ya?). Suka sama novel ini karena meskipun bukunya tipis tapi menyetuh banget dan bikin nangis setiap dibaca :")
Facebook : A book everyone pressured you into reading. (Dyah Muawiyah)
Ini maksudnya banyak orang yang maksa-maksa kita untuk membaca buku ini? Derita bahasa inggris-ku yang hancur -_- Kalo maksudnya itu, berarti buku The Fault in Our Stars by John Green. Sebenarnya nggak ada yang maksa. Tapi melihat review teman-teman yang bagus dan salah seorang teman yang pengen banget baca buku ini (padahal dia nggak suka baca), jadi tergoda dan akhirnya ikutan baca :D
Tumblr : A book you read before it was cool.
Kayaknya nggak ada deh. Soalnya aku sering ketinggalan informasi soal buku-buku keren, jadi bacanya selalu terakhiran :")
Myspace : A book you don't remember whether you liked or not.
Sama kayak mbak Sulis, aku sering lupa dengan isi ceritanya tapi nggak lupa dengan ratingnya hehe.
Instagram : A book that was so beautiful that you and to instagram it. (@dyahmuawiyah)
Buku The Time-Traveling Fashionista #1: on Board the Titanic by Bianca Turetsky. Cover-nya bagus banget apalagi ada gambar Titanic-nya :p
Youtube : A book you wish would be turned into a movie.
Buku The Chronicles of Audy: 4R by Orizuka. Pengen banget ngelihat kocaknya 4R + Audy :D
Goodreads : A book you recommend to everyone. (Dyah Muawiyah)
Amelia by Tere Liye. Bagi yang ingin memahami dunia anak-anak dan besarnya kasih sayang seorang ibu :")
Tak terasa sekarang udah September aja. Semoga bulan ini bisa membaca buku lebih banyak, mengingat dua bulan terakhir hanya membaca dua buku -_-
Agak malu sebenarnya mau bikin postingan ini, berhubung hanya satu buku yang bisa di masukkan ke sini. Yah tapi tak apalah. Mungkin aja dua bulan ini bisa menutupi dua bulan sebelumnya ._.
JULI
-
AGUSTUS
- 3600 detik by Charon
Total buku yang dibaca untuk NARC selama dua bulan ini adalah satu -_- ditambah 6 bulan sebelumnya aku udah menyelesaikan 23 buku. Berarti sudah membaca 24 buku dari target Middle: 15-30 buku.
Halo laptop, halo internet!!! Senang banget rasanya bisa internetan di laptop lagi. Setelah modem kehabisan pulsa, ditambah dia sedikit manja sampai tak terdeteksi di laptop manapun. Untunglah pagi ini dia sudah "sembuh" x)
Merasa bersalah banget karena udah mengabaikan blog ini sejak lama. Review terakhir entah di bulan apa. Sisanya adalah postingan meme atau update reading challenge. Ya intinya maafkan saya hehe.
Dan selamat hari selasa di awal bulan September ini. Semoga September ini lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Terutama dalam membaca, karena dua bulan terakhir saya hanya menyelesaikan dua buku -_-
Baiklah tak usah berbasa-basi lagi. Ini dia rekap bacaanku selama sebulan terakhir.
BUKU YANG DIBACA SELAMA AGUSTUS 2014
1. The Hunger Games #3: Mockingjay by Suzanne Collins (baca ulang)
2. 3600 detik by Charon (ebook)
BUKU YANG SEDANG DIBACA
1. The Time-Traveling Fashionista #1: on Board the Titanic by Bianca Turetsky
2. Girls in the Dark by Akiyoshi Rikako
BUKU YANG AKAN DIBACA SELAMA SEPTEMBER 2014
1. Pre Wedding Rush by Okke 'Sepatumerah'
2. Moby Dick by Herman Melville
Berarti total buku yang akan dan sedang dibaca untuk September ini adalah 4 buku, dan semuanya bisa dimasukkan dalam NARC 2014 XD
Oke, sekian Telling Tuesday untuk bulan ini. Pengen ikutan? Yuk mampir ke blognya kak Yuca di The Little Present :)
Yah ketinggalan Telling Tuesday Juni dan Juli gara-gara asyik menunda, akhirnya kelupaan sama sekali. Padahal udah buat postingannya, jadi dirangkap sekarang aja yak :D