Showing posts with label Review 2014. Show all posts
Showing posts with label Review 2014. Show all posts

November 1, 2014

[Review Novel] Fangirl

10:05 PM 2 Comments


IDENTITAS BUKU:
Judul: Fangirl
Penulis: Rainbow Rowell
Penerbit: Penerbit Spring
Penerjemah: Wisnu Wardhana
Penyunting: NyiBlo
Proofreader: Dini Novita Sari
Design Cover: Bambang 'Bambi' Gunawan
Ilustrasi Isi: @teguhra 
Tebal: 453 halaman
Terbit: Cetakan pertama, November 2014
ISBN: 978-602-71505-0-8
Status Buku: Buntelan dari Penerbit Spring
Harga: Rp 62.900 di owlbookstore.co.id 

SINOPSIS:
Cath dan Wrensaudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekedar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya!

Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil.

Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?


REVIEW:
Halo teman-teman kalian pada tahu Penerbit Haru kan? Penerbit yang memfokuskan diri untuk menerbitkan buku-buku terjemahan dari Asia dan ada pula buku lokal Indonesia. Udah pada tahu juga kan kalo Penerbit Haru ini punya adik? Namanya Penerbit Spring—yang fokus pada penerbitan buku-buku berkualitas dari Negara Barat.

Nah Fangirl adalah anak pertama dari Penerbit Spring yang terbit bulan November ini. Jadi saya ingin berterima kasih pada Penerbit Spring yang memberikan kesempatan menjadi reviewer buku ini ^^.

*

Pertama soal cover. Rasanya hampir semua orang suka dengan cover Fangirl ini. Kalem dan kelihatan 'buku' banget. Ada Cath yang sibuk menulis fanfiksinya dan Levi yang setia menemani Cath. Ditambah dengan buku-buku yang bertuliskan Simon Snow, menunjukkan bahwa Cath adalah fans berat si penyihir. Yang paling aku suka dari cover ini adalah bagian judul yang juga jadi pembatas bukunya. Bagus sekali! Semoga Penerbit Spring membuat pembatas buku yang sama (atau bahkan lebih) keren untuk buku-buku berikutnya :)

Untuk alur ceritanya agak lambat. Tapi anehnya aku tak bosan untuk membalik halaman berikutnya meski mencuri baca di tengah deadline tugas dan ujian yang menumpuk. Penasaran banget dengan masalah yang Cath hadapi semenjak ia memasuki tahun pertama kuliahnya dan bagaimana cara ia mengatasinya. Mulai dari Wren—saudari kembaryang tak mau sekamar dengannya, mendapat teman sekamar yang jutek abis dan suka membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang memanfaatkannya, Profesor Penulisan Fiksi yang tidak menyukai fanfiksi, kondisi ayahnya yang labil, ibu yang meninggalkannya sejak kecil dan tiba-tiba kembali, dan yang paling parah, Cath mulai menyukai Levi—pacar teman sekamarnya.

Menggunakan sudut pandang orang ketiga, namun dari awal hingga akhir selalu diceritakan dari sudut pandang Cath. Entah kenapa nggak menggunakan sudut pandang pertama saja. 

Kemudian dari segi penokohan. Ada Cath yang seorang introvert, tidak suka bergaul atau keramaian, lebih suka menyendiri di kamar daripada mendatangi pesta bersama saudari kembarnya. Lalu ada Reagan, teman sekamar Cath yang jutek abis tapi ternyata peduli. Ada Levi, yang Cath anggap sebagai mantan pacar Reagan yang tidak suka membaca. Dan ada Wren, saudari kembar Cath yang berusaha menjadi "gaul" dengan memilih mengikuti pesta dan minum-minum daripada membuat fanfiksi bersama Cath. Tokoh-tokoh di novel ini nggak ada yang loveable, kecuali Levi. Apalagi si tokoh utamanya—Cath. Tapi inilah yang membuat novel ini menjadi lebih "nyata".

Untuk ceritanya sendiri meskipun konfliknya seputar kehidupan sehari-hari, tapi cara Penulis menceritakannya bagus sekali. Banyak juga selipan pesan moral di dalamnya, salah satunya adalah semua orang punya kesempatan dan kemampuan untuk menuliskan ceritanya sendiri.

Selain itu aku suka banget dengan cerita cintanya Levi dan Cath, manis dan tidak menye-menye. Seolah keduanya saling menutupi kekurangan satu sama lain. Cath yang membacakan cerita dan pelajaran untuk Levi, serta Levi yang selalu ada di saat Cath membutuhkannya.

Namun ada beberapa hal yang sedikit mengganggu. Misalnya font tulisan yang berganti-gantimeskipun maksudnya untuk membedakan antara kehidupan nyata dengan fanfiksinya Cath—tapi rasanya itu sangat mengganggu, ditambah tulisannya yang terlalu rapat. Selain itu terjemahannya, meskipun tidak kaku namun ada beberapa kata yang rasanya tidak pas.

Ini buku pertama dari Penerbit Spring dan Rainbow Rowell yang saya baca, dan rasanya puas. Saya berharap Penerbit Spring bisa menerbitkan buku-buku berkualitas lainnya dan mempertahankan keindahan cover-nya x)

4 bintang untuk Cath dan Levi :))

September 19, 2014

[Review Novel] Girls in the Dark by Akiyoshi Rikako

12:11 PM 0 Comments
IDENTITAS BUKU :
Judul: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Tebal: 277 halaman
Terbit: Cetakan pertama, Mei 2014
ISBN: 978-602-7742-31-4
Bisa dibeli di: owlbookstore.co.id

SINOPSIS:
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi. . . 

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

REVIEW:

Shiraishi Itsumi meninggal! Ya, ketua klub sastra yang cantik rupawan itu meninggal sambil menggenggam bunga lily, yang diduga sebagai pesan kematian korban.

Malam ini, acara Yami-nabe kembali dilaksanakan di salon. Dalam kegelapan, satu persatu anggota klub sastra membacakan naskah untuk mengenang kematian ketua klub sastra mereka. Siapa sangka masing-masing naskah berisi tuduhan pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh anggota klub sastra lainnya?

Sebenarnya, apa maksud bunga lily yang dibawa Itsumi? Siapa tersangka dibalik kematiannya?

Begitu banyak rahasia yang ada di sekitar kita...

**

Aku suka ide cerita dan cara penyampaiannya. Alur campuran dan bahasanya pun mudah dipahami.  Penulis sangat lihai membentuk karakter Itsumi yang "sempurna" di pikiran pembaca. Penulis juga bisa membuat kita percaya kepada setiap naskah yang dibacakan, yang pada akhirnya membuat kita sangat penasaran. Siapa sebenarnya pembunuh Itsumi.

Sepanjang membaca kita dibawa menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi, mana naskah cerita  yang benar, dan ternyata endingnya sangat mengejutkan!

Puas sekali membaca buku ini sampai nggak tau lagi harus nulis apa. 5 bintang untuk bunga lily :")

[Review Novel] Long Distance Bride

11:43 AM 0 Comments

IDENTITAS NOVEL:
Judul: Long Distance Bride
Penulis: Pio Andre
Penerbit: Penerbit PT Grasindo
Tebal: 146 halaman
Terbit: 2014
Desainer sampul & ilustrasi: Chyntia Yanetha
Penata isi: Yusuf Pramono
Dapat dari: Hadiah giveaway dari kak @bepiopioa
Bisa dibeli di: bukabuku.com 

SINOPSIS:
Firasat itu sebenarnya sudah ada, satu persatu dialami oleh Melisa, tetapi ia tak mengenali tanda-tanda. Ternyata saat itu adalah detik-detik terakhir perjumpaan dengan Nanda, suaminya. Mereka terpaksa harus berpisah sebelum sempat menikmati lebih lama lagi malam pengantin.

Orang bilang ada masanya pergi dan ada masanya datang. Itulah yang dialami Melisa. Di ujung penantiannya menunggu kabar dari Nanda, di saat ia tengah berjuang melahirkan buah cintanya dengan Nanda, jerit tangis kelahiran bayinya mengiringi sang ayah yang tengah berjuang seorang diri dari kerasnya hempasan deburan ombak. Belum sempat Nanda menatap cantik paras wajah bayi perempuannya yang lahir, ia berada antara hidup dan mati terapung-apung di tengah lautan Alaska.

Kepada siapa Nanda menitipkan segala kerinduannya itu?

REVIEW:
Memang benar kepercayaan itu dibutuhkan dalam hubungan jarak jauh. Melisa dan Nanda yang baru saja menikah harus kembali berpisah karena tugas Nanda sebagai ABK di kapal pesiar Sapphire Blue. Melisa yang "masih membutuhkan belaian kasih sayang dari suami" pun merasa kesepian. Di saat itulah Brandon -- mantan pacar Melisa, mulai muncul di kehidupan Melisa. Bermula dari curhat-curhatan, Brandon mulai berani mengantar jemput Melisa bekerja.

Melisa pun mulai jarang memberikan kabar ke Nanda. Akhirnya Nanda menghubungi ibunya yang tinggal serumah dengan Melisa dan menanyakan kabar Melisa. Dari ibunyalah Nanda tau bahwa Melisa telah selingkuh dengan Brandon.

Patah hati, Nanda pun tidak pernah memberi kabar lagi. Dia mulai sering curhat dengan Christina -- gadis Ukraina yang bekerja sebagai waiter di Sapphire Blue. Kepada Christina-lah Nanda menceritakan betapa ia mencintai istrinya.

Dua bulan berlalu, ternyata Melisa hamil anaknya Nanda. Ia pun bertekad untuk tidak terlalu dekat dengan Brandon. Biarlah Brandon hanya menjadi masa lalunya saja. Berulang kali ia menghubungi Nanda tapi tak pernah ada balasan, hingga saatnya ia melahirkan anak pertamanya yang cantik rupawan. Tanpa kehadiran Nanda, bahkan tanpa ada kabar apa pun dari Nanda.

Malangnya Melisa, setelah ia melahirkan dia mendapatkan kabar bahwa kapal pesiar yang ditumpangi suaminya mengalami kecelakaan. Dan nama suaminya tertera pada daftar korban yang tewas.

**
Rasanya ini buku pertama yang banyak kutandai ketika membaca. Kita bahas soal kekurangannya dulu ya.

 Buku ini nggak ada editornya? Banyak sekali kesalahan ketik, kata yang "menyelip" dan kata yang "hilang".

Diantaranya:
- hal 2: ... Melisa berkata, "Rasanya..." -> harusnya R-nya huruf kecil kan?
- hal 5: menjentikan -> kurang huruf k.
- hal 18: ...segala mengenenai Brandon. -> mungkin harusnya ada kata "hal" setelah kata "segala".
- hal 37: ...sikap Brandon tampak cuek dan acuh saja... -> konteksnya tidak peduli, harusnya tak acuh.

Terus ada beberapa kata yang agak janggal, seperti: "sangat terkaya", "teriknya panasnya", dan "ibu kota Jakarta" (hal: 20).

Aku juga bingung dengan alurnya. Tidak ada pemisah atau tanda antara alur maju dengan alur mundurnya. Juga soal perhitungan hari atau waktu yang rasanya aneh dan aku masih ga paham sampai sekarang.

Buku ini kan menggunakan POV 1 dari sudut pandang Melisa, Nanda, dan ada dari Christina dan Brandon yang dipisahkan tiap bab. Tapi di tengah-tengah cerita, misal dari POV Melisa, tiba-tiba bisa berubah menjadi POV 3, lalu balik lagi ke POV Melisa. Aku bingung :"(

Oke, sekarang masuk pada kelebihannya. Udah nggak diragukan lagi kalo cover buku ini bagus sekali. Dan aku juga baru mendengar istilah "Long Distance Bride" :D

Kedua dari segi cerita, aku suka ceritanya. Meskipun kurang konflik sehingga terkesan datar namun aku suka beberapa hal yang ternyata cukup mengejutkan dan tidak seperti yang aku bayangkan.

Ketiga, penulis memberikan deskripsi tentang beberapa tempat dan gambaran singkat mengenai pekerjaannya di kapal pesiar tersebut. Sebagai ABK di kapal pesiar wannabe ini, aku jadi punya sedikit gambaran xD

3 bintang untuk Sapphire Blue :)

June 14, 2014

[Review Novel] White Fang

5:52 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : White Fang
Penulis : Jack London
Penerbit : GagasMedia
Penerjemah : Harisa Permatasari
Tebal : 329 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2014
ISBN : 979-780-700-2
Get from : Arisan buku GagasMedia dan Bukune
Bisa dibeli di : bukabuku.com 

SINOPSIS :
Ia adalah anjing separuh serigala. Ia menghirup udara kali pertama dalam sebuah gua di antartika yang membeku, di tengah-tengah bencana kelaparan yang mengambil nyawa semua saudara sekandungnya. Di dunianya yang sunyi, ia harus mengikuti aturan keras di Utara -- membunuh, atau terbunuh.

Kemudian, manusia menangkap ia dan ibunya. Manusia mengajari White Fang untuk membenci. Ia dipukuli, disiksa, diserang. Ia dibeli, dijual lagi, lalu dilatih membunuh dalam permainan berdarah. Ia tidak pernah bersentuhan dengan kebaikan. Ia menjadi makhluk berbahaya yang dikuasai amarah. Hingga, seorang pria melihat hal lain dalam diri White Fang. Satu-satunya orang yang cukup berani untuk menawari White Fang kehidupan baru. Namun, apakah seekor serigala tahu arti kata "harapan"? Dapatkah makhluk yang penuh kebencian mengenal kata "cinta"?

REVIEW :
Buku ini aku dapatkan dari arisan buku GagasMedia dan Bukune bulan lalu, dan baru mulai dibaca tanggal 28 Mei kemarin. Jujur, awalnya udah semangat banget baca buku ini. Apalagi setelah membaca tweet seseorang yang sepertinya sangat menyukai buku ini. Tapi entah kenapa, di awal membaca aku benar-benar kesulitan memahami kata-katanya. Susah sekali mengimajinasikan deskripsi yang diberikan. Akibatnya, buku ini pun tertunda dibaca.

June 12, 2014

[Blog Tour + Review] Simple Thinking about Blood Type

1:47 PM 10 Comments

Halo teman-teman! Selamat datang di The Chocolate Tale, blog keempat dalam Blog Tour Simple Thinking about Blood Type oleh Penerbit Haru :)

Blog Tour di blogku ini akan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama adalah posting review buku Simple Thinking about Blood Type yang diselenggarakan pada tanggal 12 Juni 2014 (hari ini). Sesi kedua adalah hasil Ask Author + Giveaway Time! yang akan diselenggarakan pada tanggal 19-26 Juni 2014. Hadiahnya adalah 2 buku Simple Thinking about Blood Type untuk 2 orang pemenang. Jadi jangan lupa berkunjung ke sini ya :)

Nah langsung saja, sesi pertama Blog Tour ini adalah review buku Simple Thinking about Blood Type.

May 17, 2014

[Review Novel] The Fault in Our Stars

3:14 PM 2 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : The Fault in Our Stars
Penulis : John Green
Penerbit : Qanita
Tebal : 418 halaman
Terbit : Cetakan I, April 2014
ISBN : 978-602-1637-39-5
Bisa dibeli di : bukabuku.com

SINOPSIS :
Meski keajaiban medis mampu mengecilkan tumornya dan membuat Hazel bertahan hidup beberapa tahun lagi, Hazel Grace tetap putus asa. Hazel merasa tak ada gunanya lagi hidup di dunia. Namun, ketika nasib mempertemukannya dengan Augustus Waters di Grup Pendukung Anak-Anak Penderita Kanker, hidup Hazel berubah 180 derajat.

Mencerahkan, berani, dan menggugah, The Fault in Our Stars dengan brilian mengeksplorasi kelucuan, ketegangan, juga tragisnya hidup dan cinta.

REVIEW :

April 4, 2014

[Review Novel] Menanti Cinta

7:55 PM 3 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Menanti Cinta
Penulis : Adam Aksara
Penerbit : Mozaik Indie Publisher
Tebal : 227 halaman
Terbit : Cetakan pertama, Februari 2014
ISBN : 978-602-14972-3-4
Dapat dari : Buntelan
Bisa dibeli di : mozaikindie.com 
Rating : 3.5/5 bintang

SINOPSIS :
Cinta tak akan pernah membebani, baik bagi yang dicintai, maupun yang mencintai. Karena cinta adalah sebuah kenangan yang melembutkan hati dan mencerahkan kehidupan bagi yang memilikinya.

Alex berhasil memiliki kekayaan meski terlahir cacat. Ia sadar, seperti cacatnya, ada hal yang tidak pernah akan dimilikinya dalam hidup. Cinta adalah salah satunya.

Namun, cinta menjeratnya dalam diam dan menawarkan sebuah hasrat terpendam. Kini, ia hanya dapat mencintai dan terus mencintai, tak berdaya menolak pesonanya.

Claire terlahir berlumur kemiskinan dan penderitaan. Semua yang diinginkannya hanyalah sebuah tempat untuk dapat berteduh dan lepas dari cengkraman orang tuanya.

Ia tahu, cinta dan kebahagiaan adalah sebuah kemewahan. Ia tidak berani menginginkan mereka. Ia tidak ditakdirkan untuk bahagia.

Cinta mempertemukan mereka. Menjerat mereka dalam mimpi kebahagiaan yang seolah tak pernah berakhir dalam kehidupan. Bersama Alex, Claire berani mulai bermimpi dan mencoba mempercayai, kebahagiaan pantas untuknya.

Namun....

Alex menyimpan rahasia gelap demi mempertemukan mereka, Claire menyimpan rahasia yang membuat mereka tidak akan pernah bersatu. Takdir mendekatkan dan menjauhkan mereka. Cinta juga yang menghanyutkan dan menenggelamkan mereka dalam penantian, kehampaan, dan kesakitan. Semuanya atas nama cinta dan kasih sayang.

Apakah cinta akan dapat mempersatukan mereka kembali?

REVIEW :

Buku ini menceritakan tentang Alex, seorang dosen kaya dan pintar yang diam-diam jatuh cinta pada Claire, mahasiswinya. Diam-diam Alex ini sering membantu Claire yang entah kenapa selalu terkena kesialan, seolah-olah 'sial' adalah nama tengahnya.

Namun Alex tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya pada Claire, bahkan ketika Claire siap menerima Alex. Alex tidak mau membebani Claire dan dia menganggap perasaan Claire hanyalah sekedar balas budi belaka.

Takdir seolah mempermainkan mereka. Setelah mereka hampir bersatu, takdir kembali memisahkan mereka. Sampai akhirnya salah satu dari mereka tidak pernah bisa kembali lagi...

Ada beberapa hal yang mengganggu saya di buku ini, misalnya konflik yang datar. Sebenarnya ada banyak konflik di buku ini. Tapi entah kenapa penulis menyelesaikannya dengan cepat dan serba mudah. Kesannya jadi seperti sinetron. Padahal beberapa konflik jika digali lebih dalam akan lebih menarik.

Meskipun saya menyelesaikan buku ini dalam beberapa jam saja, tapi tetap saja rasanya datar. Banyak adegan yang seharusnya bisa menguras emosi, tapi saya tidak merasakan apapun. Mungkin akan lebih baik jika dapat melibatkan emosi pembaca.

Ada kekurangan pasti ada kelebihannya juga kan :) Saya suka alurnya yang berbeda dengan novel lokal kebayakan. Alurnya itu seperti novel terjemahan, dan saya suka. Bahasa yang digunakan juga indah, namun tidak berlebihan. Dalam artian tidak berbunga-bunga layaknya puisi :p Gaya berceritanya juga mengalir sehingga mudah dipahami dan menghibur. Dan yang terakhir, meskipun ada beberapa hal yang drama sekali, ada juga hal-hal yang benar-benar nyata dan adil.

Misalnya Alex. Meskipun dia kaya raya, pintar, dan punya kekuasaan yang besar banget (mengingat dia bisa mewujudkan apapun yang dia inginkan) tapi dia punya kekurangan pada fisiknya. Claire yang meskipun digambarkan cantik dan mandiri, dia tetap memiliki musibah yang datang bertubi-tubi dan dia ini termasuk orang yang telmi. Adil, bukan? :D

Ini adalah buku pertama Adam Aksara yang saya baca, dan saya merasa puas :D Jadi pengen baca buku-buku lainnya, terutama Panther & Dhea x)

*

Terima kasih kepada Mozaik Indie Publisher yang telah mengadakan event 100 Buku Gratis untuk Resensor. Semoga Mozaik semakin maju dan berkembang, sehingga bisa megadakan event ini setiap bulannya x)

Jika teman-teman berminat membeli novel Menanti Cinta, langsung aja kunjungi website penerbitnya di  mozaikindie.com

March 14, 2014

[Review Novel] Danur

12:56 AM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Danur
Penulis : Risa Saraswati
Penerbit : Bukune
Tebal : 210 halaman
Terbit : Cetakan 5, 2014
ISBN : 602-220-019-9
Dapat dari : buntelan dari Ryana's Locker 
Bisa dibeli di : bukabuku.com 
Rating : 3/5 bintang

SINOPSIS :
Buku ini menceritakan tentang pertemanan Risa dengan 5 orang anak Belanda yang pernah menjadi manusia. Ya, pernah menjadi manusia, yang berarti status mereka saat ini adalah hantu. Tapi mereka tidak suka dengan sebutan hantu. Meskipun sebenarnya mereka itu hantu -_-

Peter, Hans dan Hendrick, William, dan Jahnsen adalah 5 bocah Belanda yang meninggal akibat kekejaman Nipon di Indonesia. Awal mula petemanan Risa dan kelima bocah ini adalah ketika Risa yang menangis sendirian di pojok loteng, kemudian datanglah Peter yang mengaku sebagai tetangga baru sebelah komplek rumah.

Mulanya Risa menganggap kelima temannya itu sama seperti dirinya, manusia. Tapi suatu ketika Risa melihat mereka meraung-raung kesakitan dengan penggalan kepala yang terpisah jauh dari baju lusuh mereka. Tak ada manusia normal yang bisa melakukan hal ajaib seperti itu. Barulah Risa menyadari bahwa kelima temannya itu bukanlah "manusia normal."

Ternyata persahabatan mereka meminta lebih. Dimulai dari sumpah Risa yang akan mengikuti jejak Peter dan teman-temannya ketika ia berusia 13 tahun, usia dimana Peter meninggal. Namun setelah 3 kali percobaan bunuh diri dan kesemuanya gagal, Risa sadar bahwa ia tidak bisa memaksakan takdir.

Jangan suka melanggar janji. Apalagi janji dengan hantu Belanda yang amat menghargai janji. Akibat melanggar kata-katanya, Peter dan teman-temannya pergi meninggalkan Risa. Semenjak itu Risa di datangi oleh hantu-hantu lain, yang semuanya memiliki kisah menyedihkan semasa hidup.

Ada Samantha yang tetap menunggu kedatangan orang tuanya setelah 80 tahun meninggal. Ada Asih yang arwahnya penasaran karena meninggal gantung diri. Ada duo sahabat, Jane dan Sarah yang tidak terpisahkan hingga ajal menjemput, dan ada hantu Elizabeth, Sarah dan Tedy, yang mencintai anak manusia.

Namun di luar semua itu Risa merasa kesepian. Ia ditinggal pergi kelima sahabatnya, ia juga memiliki masalah sendiri. Namun dirinya malah diganggu jiwa-jiwa penasaran. Semakin ia menutup mata dan telinganya, semakin kuat pula-lah Danur yang diciumnya.

"Kau tau kan apa itu Danur? Itu adalah air berbau busuk yang keluar dari mayat yang mulai membusuk." [hal. 181]

REVIEW :
Buku ini baru sampai jam setengah 6 tadi. Enggak sampai 3 jam, aku udah bisa menyelesaikannya :) Setelah 3 minggu penasaran sama buku ini, akhirnya hampir terpuaskan setelah membacanya.

Danur ini masuk ke Virtual Book Tour Horror, dan saat itu aku menganggap buku ini bergenre horor. Namun setelah membaca, hanya ada sedikit unsur horor di dalamnya, meskipun yang dibahas adalah kisah-kisah hantu.

Pesan penulis tersalurkan melalui buku ini. Penulis menginginkan kita sebagai pembaca untuk dapat melihat hantu-hantu tersebut dari sudut pandang lain. Sama dengan Penulis yang alih-alih takut, malah merasa iba pada mereka.

Aku pun merasakan hal yang sama. Sama sekali tidak ketakutan, tapi miris. Ternyata banyak kehidupan lain yang lebih mengenaskan dibandingkan hidup sendiri. Dari kisah-kisah mereka pun kita bisa mengambil banyak pelajaran. Mereka sama seperti kita. Mereka hanya ingin di dengar.

Dari buku ini juga bisa mengetahui beberapa hal, sedikit banyaknya tentang sejarah kita. Ternyata Nipon itu kejam ya. Masuk seenaknya ke rumah orang, kalo ketemu anak laki-laki Belanda, kepala anak itu ditebas. Kalo perempuan, di tangkap dan dimasukin ke penjara. Bagi yang cantik, jadi budak pemuas nafsu mereka.

Di bab Delima-Delima Ermawar sempat ketawa-ketawa. Jadi kalo perempuan Belanda yang meninggal, hantunya itu masih cantik, pakai baju bagus. Nah kalo perempuan kita yang meninggal dan arwahnya gentayangan, yang biasanya kita sebut Kuntilanak, itu ya bajunya biasa aja. Dan ternyata di kalangan para hantu pun masih ada kelas-kelasnya. Jadi hantu perempuan Belanda itu kelasnya lebih tinggi daripada Kuntilanak. Hadeh.

Tapi entah kenapa meskipun banyak kisah-kisah yang menyedihkan, aku kurang bisa merasakann emosinya. Rasanya sih kasihan, tapi kok ya datar aja gitu. Terus untuk lagu yang menggunakan bahasa sunda. Itu artinya apa? Maunya di kasih artian bahasa Indonesianya :(

Namun secara keseluruhan cukup menghibur. Suka sama buku yang ketika membacanya itu, kita bakalan mendapat informasi baru yang nggak pasaran. Lumayan buat bahan obrolan sama orang lain x)

Masih penasaran sama Maddah dan Sunyaruri. Semoga ceritanya lebih kompleks dan lebih bisa mengena di hati x)

March 3, 2014

[Review Novel] Lost

9:30 AM 0 Comments


IDENTITAS BUKU :
Judul : Lost
Penulis : Eve Shi
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 309 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2014
ISBN : 979-780-698-7
Bisa dibeli di : bukabuku.com 
Rating : 4/5 bintang

SINOPSIS :
INI BUKAN CERITA BAHAGIA.
INI TENTANG KAKAK-BERADIK DAN PENGHUNI LAMA
DI APARTEMEN BARU MEREKA.

Ia menggulingkan badan menghadap dinding,
dan tempat tidur berderit.

Maura mengucek mata.
Tempat tidur ini dibawa dari apartemen lama
dan sudah tidak baru. Tapi pasti belum reyot
sampai berbunyi tiap kali ia bergerak.
Maura mulai menegakkan badan untuk
memeriksa kerangka tempat tidur, lalu terkesima.

Di ujung tempat tidur
duduk seorang perempuan berambut panjang,
memunggungi Maura....

REVIEW :
Ryan dan Maura adalah dua kakak beradik yang baru saja pindah ke apartemen baru, Ilustre Casa. Alasannya karena lokasi yang strategis, dekat dengan sekolah Maura dan dekat dengan Tea & Pages, kafe merangkap toko buku tempat Ryan menanam modal. Keduanya tinggal di unit 603 di lantai 6. Mereka hanya tinggal berdua. Papi baru saja meninggal, sedangkan Mami di mutasi ke Inggris.

Di Ilustre Casa, satu lantai hanya terdapat tiga unit. Di lantai 6, unit 601 di tempati oleh seorang cowok seumuran Maura - Julian, yang "diungsikan" oleh keluarganya karena ia melihat teman dekatnya bunuh diri. Unit 602 di tempati oleh sepasang suami istri, Pandu dan Nila.

Di cerita setebal 309 halaman ini, hanya berlangsung selama satu minggu dan sebagian besar berlatar di Ilustre Casa. Namun di satu minggu ini, ada banyak kejadian aneh yang dialami Maura, sehingga ia mulai merasa bahwa dirinya gila.

Mulai dari tutup tong sampah yang jatuh sendiri, untaian rambut panjang yang ada di sisirnya, padahal rambut Maura itu pendek. Suara lelaki dewasa yang tertawa di ruang tengah unitnya. Seorang wanita berambut panjang yang ada di kamar Ryan. Kemunculan Bram, petugas kebersihan yang seminggu sebelum Maura datang, bunuh diri dengan cara membakar dirinya di basement.

Untunglah Maura cukup kuat menghadapinya, meskipun terkadang ia merasa putus asa. Namun siapa sangka, Julian, si cowok dingin dari 601 dapat memahami keanehan Maura. Ternya, di Ilustre Casa, Maura dan Julian-lah yang paling peka. Sehingga mereka yang sering terseret ke tatar lain, tempat dimana Penghuni Lama di apartemen baru mereka berkeliaran.

Julian pula yang menjelaskan ke Maura tentang tatar atau dimensi lain. Julian yang membantu Maura ketika Maura tersesat ke tatar Penghuni Lama. Keduanya juga bekerja sama ketika mencari Anjani - Pacarnya Ryan yang terseret ke tatar lain, dan bekerja sama dalam memecahkan "misteri dua hantu" di unit Maura.

Ketika mereka berdua merasa telah menyelesaikan "misteri dua hantu", ketika Mami akhirnya kembali ke Inggris lagi, meninggalkan Maura dan Ryan, ketika Julian telah meninggalkan Ilustre Casa dan kembali ke rumahnya, siapa sangka, ternyata masalah terbesar baru saja di mulai. Di saat Maura mulai merasakan ketenangan, barulah ia memahami makna LOST sebenarnya. Maura harus kehilangan orang terdekatnya kembali.

Ternyata, tidak hanya Penghuni Lama yang menghantui Ilustre Casa. Ada Penghuni Baru yang sebenarnya "sejenis" dengan Penghuni Lama...

*

Selesai membaca buku ini dalam waktu beberapa jam saja. Bahkan sekarang aku sedang membaca ulang buku ini :D

Kenapa pengen banget buku ini? Karena aku telah membaca karya pertama Eve Shi, Aku Tahu Kamu Hantu dan puas sama ceritanya. Sudah lama aku tidak membaca (dan tidak suka) sama cerita horor Indonesia, tapi semenjak baca ATKH jadi pengen nyoba novel horor Indonesia lainnya. Semenjak ATKH, Eve Shi sudah menjadi penulis favoritku, dan aku sudah berjanji ke diri sendiri, untuk mengoleksi semua novel horornya x)

Dari segi cover, Lost ini lebih seram dan lebih gelap daripada ATKH. Tapi untuk kesan horornya, aku lebih merinding ketika membaca ATKH, padahal yang lebih banyak hantunya ya di Lost ini. Tapi efek setelah membaca, lebih kerasa di Lost. Kan aku bacanya malam-malam, terus ketiduran. Nah sekitar jam 2-an gitu ada yang ngetuk pintu kamarku. Yang benar saja, mana ada anak kost yang iseng jam 2 malam. Mereka kan penakut semua (termasuk aku). Akhirnya semalaman itu aku tidur sambil melukin semua boneka yang ada, sambil nutup kepala. Takut ngelihat si Nadiya, wanita berambut panjang di kamarnya Ryan :\

Untuk ceritanya sih seru. Seperti main teka-teki, buat penasaran. Ada beberapa Penghuni Lama di Ilustre Casa, sehingga kita penasaran kenapa mereka masih aja gentayangan di situ. Terutama lelaki berbaju merah dan wanita berambut panjang di unit 603, tempatnya Maura dan Ryan. Sebenarnya mereka itu siapa, kenapa mereka masih di situ. Dan kenapa mereka hobi banget menarik orang lain agar "mampir" di tatar mereka.

Penulis juga dengan lihai menunjukkan fakta-fakta secara perlahan, sehingga belum pulih kekagetan kita dari fakta pertama, udah muncul fakta baru. Sehingga membuat kita terus penasaran, apalagi yang akan muncul di halaman berikutnya.

Ceritanya juga tidak melulu ke bagian horor. Tetap ada hal-hal yang menjurus ke romance, seperti cerita Maura dengan si Mantan Nekat yang tidak pernah menyerah meski telah diputusin. Pertemuan intens antara Maura dan Julian pun menumbuhkan benih-benih cinta :D Selain itu ada juga cerita persahabatan antara Maura dan Dylis, meskipun tidak begitu banyak.

Di sini juga ada informasi baru mengenai tatar atau dimensi lain. Bahwa bumi yang kita tempati ini memiliki beberapa dimensi, dan kita hanyalah menempati salah satu tatar atau dimensinya. Ada kalanya kita bisa terseret ke tatar atau dimensi lain.

Di buku ini kita juga mendapatkan informasi tentang kehidupan girlband. Soalnya si Ryan ini manajer dari girlband White Juliet. Sedikit banyaknya kita bisa mengetahui kehidupan dari nona-nona ini. Bahwa di balik riasan tebal dan senyum mereka, sebenarnya mereka ini pekerja keras yang disiplin.

Secara keseluruhan lebih suka Lost daripada ATKH. Hanya saja ada beberapa deskripsi tempat di Lost ini yang tidak bisa aku bayangkan. Dan waktu ceritanya yang sedikit "berantakan" di kepalaku. Mungkin pas baca ulang ini, aku akan membuat rangkuman beserta detail waktu dan tempatnya, biar lebih jelas :D

4 bintang untuk Maura dan Julian. Berharap Mbak Eve Shi cepat-cepat mengeluarkan novel horor lagi :))

February 23, 2014

[Review Novel] Goodbye Happiness

2:41 PM 5 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Goodbye Happiness
Penulis : Arini Putri
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 310 halaman
Terbit : Cetakan kelima, 2013
ISBN : 979-780-593-X
Rating : 3/5 bintang

SINOPSIS :
Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada
dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak,
begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya
karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan
di atas pecahan kaca, setiap langkah kita
sesungguhnya hanya akan menuai luka.

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk
membirukan senja yang selalu merah. Kita
sama-sama berusaha, tetapi tidak bisa mengubah
apa-apa.  Senja tetap berwarna merah dan
hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti
dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada
gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu
tersiksa dan aku menderita.

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja?
Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas?
Akhir bahagia itu bukan milik kita.

REVIEW :
Sudah lama banget ngelihat buku ini di Gramedia. Pengen baca, tapi nggak dibeli-beli. Selalu aja kalah prioritas sama buku-buku yang lain. Jadi pas kemaren lihat buku ini di tembat Mbak Vina, langsung pinjam dan selesai dalam 3 jam saja :D

Untuk cover nya yang kalem, aku suka. Gambar kamera, tongkat peri, dan yang satu lagi entah gambar apa dalam sebuah kotak. Mungkin bisa diartiin barang-barang kenangan di dalam kotak. Tongkat peri mungkin menggambarkan si Tink alias Krystal, kamera menggambarkan Skan alias Skandar, dan yang satu lagi, aku enggak tau itu gambar apa ._. Tapi setelah membaca ceritanya, aku rada bingung. Si Skan itu kan fotografer, nah biasanya fotografer itu menggunakan kamera DSLR kan ya? Bukan kamera digital gitu? Apalagi kalau sampai ke Korea. Atau jangan-jangan, entah-gambar-apa itu adalah kameranya?

Terus untuk blurb di bagian belakang. Aku sama sekali enggak ngerti maksudnya. Itu monolog kan? Harusnya yang mengucapkan itu siapa? Aku kira itu monolognya Skan, tapi rasanya enggak nyambung.

Ceritanya dibuka tentang pernyataan Krystal akan batalnya pernikahan antara dirinya dan Seungho. Lengkap dengan alasannya. Lalu cerita bergulir ke beberapa tahun silam, mulai dari pertemuan Krystal dan Skandar, bagaimana keduanya bisa berkuliah di tempat yang sama di Korea, munculnya Seungho dan Vannesa Ahn, dan alasan utama mengapa Krystal tidak bisa menikahi Seungho.

Awal membaca aku sempat kesulitan memahaminya. Munculnya nama-nama yang berbau Korea menurunkan mood baca. Bukannya tidak suka, hanya tidak terbiasa menyebutkan nama-nama mereka yang untuk diucapkan aja sulit. Lidahku kelipat. Tapi setelah tau ada nama Indonesia dan terbiasa dengan hal-hal yang berbau Korea, akhirnya semuanya mengalir saja. Bahkan beberapa percakapan korea, aku praktikkan cara bicaranya di dalam hati. Meskipun tidak suka drama korea, tapi sering mendengar gaya bicara mereka x)

Menggunakan alur campuran dengan sudut pandang ketiga dan pertama. Sudut pandang ketiga ada di bagian awal buku, dan sudut pandang pertama diceritakan oleh Krystal.

Untuk karakter, 3 karakter utama di sini sangat kuat. Skandar, Krystal, dan Seungho. Skandar yang tenang, Krystal yang terlalu fokus pada perasaanya pada Skandar sehingga menyebabkan ia selalu bergantung pada cowok itu, dan Seungho yang rela melakukan apa saja untuk Krystal. Tokoh favoritku adalah Skandar. Kayaknya sandar-able banget ya x)

Ceritanya klise, tentang Krystal yang menyukai Skandar, tapi Skandarnya diam-diam aja namun tetap menjaga Krystal, di lain sisi Seungho juga mencintai Krystal. Tapi yang buat menarik itu bagaimana interaksi antara Krystal dan Skandar. Skandar itu nge-gemesin, tapi juga baik banget. Peluk-able gitu sik, pantesan si Krystal suka meluk-meluk dia XD

Endingnya, antara sedih dan bahagia. Sedih sih, tapi karena aku bacanya nggak serius, nggak nyampai nangis-nangis. Mungkin kalo bisa lebih serius bakalan nangis. Oh ya, sama aku agak bingung sama judul buku ini, Goodbye Happiness. Kirain si Krystal enggak bakal bahagia lagi, ternyata masih bisa bahagia tuh -_-

Ada satu perkataan dari Skan yang terus menghantui Tink (panggilan kesayangan buat Krystal), yang membuktikan bahwa sampai kapanpun dan dimanapun, Skan akan selalu mencintai dan menyayangi Tink. Skan hanya ingin yang terbaik untuk Tinkerbell-nya.

"Tink, are you live happily?"

February 20, 2014

[Review Novel] Dongeng Patah Hati

6:47 PM 2 Comments


IDENTITAS BUKU :
Judul : Dongeng Patah Hati
Penulis : Aveline Agrippina Tando, dkk.
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 262 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2013
ISBN : 979-780-616-2
Rating : 3/5 bintang

SINOPSIS :
Dia tidak mencintaimu lagi.
Hatimu terbelah dua
ketika dia memutuskan untuk mendua.
Tak ada lagi yang bisa kau lakukan.
Semuanya berakhir, semuanya sia-sia.

Dia tidak mencintaimu lagi.
Dan kau menangis saat mengucapkan selamat tinggal.
Seketika itu juga tubuhmu terasa menggigil.
Kedinginan karena terlanjur terbiasa
dengan hangat pelukannya....

-----------------------------------------------------------------------

DONGENG PATAH HATI adalah monibus karya 
10 pemenang sayembara menulis 'Proyek 14' dan 4
penulis pilihan GagasMedia. Buku ini dipersembahkan
untuk kamu yang patah hati, diam-diam mencintai...
atau yang pernah diselingkuhi.

REVIEW :
Selesai lagi membaca 1 buku :) Dongeng Patah Hati ini adalah hadiah #GiveWeek dari @GagasAddictInd yang diadain minggu lalu, terima kasih kak :) Sebenarnya aku dapat buku Lost - Eve Shi. Tapi mungkin karena stoknya kosong, yang dikirim Dongeng Patah Hati. Tapi tak apa. Dari awal ngelihat di toko buku, udah tertarik sama kavernya. 

Kavernya cantik namun terlihat 'sedih'. Gambar menara tinggi dengan selendang merah muda yang tertiup angin. Seolah-olah ditinggalkan sendirian.

Sama seperti judulnya, Dongeng Patah Hati, isinya adalah kumpulan cerita-cerita yang temanya patah hati. Gaya berceritanya pun hampir sebagian besar seperti cerita dongeng. Jadi aku membacanya pun secara perlahan dengan nada "mendongeng" di dalam hati. Yang aku takutkan ketika membaca cerita-cerita yang sedih adalah takut nangis! Kalo di kost-an sih enggak apa. Tapi kalo di kelas nangis kan malu XD

Dongeng Patah Hati ini berisi 14 cerita pendek yang dituliskan oleh 14 penulis. 10 penulis adalah pemenang sayembara menulis, dan 4 penulis lainnya adalah penulis pilihan GagasMedia. Dan, inilah dia ke-14 cerita patah hati tersebut :

1. Episode 30: Labirin Patah Hati - Aveline Agrippina Tando
Cerita tentang surat ke-30 dari Alfa untuk G, cowok yang memberitahunya bahwa kekasih Alfa selingkuh dengan tunangan G. Dari pemberitahuan itu, mereka yang sama-sama patah hati saling menghibur dan menguatkan. Tak pelak keduanya akhirnya saling mengasihi.

Namun, G tidak akan pernah bisa membaca surat-surat Alfa.

2. Love Doesn't Have to Hurt - Callia
Cerita tentang sepasang sahabat, dimana si cewek suka sama si cowok. Sayangnya, si cowok ini suka sama dosennya sendiri.

3. Hujan Tanpa Pelangi - Robin Wijaya
Cerita tentang dua orang yang saling menyayangi, namun tidak akan pernah bisa bersatu. Seharusnya mereka tidak bersama. Seharusnya mereka tetap terpisah.

4. Kamu, di Balik Hujan yang Menirai - Kokinas Te
Cerita tentang sepasang kekasih, dimana si ceweknya adalah pecandu. Cowoknya hanya meminta satu hal, si cewek meninggalkan obat-obatan lalu menikah dengan dirinya. Sayangnya, si cewek malah memilih untuk meninggalkan obat-obatan beserta pacarnya.

Siapa sangka, takdir berkata lain. Ternyata bukan ceweknya yang pergi meninggalkan...

5. Unsent Letter - Rafandha
Cerita tentang LDR yang tidak berhasil.

6. It's Not You, It's Me - Stephanie Zen
Cerita tentang seorang gadis yang selalu berusaha tampil cantik demi laki-laki yang dicintainya. Namun sayang, laki-laki itu punya standar yang terlalu tinggi. Mungkin kecantikan yang diinginkan si lelaki ini setara dengan kecantikan bidadari~

7. Jelaga - Dadan Erlangga
Ternyata ini tentang kisah cinta terlarang. Cerita tentang dua orang sahabat, yang salah satunya mencintai sahabatnya sendiri. Misalnya si A dan si B. Si A ini mencintai si B. Tapi si B ini terpesona sama seorang pria menawan, yang ternyata adalah suami orang. Tentu saja hal ini membuat si A sangat kecewa dan patah hati.

Namun bukan hanya A yang patah hati. Aku juga patah hati, selaku pembaca. Apalagi setelah mengetahui si A ini adalah... 

8. Patah Hati Terindah - Lutfia Khoirunnisa
Cerita tentang Rindi yang bertemu Dimas di MOS SMAnya Rindi. Semenjak itu mereka sering bersama, bahkan Dimas yang membantu Rindi untuk menyelesaikan 'masalahnya'. Semuanya berjalan lancar, sampai suatu ketika Rindi mengutarakan perasaannya ke Dimas.

Semenjak itu Dimas menghilang tanpa kabar. Setahun berlalu, namun Rindi tidak bisa melupakan Dimas. Sampai suatu ketika Dimas memintanya untuk bertemu. Namun Dimas tidak sendiri. Dia datang bersama tunangannya...

9. Ulang Tahun ke-17 - Mahir Pradana
Cerita ber-setting di Swiss, tentang seorang pria yang suka menjadi "pengamen" di jalan. Kemudian dia bertemu dengan remaja perempuan 16 tahun yang sangat mirip dengan orang yang dia kasihi di masa lampau.

Suatu ketika, si gadis ini berulang tahun yang ke-17 dan meminta si pria untuk bermain musik di acara ulang tahunnya. Si pria menyetujuinya. Siapa sangka, ternyata di pesta ulang tahun itu, si pria malah bertemu dengan Elise, gadis masa lalunya. Yang tidak pernah datang menemuinya ketika mereka ingin "minggat" bersama.

10. Keberuntungan Kedua - Shelly Fw
Cerita tentang sepasang sahabat yang salah satunya mencintai sahabatnya. Namun sayang bertepuk sebelah tangan.

11. To Make You Feel My Love - Ina Inong
Cerita tentang cinta diam-diam semasa sekolah yang terus berkembang hingga mereka dewasa. Keduanya sempat terpisah, namun kembali bertemu dengan perasaan yang sama. Tapi entah kenapa, mereka tidak bisa bersatu...

12. Bunga Pengantin - Sanie B. Kuncoro
Cerita tentang seorang pria yang mendapatkan bunga pengantin, dan dia hanya datang sendirian di acara itu. Sebagai 'hukumannya', dia harus mencari 'pasangan' di acara itu juga. Dan dia mendapatkan gadis itu. Di saat mereka semakin dekat, siapa sangka ternyarta si pria telah bertunangan...

13. Yogyakarta, Suatu Cerita - Dodi Prananda
Cerita tentang sepasang kekasih yang harus LDR Padang-Jogja selama setahun. Setahun berlalu dan bisa mereka lalui dengan baik. Tibalah saatnya si gadis pergi ke Jogja, melanjutkan kuliah disana sekaligus bisa bersama kembali dengan kekasihnya. Setelah setahun terpisah, akhirnya mereka bisa bersatu kembali. Namun sayang, ternyata mereka tidak akan pernah bisa bersatu...

14. A Whole New World (But Not) With You - Nyc
Cerita tentang sepasang kekasih yang kembali harus terpisah oleh jarak. Keduanya memilih jalan hidupnya masing-masing.

*

Dari ke-14 cerita di atas, aku paling suka sama cerita ke-13. Lumayan sedih, apalagi itu kisah nyata. Enggak bisa ngebayangin gimana rasanya kalo jadi ceweknya :"(

Dan paling kaget sama cerita ke-7. Itu endingnya nge-twist banget yaa :3 Sama cerita nomor 4, itu settingnya di kotaku loh, Batam :))

Akhirnya aku bisa baca tulisannya Mbak Sanie, kemaren pernah jumpa sekali :D Di ceritanya Mbak Sanie, itu pakai sudut pandang kedua ya? Selama membaca, kagum aja sama sudut pandang ceritanya. Kayaknya aku baru sekali ini baca cerita dengan sudut pandang Kau. Keren :)

Sama penulis cerita ke-8, itu beneran Mbak Lulu BBI Joglosemar kan? Keren ya, ternyata enggak hanya pembaca buku, tapi juga penulis :)

February 14, 2014

[Review Novel] Malory Towers #1 : Semester Pertama di Malory Towers

8:43 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Semester Pertama di Malory Towers
Penulis : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 248 halaman
Terbit : 1984
ISBN : -
Rating : 4.5 dari 5 bintang

SINOPSIS :
Darrel Rivers adalah murid baru kelas 1 di Malory Towers, sekolah khusus perempuan. Dia tinggal di Menara Utara bersama anak-anak lainnya. Di semester pertama ini, dia berteman dengan Alicia yang nakal, suka berbicara tajam dan apa adanya, namun pintar. Juga dengan Betty, sahabat Alicia. Selain itu, ada Gwendoline - anak manja yang selalu mau menang sendiri dan berhati keji, Mary - Lou si penakut, Sally - si pendiam, Irene - si tukang ketawa terbahak-bahak, dan anak-anak lainnya.

Di serial pertama Malory Towers ini dijabarkan kehidupan Darrel dan teman-temannya. Bagaimana tingkah mereka yang nakal, suka mengerjai guru, iri, berantem dengan teman lain, dan bagaimana membantu teman lain. Di seri pertama ini juga menceritakan tentang proses pencarian sahabat sejati.

REVIEW :
Ini buku pertama Enid Blyton yang saya baca. Ya, saya memang ketinggalan soal buku bagus -_- Sebenarnya udah banyak yang bilang kalo buku-buku Enid Blyton ini bagus. Tapi berhubung tidak pernah ketemu pas ke toko buku, dan baru ketemu pas di rentalan buku, ya akhirnya coba membacanya.

Awalnya agak ragu. Ini bukunya tua banget ya, tahun 1984. Lebih tua 11 tahun dariku. Kertasnya sudah menguning dan renyah-renyah gitu. Jadi megangnya super hati-hati. Udah gitu orang-orang covernya itu jadul banget ya. Saya pernah melihat cover terbarunya. Memang bagus, tapi sepertinya lebih bagus cover yang lama ini :)

Saya sangat menikmati membaca buku ini. Meskipun tidak cepat selesai, itu karena saya berusaha memahami dan memasukkan nilai moralnya ke dalam hati. Buku anak-anak yang sangat bagus. Kenapa tidak dibaca sedari kecil saja ya. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan? Bahkan saya berkeinginan memberikan buku ini kepada adik-adik saya, biar mereka bisa mengambil nilai moral yang ada di dalamnya.

Bahasanya ringan, mengalir, dan sangat mudah dipahami. Membacanya seakan-akan saya juga berada di sana. Ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Bagaimana kenakalan mereka ketika mengerjai Nona Potts, bagaimana ketakutan Darrel setelah dia mendorong jatuh Sally hingga menyebabkan anak itu sakit perut yang parah. Saya suka sama tingkah laku mereka yang unik-unik sekali. Apalagi tingkah lakunya si Gwendoline ini. Meskipun dia jahat, tapi kok bisa ada aja ya ide yang keselip di kepalanya itu. 

Untuk tokoh-tokohnya, favorit saya ya si Darrel ini. Soalnya terkadang saya merasa mirip dengan Darrel. Jadi si Darrel ini digambarkan sebagai anak yang ceria, jujur dan apa adanya, namun tidak berlidah tajam, sebenarnya pintar namun dia hanya bisa fokus ke satu hal. Saya paling suka di bagian ini. 

Jadi ceritanya di awal semester, si Darrel ini sebenarnya pintar. Nilai-nilainya baik. Tapi lama-kelamaan dia tergoda untuk berteman dengan Alicia dan Betty. Darrel kagum sama kejahilan Alicia dan akhirnya ikut mengerjai guru-gurunya. Akhirnya Darrel terlalu terlena dengan kejahilan tersebut dan terlalu fokus sama kesenangannya. Akibatnya, nilai-nilainya menurun. Padahal meskipun Alicia ikut bermain, tapi nilainya tetap bagus. Akhirnya Nona Potts menasihati Darrel. Nona Potts bilang ada orang-orang yang bisa mengerjakan banyak hal dan semuanya berakhir dengan baik (multi tasking). Tapi untuk Darrel, dia hanya bisa mengerjakan satu hal apabila ingin mendapatkan hasil yang maksimal (single tasking). Meskipun multi tasking itu terlihat lebih enak, namun mereka jarang yang menjadi ahli di bidangnya. Justru si single tasking inilah, bila dia fokus pada bidang yang ia senangi, maka ia bisa menjadi ahli di bidangnya.

Terus banyak pelajaran yang dijabarin di sini tanpa kesan menggurui. Pelajaran ini disampaikan secara langsung dan ada beberapa yang tersirat. Memang beberapa alasan orang tua mereka menyekolahkan anaknya di Malory Towers agar anaknya bisa belajar menjadi lebih baik lagi. Nah ini ada beberapa nilai moral yang saya dapat :
1. Tidak semua keinginan kita bisa tercapai, apalagi bila kita berada di keramaian. Kita harus mau menuruti aturan dan mengutamakan kepentingan orang banyak daripada kepentingan diri sendiri.
2. Kemarahan hanya akan menghancurkan harga diri kita, dan membawa penyesalan di kemudian hari.
3. Jika kita menginginkan sesuatu, maka berusahalah untuk mendapatkannya. Takut? Buat rasa takut atau rasa takut itu yang akan menguasai diri kita.
4. Jangan meremehkan orang lain. Setiap orang pasti mempunyai keinginan untuk menjadi lebih baik. Tugas kita adalah membantu orang itu untuk keluar dari rasa takutnya.
5. Sahabat sejati itu adalah orang yang meskipun kita sering berlaku kasar terhadapnya, namun dia tetap ada disamping kita ketika kita berada di titik terendah.

Lalu, kalau memang buku ini sebagus itu, kenapa nggak ngasih 5 bintang? Kenapa berkurang 1/2 bintang?

Satu-satunya hal yang saya sesali adalah ucapan para guru di sini. Rasanya guru-guru ini terbiasa mengatakan muridnya tolol, bodoh, tidak menggunakan otak, dan sebagainya. Bukankah itu kata-kata yang kasar? Bukankah seorang guru tidak boleh mengecap seorang anak itu bodoh? 

Dosenku bilang, tidak ada peserta didik yang bodoh. Yang ada hanyalah perbedaan kecepatan mereka dalam menyerap pelajaran. Ada yang sekali dijelasin langsung paham, ada pula yang perlu 1-2 kali penjelasan baru dia paham. Jadi yang perlu dilakukan guru hanyalah memberikan waktu dan dukungan lebih bagi peserta didik agar mereka semua bisa memahami pelajaran.

Tapi secara keseluruhan, buku ini sangat menghibur dan kaya akan nilai moral. Tidak ada salahnya menjadikan buku ini sebagai bacaan untuk adik atau anak, kan? XD

NB :
Di buku dituliskan, diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia, Jakarta 1984. Tapi di goodreads bilang ini diterbitkan tahun 1995. Yang benar yang mana ya?