Showing posts with label Gramedia. Show all posts
Showing posts with label Gramedia. Show all posts

April 23, 2016

[Book Review] Omen #2: Tujuh Lukisan Horor

9:41 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU:
Judul: Tujuh Lukisan Horor
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 422 halaman
Terbit: Juni 2013
ISBN: 978-979-22-9664-8

SINOPSIS:
Tahun lalu ada tiga tragedi yang terjadi di SMA Harapan Nusantara. Kasus pertama adalah meninggalnya salah seorang siswi ketika sedang menjalani hukuman bersih-bersih bersama teman sekelasnya. Kasus kedua adalah pembobolan kantor kepala sekolah oleh salah seorang siswa yang melibatkan geng motor Rapid Fire dan menyebabkan terlukanya salah seorang petugas sekuriti. Kasus ketiga adalah ditemukannya seorang siswi yang gantung diri pada saat kenaikan kelas tanpa diketahui penyebabnya.

Tahun ini kepala sekolah SMA Harapan Nusantara berniat membuat pameran lukisan khusus untuk Rima Hujan, sang ketua Klub Kesenian yang telah membuat tujuh lukisan baru yang dinamainya dengan Tujuh Lukisan Horor. Namun sebelum pameran dimulai, Rima mendapatkan surat kaleng yang isinya:
Algojo tujuh lukisan horor akan keluar dari dalam lukisan untuk menghukum para penjahat penyebab tragedi tahun lalu, pada saat pameran lukisan, dan semua akan mati sesuai cara-cara yang telah ditetapkan sang algojo. (hal: 37) 

Erika dan Valeria yang membuat pengumuman detektif pun akhirnya dipanggil Bu Rita (kepala sekolah) untuk memecahkan kasus ini. Bersama dengan Viktor Yamada dan Leslie Gunawan mereka berusaha memecahkan kasus ini. Sayangnya mereka terlambat, satu persatu korban berjatuhan dan keadaannya sama dengan lukisan Tujuh Lukisan Horor yang diubah si pelaku. 

Sanggupkah mereka menemukan algojo Tujuh Lukisan Horor? Apakah hubungan algojo tersebut dengan tragedi yang terjadi tahun sebelumnya?

January 1, 2016

[Book Review] Johan Series #3: Permainan Maut

8:00 AM 0 Comments

IDENTITAS BUKU:
Judul: Permainan Maut
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020312958
Baca di iJakarta

REVIEW:
Tony Senjakala sudah merencanakan liburan sekolah yang indah di Singapura bersama pacarnyaJenny Angkasa. Namun ia menerima email dari teman lamaAilinayang meminta bantuannya. Dalam email-nya, Ailina bercerita tentang kutukan rumah yang baru saja dibelinya di Pontianak. Setelah membeli rumah yang akhirnya dijadikan penginapan, keluarga mereka ditimpa kesialan beruntun. Mulai dari Ayah yang ditabrak motor hingga tulang kakinya retak, Ibu yang ditusuk saat terjadi penodongan, hingga Kakak Sulung mereka yang terkena kanker darah stadium empat. Ailina berharap Tony dapat datang ke Pontianak dan menyelidiki kutukan yang ada di rumahnya.

Di samping itu ia kedatangan kakaknya yang super jailTory Senjakala. Demi menjauhkan Jenny dari Tory, maka Tony mengajak Markus Mann dan teman-teman klub Judo untuk berangkat ke Pontianak dengan alasan latihan intensif Judo untuk ujian kenaikan tingkat. Tak disangka, ternyata Tory juga ikut ke sana.

Sesampainya di Pontianak, mereka menginap di Penginapan keluarga Ailina.
Bangunan itu bangunan kuno berlantai empat yang sangat besar, namun tidak punya nilai artistik sama sekali. Terbuat dari kayu dan balok, bangunan itu tampak rapuh dan reyot. Setiap daun pintu dan jendela berderak-derak saat ditiup angin , menimbulkan suara siap roboh sewaktu-waktu. [hal: 50]
Akhirnya penginapan itu dihuni oleh Tony, Markus, Tory, 8 cowok anggota klub Judo, Ailina dan adiknyaCelina, serta Bi Atiek dan Bi Ani. Awalnya semua berjalan dengan lancar. Latihan intensif judo yang awalnya hanya sebagai alasan, tidak disangka malah berjalan mulus. 

Sampai suatu ketika Tory dituduh mendorong Celina jatuh dari tangga yang menyebabkan Celina harus dirawat di rumah sakit. Kemudian pengintaian Tory dan Markus yang diam-diam memasuki kamar tuan rumah dan menemui beberapa kejanggalan. Sampai akhirnya beberapa anggota yang memutuskan untuk balik lebih dulu ke Jakarta.

Namun tiba-tiba jembatan yang merupakan satu-satunya jalan keluar dari penginapan itu pun roboh. Hal ini menyebabkan mereka semua terkurung di penginapan yang dikelilingi Sungai Kapuas lengkap dengan buayanya.

Beberapa hari tidak ada masalah, sampai suatu ketika satu-persatu anggota klub judo mulai menghilang. Trio DetektifTory, Tony, dan Markuspun beraksi. Sanggupkah mereka menemukan teman-teman mereka kembali? Apakah benar ada kutukan di Penginapan tersebut?

***

September 9, 2015

[Book Review] Omen #1: Omen

4:52 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU:
Judul: Omen
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 307 halaman
Terbit: Desember 2012
ISBN: 978-979-22-8795-0

SINOPSIS:
Bagaimana rasanya punya saudara kembar? Menyenangkan? Aku rasa tidak semua orang berpendapat seperti itu. Setidaknya bagi si Kembar Eliza dan Erika Guruh. Keduanya kembar identik secara fisik, namun sangat berbeda dalam penampilan dan sikap.

Eliza Guruh lebih memilih berpenampilan anggun, feminin, cantik, lembut, menyenangkan, populer, dan disenangi semua orang. Berkebalikan dengan Erika Guruh, sang kakak yang lebih memilih jadi anak bandel dan merupakan preman sekolah dengan penampilan gotiknya yang sangat aneh. Sedari kecil pun Erika ini sudah dijuluki Omen oleh orang-orang terdekatnya.

Semua orang tau bahwa Erika menyimpan rasa iri yang teramat sangat kepada adik kembarnya. Eliza menyalahkan Erika yang tidak bisa meneladani sikapnya yang manis. Di sisi lain, Erika juga menganggap semua sikap lembutnya Eliza adalah palsu dan di balik semuanya, Erika menganggap Eliza sangatlah licik. Semuanya bertambah buruk ketika Erika 'dituduh' merebut pacar Eliza, yaitu Ferly. Saat itu pula Erika tau bahwa semuanya adalah ide licik dari Eliza, dan saat itu pula dia mengancam akan membunuh Eliza.

Ketika sekolah mereka mengikuti karyawisata yang diisi oleh seorang ilusionis. Saat itu, Erika adalah salah satu orang yang 'beruntung' menjadi asisten si ilusionis untuk dihipnotis. Ketika dihipnotis, yang muncul di bayangan Erika adalah adik kembarnya sendiri. Di bawah pengaruh hipnotis, Erika membayangkan keinginan terbesarnya untuk membunuh Eliza. Tanpa Eliza, takkan ada yang membandingkan mereka lagi.

Siapa sangka beberapa hari setelah adegan hipnotis tersebut, Eliza ditemukan bersimbah darah dengan empat pisau menancap di atas tubuhnya. Dan ketiga teman Erika melihat Erika menyembunyikan jaket hitam dengan cipratan darah yang dikenakan Erika pada malam yang sama dengan malam ditemukannya tubuh Eliza yang sekarat. 

Benarkah Erika yang tega menyelakai Eliza? Apakah keinginan kotornya begitu kuat hingga ia sanggup membunuh adik kembarnya sendiri?

REVIEW:
Aku udah dengar tentang novel kak Lexie Xu yang isinya top banget sejak SMA. Tapi belum kesampaian baca, sampai suatu ketika dapat buntelan novel Omen #3: Misteri Organisasi Rahasia The Judges via BBI dan sudah di-review DI SINI. Saat itu juga aku mutusin buat ngoleksi novel Omen series ini.

Kalo ada yang bertanya, apa ga bingung baca novel seri tapi tidak berurutan? Jawabannya tidak. Karena meskipun berseri, setiap novelnya memiliki cerita yang berbeda-beda meskipun ada keterkaitan satu sama lain. Orang-orang yang telah muncul di novel sebelumnya juga dijelaskan secara sepintas dan jelas di novel berikutnya. Jadi ga masalah kalo bacanya tidak berurutan, tapi lebih baik kalo bisa berurutan :D

Dari segi cerita, action dan thriller yang ada di novel ini tidaklah sehebat dan sebanyak di novel Omen berikutnya, mengingat ini adalah seri yang pertama.  Meskipun banyak action dan thriller, kak Lexie Xu merangakai kata-katanya dengan sangat baik sehingga mudah dipahami dan ceritanya mengalir serta tidak berat. Untuk adegan sadisnya pun tidak terlalu sadis yang sampai membuat kita ngilu atau bergidik.

Ceritanya dibuka dengan prolog dari si Eliza Guruh yang cantik dan populer. Di situ, kita bisa melihat kejadian dari sudut pandang si Eliza. Bab-bab berikutnya diceritakan dari sudut pandang si anak bengal, Erika Guruh dan hanya ada satu bab dari sudut pandang Valeria Guntur.

Ada beberapa tokoh yang penting dan bakalan muncul kembali di novel Omen berikutnya:
  • Erika dan Eliza Guruh. Si kembar yang berbeda dalam segala hal.
  • Orang tua si kembar yang menyebalkan dan tidak terlalu berperan.
  • Si Ojek atau Viktor Yamada. Tukang Ojek pribadi Erika.
  • Valeria Guntur. Si anak cupu yang ternyata pintar berpura-pura.
  • Daniel, Welly, dan Amir. Ketiga sohib Erika yang sempat tidak mempercayainya di novel ini.
  • Ajun Inspektur Lukas. Polisi yang bakalan selalu dipanggil untuk kasus di novel ini dan novel-novel berikutnya.
Tokoh favoritku adalah Erika Guruh si pemilik daya ingat fotografis yang artinya dia takkan melupakan apa yang pernah didengar dan dilihatnya. Inilah yang membuat dirinya bisa menjadi juara umum meskipun bandelnya minta ampun. Anaknya jujur, blak-blakan, lucu, dan meskipun penampilannya segarang singa sebenarnya hatinya lembut kayak anak kucing. Salut juga sama ketegarannya meskipun semua itu cuma tembok yang sengaja dia buat agar orang lain tidak tau betapa menderitanya dia. Tokoh favorit lainnya adalah si Ojek yang bermuka masam. Sifat si Ojek ini mirip dengan seseorang, jadi setiap aku membaca tentang si Ojek, aku jadi kebayang orang itu XD

Setelah membaca 5 dari 7 novel Omen series ini, kita akan selalu diberi kejutan di bagian akhir. Selalu. Ternyata apa yang kita lihat tidak semuanya benar dan bisa dipercaya. Tak terkecuali di seri pertama ini.

Jadi bagi kamu yang menyukai adegan-adegan heroik, thriller, detektif-detektifan namun dengan bahasa yang menyenangkan, kalian harus mencoba baca novel ini. Kalian akan menemukan nuansa baru dalam novel teenlit ini. Siapa tau kalian akhirnya tertarik dan memutuskan untuk mengoleksi ketujuh serinya sepertiku ;D

April 23, 2015

[Curhat Buku] #1: Recently Finish, Currently Reading, and To Read Next

5:17 PM 3 Comments
Assalamualaikum..

Selamat Hari Buku Sedunia, teman-teman! :)
Buku apa yang kalian baca hari ini?

Seharian ini aku belum membaca buku (novel) apa pun. Begitu banyak deadline tugas untuk besok sehingga beberapa buku (mungkin) akan terabaikan. Mungkin loh ya. Siapa tau aku bosan dengan buku-buku laporan dan tugas ini sehingga lebih memilih novel-novel yang cantik itu X)

Seperti biasa, aku selalu semangat untuk membuat postingan ketika dikejar deadline tugas kuliah.  Meskipun banyak postingan yang berakhir di draft saja haha. Tapi ketika nyantai malah ga pengen ngerjain apa-apa ._.

Nah barusan aja aku berkunjung ke blognya kak Orinthia dan membaca postingan Curhat Buku. Jadi Curhat Buku ini adalah meme pertama yang akan dihosting kak Orinthia @ Orinthia's Bookshelf. Isinya bebas selama bersangkutan dengan buku dan bisa dilakukan kapan saja.

Berhubung aku suka curhat, jadi ikutan deh XD

February 14, 2014

[Review Novel] Malory Towers #1 : Semester Pertama di Malory Towers

8:43 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Semester Pertama di Malory Towers
Penulis : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 248 halaman
Terbit : 1984
ISBN : -
Rating : 4.5 dari 5 bintang

SINOPSIS :
Darrel Rivers adalah murid baru kelas 1 di Malory Towers, sekolah khusus perempuan. Dia tinggal di Menara Utara bersama anak-anak lainnya. Di semester pertama ini, dia berteman dengan Alicia yang nakal, suka berbicara tajam dan apa adanya, namun pintar. Juga dengan Betty, sahabat Alicia. Selain itu, ada Gwendoline - anak manja yang selalu mau menang sendiri dan berhati keji, Mary - Lou si penakut, Sally - si pendiam, Irene - si tukang ketawa terbahak-bahak, dan anak-anak lainnya.

Di serial pertama Malory Towers ini dijabarkan kehidupan Darrel dan teman-temannya. Bagaimana tingkah mereka yang nakal, suka mengerjai guru, iri, berantem dengan teman lain, dan bagaimana membantu teman lain. Di seri pertama ini juga menceritakan tentang proses pencarian sahabat sejati.

REVIEW :
Ini buku pertama Enid Blyton yang saya baca. Ya, saya memang ketinggalan soal buku bagus -_- Sebenarnya udah banyak yang bilang kalo buku-buku Enid Blyton ini bagus. Tapi berhubung tidak pernah ketemu pas ke toko buku, dan baru ketemu pas di rentalan buku, ya akhirnya coba membacanya.

Awalnya agak ragu. Ini bukunya tua banget ya, tahun 1984. Lebih tua 11 tahun dariku. Kertasnya sudah menguning dan renyah-renyah gitu. Jadi megangnya super hati-hati. Udah gitu orang-orang covernya itu jadul banget ya. Saya pernah melihat cover terbarunya. Memang bagus, tapi sepertinya lebih bagus cover yang lama ini :)

Saya sangat menikmati membaca buku ini. Meskipun tidak cepat selesai, itu karena saya berusaha memahami dan memasukkan nilai moralnya ke dalam hati. Buku anak-anak yang sangat bagus. Kenapa tidak dibaca sedari kecil saja ya. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan? Bahkan saya berkeinginan memberikan buku ini kepada adik-adik saya, biar mereka bisa mengambil nilai moral yang ada di dalamnya.

Bahasanya ringan, mengalir, dan sangat mudah dipahami. Membacanya seakan-akan saya juga berada di sana. Ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Bagaimana kenakalan mereka ketika mengerjai Nona Potts, bagaimana ketakutan Darrel setelah dia mendorong jatuh Sally hingga menyebabkan anak itu sakit perut yang parah. Saya suka sama tingkah laku mereka yang unik-unik sekali. Apalagi tingkah lakunya si Gwendoline ini. Meskipun dia jahat, tapi kok bisa ada aja ya ide yang keselip di kepalanya itu. 

Untuk tokoh-tokohnya, favorit saya ya si Darrel ini. Soalnya terkadang saya merasa mirip dengan Darrel. Jadi si Darrel ini digambarkan sebagai anak yang ceria, jujur dan apa adanya, namun tidak berlidah tajam, sebenarnya pintar namun dia hanya bisa fokus ke satu hal. Saya paling suka di bagian ini. 

Jadi ceritanya di awal semester, si Darrel ini sebenarnya pintar. Nilai-nilainya baik. Tapi lama-kelamaan dia tergoda untuk berteman dengan Alicia dan Betty. Darrel kagum sama kejahilan Alicia dan akhirnya ikut mengerjai guru-gurunya. Akhirnya Darrel terlalu terlena dengan kejahilan tersebut dan terlalu fokus sama kesenangannya. Akibatnya, nilai-nilainya menurun. Padahal meskipun Alicia ikut bermain, tapi nilainya tetap bagus. Akhirnya Nona Potts menasihati Darrel. Nona Potts bilang ada orang-orang yang bisa mengerjakan banyak hal dan semuanya berakhir dengan baik (multi tasking). Tapi untuk Darrel, dia hanya bisa mengerjakan satu hal apabila ingin mendapatkan hasil yang maksimal (single tasking). Meskipun multi tasking itu terlihat lebih enak, namun mereka jarang yang menjadi ahli di bidangnya. Justru si single tasking inilah, bila dia fokus pada bidang yang ia senangi, maka ia bisa menjadi ahli di bidangnya.

Terus banyak pelajaran yang dijabarin di sini tanpa kesan menggurui. Pelajaran ini disampaikan secara langsung dan ada beberapa yang tersirat. Memang beberapa alasan orang tua mereka menyekolahkan anaknya di Malory Towers agar anaknya bisa belajar menjadi lebih baik lagi. Nah ini ada beberapa nilai moral yang saya dapat :
1. Tidak semua keinginan kita bisa tercapai, apalagi bila kita berada di keramaian. Kita harus mau menuruti aturan dan mengutamakan kepentingan orang banyak daripada kepentingan diri sendiri.
2. Kemarahan hanya akan menghancurkan harga diri kita, dan membawa penyesalan di kemudian hari.
3. Jika kita menginginkan sesuatu, maka berusahalah untuk mendapatkannya. Takut? Buat rasa takut atau rasa takut itu yang akan menguasai diri kita.
4. Jangan meremehkan orang lain. Setiap orang pasti mempunyai keinginan untuk menjadi lebih baik. Tugas kita adalah membantu orang itu untuk keluar dari rasa takutnya.
5. Sahabat sejati itu adalah orang yang meskipun kita sering berlaku kasar terhadapnya, namun dia tetap ada disamping kita ketika kita berada di titik terendah.

Lalu, kalau memang buku ini sebagus itu, kenapa nggak ngasih 5 bintang? Kenapa berkurang 1/2 bintang?

Satu-satunya hal yang saya sesali adalah ucapan para guru di sini. Rasanya guru-guru ini terbiasa mengatakan muridnya tolol, bodoh, tidak menggunakan otak, dan sebagainya. Bukankah itu kata-kata yang kasar? Bukankah seorang guru tidak boleh mengecap seorang anak itu bodoh? 

Dosenku bilang, tidak ada peserta didik yang bodoh. Yang ada hanyalah perbedaan kecepatan mereka dalam menyerap pelajaran. Ada yang sekali dijelasin langsung paham, ada pula yang perlu 1-2 kali penjelasan baru dia paham. Jadi yang perlu dilakukan guru hanyalah memberikan waktu dan dukungan lebih bagi peserta didik agar mereka semua bisa memahami pelajaran.

Tapi secara keseluruhan, buku ini sangat menghibur dan kaya akan nilai moral. Tidak ada salahnya menjadikan buku ini sebagai bacaan untuk adik atau anak, kan? XD

NB :
Di buku dituliskan, diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia, Jakarta 1984. Tapi di goodreads bilang ini diterbitkan tahun 1995. Yang benar yang mana ya?

February 13, 2014

[Review Novel] Cinta Paket Hemat

7:59 PM 3 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Cinta Paket Hemat
Penulis : Retni SB
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 278 halaman
Terbit : April 2007
ISBN : 978-979-22-2830-4
Rating : 3 dari 5 bintang

SINOPSIS :
Cerita bermula dari gempa di Yogyakarta yang menewaskan Lia dan Fadil, orang tua dari Lio, seorang anak yang mengidap autis. Sebagai tante (Pipit - adik Lia) dan om (Aries - adik Fadil) Lio, akhirnya mereka berdualah yang mendapat rezeki untuk menjaga Lio.

Aries yang seorang reporter tentu tidak bisa sepenuhnya menjaga Lio. Akhirnya Pipit lah yang dengan 'sukarela' menjadi babysitter bagi Lio. Kehidupan Pipit pun berubah. Dia yang biasanya bebas dan gaul harus merelakan waktunya demi tugas menjaga Lio. Putus dari pacarnya, berantem dengan teman-temannya. Belum lagi urusan kerja yang menurutnya adalah segalanya.

Untunglah masih ada Aries yang ikut menjaga Lio. Di saat Pipit sedang drop, selalu ada Aries yang menopangnya. Aries jugalah yang membuka pikiran Pipit agar lebih bisa menerima masalah dalam hidup. Tinggal serumah pasti mampu merubah perasaan seseorang. Dari yang semula sering adu mulut, lama-lama keduanya mulai merasa saling membutuhkan. Saling mencintai. 

Di saat Pipit telah mengutarakan perasaannya, lalu datang Amy. Calon psikolog yang bersedia menjaga Lio dengan alasan untuk penelitiannya. Namun bagi Pipit, Amy tidak hanya menjaga dan memperhatikan Lio, tapi juga Omnya Lio.

Di saat Pipit lagi cemburu-cemburunya ditambah banyak masalah (dipecat dari pekerjaannya), datang Pak Sapta, mantan Bosnya yang juga menawarkan pekerjaan baru untuknya. Ternyata Pak Sapta mempunyai perasaan khusus terhadapnya.

Lalu, siapakah yang dipilih Pipit? Pak Sapta atau Aries yang sedang "dekat" dengan Amy?

REVIEW :
Saya bisa nyelesain novel ini kurang dari 5 jam :)) *ya iyalah, enggak tebal* XD

Gara-gara banyak yang nyebut-nyebut novel ini, akhirnya ikutan baca deh. Yah, ternyata tidak mengecewakan dan cukup menghibur. Buktinya bisa selesai dalam sekali baca :)

Suka sama covernya simpel, tapi bagus. Cuma kurang sreg sama warna backgroundnya aja. Jadinya gelap. Mungkin kalo diganti warna lain yang lebih muda, bisa lebih cocok. Covernya gambar kotak yang berisi foto sekeluarga, kamera, dan tas. Itu menggambarkan isinya banget. Kalo mau nerima Pipit ya harus bisa nerima Lio, soalnya Pipit dan Lio itu sepaket. Tapi tidak banyak orang yang mau menerima seorang gadis yang sudah memiliki 'anak', terlebih anak berkebutuhan khusus karena mereka akan menuntut perhatian lebih. Sebenarnya dari cover-nya aja udah ketahuan sih isi ceritanya. Cukup membaca bagian-bagian awal, kita bakalan tahu kamera itu milik siapa.

Yang saya agak bingung itu sama judulnya, Cinta Paket Hemat. Hemat apanya ya? Maksudnya apa? ._.

Menggunakan alur maju dengan sudut pandang pertama dari Pipit dan Aries. Tapi porsinya di sini 80% Pipit dan 20% Aries. Saya selalu menunggu-nunggu POVnya Aries loh. Meskipun kelihatannya usil, tapi pola pikirnya ini dewasa banget.

Untuk karakter Pipit. Pas baca sinopsis saya kira Pipit ini seperti sosialita gitu, ternyata biasa aja. Cuma dia emang agak bebas dan mudah terombang-ambing. Kalo untuk Aries, kan di bagian awal ditulis kalo Aries itu tipe cowok slengekan. Kok enggak kelihatan gitu ya? Aries emang suka adu mulut, komentar-komentar, tapi bukan tipe slengekan kok. Oh ya, entah kenapa saya kepikiran, cara pengucapan nama Aries di sini itu, Aries atau Aris? *tidak penting* XD

Poin lebih untuk novel ini adalah penjelasan tentang anak autis yang lumayan banyak. Misal tentang tingkah lakunya dan bagaimana cara mengadapinya. Karena dulu saya pernah belajar tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), saya jadi semangat banget bacanya. Karena saya juga calon guru, meskipun bukan guru luar biasa, setidaknya bisa menambah pengetahuan untuk menghadapi ABK ini. Tapi ada satu poin yang membuat saya bingung. Dulu pas belajar tentang anak autis, anak autis itu tidak boleh diberi makanan manis, soalnya bisa membuat diri mereka hiperaktif. Nah di sini si Lio itu banyak disuguhin makanan manis. Jadi gimana dong? -_-

Terus inikan novel Metropop. Yang saya suka dari novel Metropop ini rapi. Rapi hampir dalam segala hal. Dari covernya yang biasanya tidak muluk-muluk, pergantian bab yang hanya ditandai dengan 'angka' atau 'huruf' dan tanpa gambar, bahasanya yang hampir formal tapi mudah diikuti, juga minim typo.

Saya suka novel yang dalamnya banyak gambarnya, apalagi gambarnya unyu-unyu. Tapi karena saya nggak kreatif, saya lebih suka novel yang format dalamnya lurus-lurus aja seperti makalah XD

February 11, 2014

[Review Novel] Omen #3 : Misteri Organisasi Rahasia The Judges

12:51 PM 5 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Omen #3: Misteri Organisasi Rahasia The Judges
Penulis : Lexie Xu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 306 halaman
Terbit : September 2013
ISBN : 978-979-22-9822-2
Rating : 4 dari 5 bintang

SINOPSIS :
Novel ini menceritakan tentang 10 orang yang mendapatkan undangan untuk mengikuti seleksi calon anggota organisasi misterius sekolah, The Judges. Dari 10 orang ini, hanya 6 yang akan terpilih menjadi anggota The Judges. The Judges ini organisasi kecil namun dampaknya besar sekali di sekolah. Mereka bisa memberhentikan karyawan, guru, bahkan kepala sekolah. Mereka juga bisa mengeluarkan murid bila mereka tidak berkenan. Pokoknya songong deh. Anggotanya adalah anak-anak yang memiliki kelebihan, baik kelebihan harta maupun kemampuan.

Erika Guruh dan Valeria Guntur adalah dua orang sahabat yang juga mendapatkan undangan rahasia ini. Erika Guruh adalah seorang cewek berambut pendek, memiliki ingatan fotografis, juara umum pertama di angkatannya, namun sayangnya bandel dan jago berantem. Sedangkan Valeria atau biasa dipanggil Val adalah anak perempuan berambut panjang, berkacamata, kelihatan polos, kuper, dan lemah, namun pandai kickboxing (tulisannya benar gitu kan? ._.) dan pandai dalam hal akademis. Juara umum kedua dan merupakan putri dari keluarga Guntur yang kaya raya.

Bersama Erika dan Val, ada Rima Hujan, Daniel, Helen, Ricardo, Hadi, Dedi, Aya, dan OJ. Kesepuluh orang ini diminta datang ke sekolah pukul 9 malam dengan mengenakan topeng dan seragam sekolah. Lalu anggota The Judges pun datang dengan pakaian serba hitam, topeng panjang, dan alat pengubah suara.

Hari pertama, kedua, dan ketiga sama-sama memakan korban. Tiba-tiba undangan datang kembali untuk seleksi hari keempat. Disini, mereka harus berusaha keras, atau mereka akan terbunuh.

REVIEW :
Ini adalah novel pertama Lexie Xu yang saya baca, dan saya puas. Dari SMA telah sering melihat novel-novel Lexie Xu punya teman. Pengennya sih minjem, tapi udah keburu lulus XD

Suka sama covernya hitamnya yang berhias darah dan gambar 3 orang cewek sebagai tokoh utama dalam novel ini. Bagi yang belum pernah membaca Omen seri sebelumnya, jangan takut. Dibagian awal penulis sudah mendeskripsikan ketiga orang tersebut.

Menggunakan alur maju dan sudut pandang pertama dari Erika Guruh, Valeria Guntur, dan Rima Hujan.

Penggambaran karakternya sangat kuat, terutama pada '3 Serangkai' di atas. Erika yang memiliki ingatan fotografis, pintar, bandel, dan kuat. Valeria yang terlihat cupu, lemah, namun pintar dan pintar menjadi bunglon. Rima yang dijuluki Sadako karena penampilannya yang mengerikan. Aku paling suka sama Erika. Ditambah jika membaca dari sudut pandang Erika. Anaknya keras tapi lucu. Kelihatannya kuat dan tanpa beban, padahal banyak pikiran.

Novel ini termasuk thriller kan ya? Suka banget sama ceritanya. Pas membacanya langsung ingat sama The Hunger Games, meskipun tidak sesadis THG. Ceritanya mengalir, mudah dipahami, mudah dibayangin, dan lucu. Ya, lucu. Apalagi jika Erika yang sedang bercerita. Di saat adegan paling menegangkan pun, pola pikir Erika ini lucu sekali. Aku sampai ketawa-ketawa heboh, tapi ditahan biar nggak ada suara yang keluar. Soalnya udah mau magrib, entar dikiran kesambet pula XD

Cuma terkadang suka lupa, yang bercerita itu siapa (dari sudut pandang siapa). Meskipun karakternya berbeda dan digambarkan dengan kuat oleh tokoh lainnya, entah kenapa gaya bercerita ketiganya sama-sama saja. Jadilah saya sering membuka ulang awal bab untuk mengetahui ini menggunakan sudut pandang siapa. Setelah setengah jalan, barulah saya bisa menarik kesimpulan. Jika menggunakan sudut pandang Erika, dia itu cuek dan lucu, sudut pandang Val itu polos di luar tapi dalamnya tidak, sedangkan Rima itu sering minder dan merasa lemah meskipun kelihatan luarnya dingin.

Tapi secara keseluruhan suka sama novel ini. Endingnya cukup mengagetkan, dan membuat penasaran. Ternyata '3 Serangkai' itu harus lebih berhati-hati. Karena musuh sebenarnya lebih berbahaya dan aksinya baru saja akan dimulai.

Jadi pengen baca Omen #4 *kode-kode* XD

January 20, 2014

[Review Novel] The Chronicles of Narnia: The Last Battle

12:07 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : The Chronicles of Narnia: The Last Battle (Pertempuran Terakhir)
Penulis : C.S. Lewis
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan keempat - April 2008
Tebal : 280 halaman
ISBN : 978-979-22-1777-3
Rating : 2/5 bintang

SINOPSIS :
Pertempuran terakhir yang terdahsyat

NARNIA...
di mana kebohongan melahirkan ketakutan...
di mana kesetiaan diuji...
di mana semua harapan seolah sirna.

Pada hari terakhir Narnia, tanah itu menghadapi tantangan terbesarnya - bukan dari kekuatan asing di luar melainkan musuh dari dalam. Kebohongan dan pengkhianatan menancapkan kukunya, dan hanya sang raja serta sekelompok kecil pengikut setia yang bisa mencegah kehancuran semua yang mereka sayangi, dalam kisah terakhir The Chronicles of Narnia.

REVIEW :
Buku ketiga Narnia yang saya baca setelah The Voyage of The Dawn Treader dan The Magician's Nephew. Karena saya nggak ngoleksi bukunya, akhirnya saya membacanya tergantung dari ebook yang lengkap atau koleksi dari rentalan -_-

Sesuai judulnya, The Last Battle ini adalah seri terakhir dari 7 buku Narnia. Karena saya termasuk Narnian (meskipun abal-abal), saya tetap penasaran bagaimana kisah akhir dari dunia Narnia ini. Apakah dia akan musnah seperti dunia kita, atau tetap abadi. Saya berharap di buku terakhir ini akan seru banget. Ternyata harapan saya ketinggian :(

Teman-teman saya sering membandingkan Narnia dengan Harry Potter. Mereka selalu menjelek-jelekkan Narnia dan saya akan mati-matian membelanya. Saya masih berharap Narnia itu seru. Ternyata mereka benar :"(

Untuk terjemahan sudah bagus, mungkin memang ceritanya saja yang sulit dipahami. Jadi untuk membaca satu halaman saya membutuhkan waktu 2 kali membaca agar bisa memahaminya.

Seperti kedua buku lainnya, detail tempat dan suasana digambarkan sangat jelas. Bahkan terlalu panjang dan bertele-tele. Meskipun begitu, tetap saja saya tidak bisa mendapat gambaran yang jelas. Untunglah ada ilustrasi-ilustrasi di beberapa halaman yang sangat membantu. Suka sama ilustrasi di dalamnya.

Yang membuat saya kecewa, ini kan buku terakhir, judulnya juga Pertempuran Terakhir, saya berharap mendapatkan pertempuran yang hebat, yang sengit, yang lama. Tapi setelah membaca bagian pertempuran, bahkan belum sampai gregetan, tiba-tiba udah selesai aja. Pertempuran macam apa ini -_-

Tapi saya suka sama covernya. Meskipun awalnya kelihatan "abstrak", setelah membaca bukunya, ternyata covernya menjelaskan isinya. Sama seperti sinopsisnya. Akan lebih mudah dipahami setelah membaca bukunya secara keseluruhan.

Untuk endingnya, saya sangat menyukainya. Ending yang tidak terduga, tapi saya rasa begitulah ending yang saya inginkan :)

Yah, pada akhirnya saya juga ga mau bikin review beginian. Sebagai pecinta Narnia saya ga tega, saya juga kecewa. Tapi ya mau bagaimana lagi. Biarlah Narnia seri terkahir ini ga seru, yang penting 6 buku lainnya masih seru untuk dibaca :)


Review ini untuk :
- Goodreads Reading Challenge 2014
- BBI Review Challenge 2014

December 31, 2013

[Review Novel] Winter in Tokyo

10:36 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Winter in Tokyo
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan Kesembilan - Maret 2010
Tebal : 313 halaman
ISBN : 978-979-22-3983-6
Rating : 4/5 bintang

SINOPSIS :
Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana yang berbeda. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan bisa diandalkan.

Perlahan-lahan - mungkin sejak malam Natal itu - aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.

Keiko tentang Kazuto

Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila ada dia. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya masih ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.

Kazuto tentang Keiko

Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya....

REVIEW :
Ini udah kesekian kalinya aku membaca ulang Winter in Tokyo ini. Tapi tetep aja, semuanya adalah buku pinjeman. Kalo kemarin pinjeman dari perpus SMA, sekarang pinjeman dari Heny haha.

Ceritanya tentang Kazuto, fotografer terkenal di New York yang melarikan diri ke Tokyo karena perempuan yang disukainya ingin menikahi sahabatnya. Sesampainya di Tokyo, Kazuto tinggal di sebuah apartemen kecil (satu rumah hanya ada empat kamar) dan memiliki tetangga bernama Keiko.

Pertemuan keduanya saja sudah diwarnai kehebohan. Lalu pertemuan selanjutnya tidak afdol kalo tidak berantem atau adu mulut. Tapi rasanya lucu membaca keduanya yang saling berantem seperti itu.

Seperti bisa ditebak, semakin sering keduanya bersama, maka akan muncul rasa-rasa yang tidak biasa. Yang mulai menyadarinya adalah Kazuto, lalu Keiko. Tapi yang aku sebal disini, keduanya berusaha mengelak dari perasaan masing-masing. Terutama Keiko, yang masih terobsesi sama cinta pertamanya, Akira.

Memendam perasaan yang sama namun tidak pernah diutarakan, akhirnya keduanya sering salah paham. Gemas deh bacanya. Sampai natal tiba, Kazuto berhasil membuat Keiko untuk berhenti memikirkan Akira dan mulai melihat Kazuto.

Tapi waktu itu situasinya tidak pas. Keiko sedang berada di dalam kereta yang akan pergi. Akhirnya dengan harap-harap cemas Keiko menunggu kepulangannya kembali ke Tokyo, dan berharap Kazuto dapat menjelaskan maksud ucapannya kepada Keiko.

Tapi sayang...
Sewaktu Keiko pulang, Kazuto tidak mengingat Keiko lagi...

Ilana Tan. Salah satu penulis favorit saya. Dari awal membaca karyanya yang Autumn in Paris, saya sukses nangis kejer di tempat umum. Semenjak itu, berniat untuk membaca semua karyanya.

Winter in Tokyo. Cerita yang biasa namun bisa diolah menjadi sangat menarik. Dengan bahasa formal namun mudah dipahami, alur yang cepat, dan penggunaan POV yang tepat, membuat saya ingin selalu membaca ulang novel ini.

Jujur, saya tidak tahu Ilana Tan itu orang mana, dan saya tidak pernah berusaha mencari tahunya. Tapi saya salut sama cerita-ceritanya yang selalu bersetting di luar negeri, dan dengan deskripsi yang detail banget (kecuali deskripsi New York di Sunshine Becomes You). Entah karena Ilana Tan pernah tinggal di sana atau bagaimana, saya juga tidak tahu.

Menggunakan sudut pandang yang berganti-ganti antara Keiko, Kazuto, dan beberapa orang di sekitar mereka, membuat kita lebih memahami perasaan masing-masing. Bagaimana susahnya memendam perasaan suka sama orang lain.

Tapi saya agak kurang sreg soal bagian amnesianya. Rasanya Kazuto terlalu beruntung disini. Kecelakaan pertama Kazuto mengalami amnesia sebagian. Kazuto melupakan memorinya sebulan terakhir, sebulan bersama Keiko. Rasanya aneh aja. Udah nyatain perasaan, tinggal nunggu waktu yang pas untuk menjelaskan ke Keiko, eh malah dapat kecelakaan. Yang dilupain pas bagian dia mengenal Keiko pula.

Udah gitu kecelakaan kedua. Kepalanya dipukul lagi. Rasanya terlalu beruntung apabila kepala kita dipukul dua kali, dalam rentang waktu yang singkat, tapi bukannya cedera lebih parah, malahan semua ingatannya kembali.

Ya, terlepas dari bagian amnesia itu saya suka ceritanya. Terutama bagian epilognya. Ternyata satu momen yang singkat, bila diceritakan dalam dua sudut pandang yang berbeda, hasil akhirnya bisa sangat berbeda dan itu sangat keren.

Kalo kamu suka Tokyo dan suka kisah yang menggemaskan namun manis, silahkan baca buku ini :)

Oh ya, ada beberapa quotes yang saya suka di novel ini :

"Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap?"
[hal 68]

"Ingatanku memang bermasalah, tapi aku tahu apa yang ku rasakan."
[lupa di halaman berapa, lupa kata-katanya apa, tapi kira-kira kaya gitu .__.]

December 30, 2013

[Review Novel] Sunshine Becomes You

10:25 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Sunshine Becomes You
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan Kedua, Januari 2012
Tebal : 432 halaman
ISBN : 978-979-22-7813-2
Rating : 4/5 stars

SINOPSIS :
Ini kisah yang terjadi di bawah langit New York...
Tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan...
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan...
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk
bertahan hidup.

Awalnya, Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu - malaikat kegelapan yang membuatnya cacat. Kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan.

Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga. Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai-sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.

REVIEW :
Buku rentalan ini saya baca jam 15.00 tadi dan sekarang sudah selesai. Rekor! Pertama kalinya saya bisa nyelesain buku yang lumayan tebal dalam sekali duduk baring. Ya, soalnya pegal kalo duduk lama -_-

Ini adalah buku kesekian Ilana Tan yang saya baca, dan tentu saja, tetralogi 4 musimnya telah saya baca semua, bahkan sempat re-read selama beberapa kali. Dan tetap saja, saya jatuh cinta sama cerita-ceritanya :")

Entah kenapa saya susah dalam menceritakan kembali isi novel dalam bentuk tulisan, jadi langsung ke review aja ya.

Sunshine Becomes You ini mengambil setting di New York. Awal mulanya, saya kira bakal dapat deskripsi New York secara mendetail, seperti deskripsi Seoul, Paris, Tokyo, dan London di tetralogi 4 musim. Tapi New York di sini tidak terlalu di tonjolkan. Ya, mungkin karena adegannya lebih banyak yang di dalam ruangan daripada di luar ruangan.

Untuk tokohnya, lagi-lagi saya jatuh cinta. Ilana Tan ini selalu bisa membuat karakter yang tidak bisa tidak dicintai. Penggambaran tokohnya kuat, baik dari segi karakter maupun sifatnya. Suka banget sama Alex Hirano. Enak diajak berantem dan tetap romantis :3

Yang saya suka dari Ilana Tan ini adalah selalu menggunakan bahasa baku seperti terjemahan, tapi sangat mudah untuk di pahami. Bahasanya baku, tapi mudah dipahami. Alurnya juga cepat dan tidak bertele-tele.

Sebenarnya udah sering baca cerita yang model begini. Tapi Ilana Tan bisa membuat semuanya menjadi lebih menarik. Dan selalu suka banget sama endingnya. Ending dari novel-novel Ilana Tan yang saya baca, mau happy ending atau sad ending, rasanya itu selalu puas. Rasanya, itulah ending yang tepat untuk cerita tersebut.

December 26, 2013

[Review Novel] Tongkat Ajaib Lolita #2: My Dearest Frog Prince

2:00 PM 2 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Tongkat Ajaib Lolita #2: My Dearest Frog Prince
Penulis : Karla M. Nashar
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 183 halaman
Terbit : Februari 2010
ISBN : 978-979-22-5335-1
Rating : 3/5 bintang

SINOPSIS :
Pada tahun kedua sebagai pewaris kekuatan keluarganya, kehidupan Lolita semakin heboh oleh berbagai kejadian aneh yang harus dihadapinya dengan tabah.

Kali ini Lolita mendapat tugas untuk menolong kedua sahabat yang sangat membencinya. Charlotte yang tingkahnya semakin hari semakin aneh, serta Lili yang ternyata dikuntit makhluk gaib yang ingin menculiknya.

Namun yang paling bikin Lolita bingung adalah perasaannya terhadap Dharma. Anehnya, sejak pulang dari Australia Lolita merasa dongeng tua tentang pangeran kodok itu benar-benar jadi kenyataan. Lalu bagaimana dengan Rio, cowok keren yang meminta Lolita jadi pacarnya? Dan Ina, yang jelas-jelas naksir berat sama Dharma?

REVIEW :
Akhirnya saya menyelesaikan buku tipis ini dalam beberapa jam saja. Dan sedihnya saya mulai baca dari buku kedua. Meskipun ini ceritanya baru (tidak bersambung dari buku pertama), tetap saja ada beberapa hal yang tidak saya ketahui, misalnya bagaimana awal mula Lolita menerima kekuatannya, dan apa hubungannya dengan tongkat ajaib.

Saya membeli buku ini dan buku ketiganya dengan harga IDK 9k per-buku. Sayangnya, setelah mengubek-ubek, saya tetap tidak mendapatkan buku pertamanya. Daripada tidak jadi membeli, ya udah akhirnya tetap beli dan mulai baca dari buku kedua.

Ceritanya tentang Lolita yang memiliki kekuatan bisa membaca isi hati orang lain. Jangan tanyakan pada saya bagaimana ia bisa mendapatkan kekuatan itu, karena tidak di jelaskan di buku kedua ini. Dia bersama keempat sepupu lainnya mewarisi kekuatan yang berbeda. Ada yang memiliki kekuatan untuk mengobati orang lain, ada yang bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib, dan sebagainya. 

Mudahnya, Brahmadiningrat, keluarga besar Lolita ini, seperti keluarga Cullen. Dengan beberapa anggota keluarga yang memili kelebihan khusus.

Meskipun Lolita memiliki kelebihan bisa membaca isi hati orang lain, dia berusaha tidak menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Termasuk kepentingannya dengan Dharma. Lolita yang menganggap Dharma adalah seorang Pangeran Kodok, semenjak kedatangannya dari Australia merubah pandangannya terhadap Dharma. Dia mulai menyukai sahabatnya itu, dan ingin mengetahui isi hati sahabatnya. Namun, dia tidak mau menggunakan keahliannya tersebut.

Mereka berusaha menahan perasaan masing-masing dan menutupinya dengan kedok persahabatan. Di lain pihak, Rio mulai mendekati Lolita, dan Ina menyukai Dharma. Akhirnya karena suatu kecerobohan, Lolita pun berpacaran dengan Rio dan Ina dekat dengan Dharma.

Labil banget deh anak-anak ini. Mereka suka, tapi pura-pura biasa aja. Tapi habis itu nyesek sendiri. Memangnya kenapa kalau jatuh cinta sama sahabat sendiri? Apalagi sudah ada tanda-tanda kalau keduanya saling mencintai?

Tidak hanya itu, Lolita menyadari ada makhluk gaib yang ingin menarik Lili ke dunianya, dan Charlotte menyimpan masalah besar yang disembunyikannya dari orang lain. Dengan bantuan Dharma dan keempat sepupunya, Lolita pun menyelesaikan masalahnya.

Buku pertama Karla M. Nashar yang aku baca. Suka sama gaya berceritanya. Cepat, mengalir, dan tidak bertele-tele. Bahasanya halus dan mudah di pahami. Alurnya juga mudah di mengerti. Pergulatan batin antara Lolita dan Dharma, meskipun porsinya sedikit namun menyenangkan sekali.

Namun sayangnya, konfliknya kurang dapat dan kurang greget, permasalahan pun bisa diselesaikan dengan cepat. Mungkin karena halamannya yang begitu tipis. Tapi akan lebih baik bila sedikit 'di perpanjang' konflik dan penyelesaiannya.

Yah, cocok lah untuk dibaca di waktu senggang, ketika males bacaan berat dan butuh bacaan ringan. Ceritanya cukup menghibur dan menyenangkan :)

December 11, 2013

[Book Review] Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye

7:14 AM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 507 halaman
Terbit : Cetakan kelima, Juli 2013
ISBN : 978-979-22-7913-9

SINOPSIS :
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.

Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka.

REVIEW :
Memang benar. Untuk menikmati suatu buku kita membutuhkan suasana hati yang pas. Review-review lain pun sangat membantu dalam menentukan mood baca kita. Misalnya saja pada novel ini.

Awalnya, aku menyukai ceritanya yang mengalir. Namun karena biasanya membaca cerita yang ber-setting kota besar dengan bahasa formal atau gaul, ketika membaca novel ini dengan setting yang berbeda, profesi yang berbeda, dan gaya bahasa yang berbeda, aku agak kaget.

Sebenarnya tidak masalah. Namun kata-katanya terlalu 'frontal' menurut ku. Bahkan, temanku langsung menyerah di halaman pertama. Apalagi di mulai dengan pertanyaan tentang kotoran. Kotoran dalam arti sebenarnya.

Tapi aku tetap memaksakan membaca. Entah karena waktu itu lagi pengen bacaan yang romantis, dan aku tidak segera mendapatkannya di novel ini, akhirnya aku berhenti membacanya. 

Namun setelah membaca review dari beberapa blog tentang buku ini, ternyata ceritanya menarik. Minus bagian operasi jantung itu.

Akhirnya aku membaca ulang, dan benar saja, semuanya terasa bagus. Setting di sekitar sungai Kapuas menambah wawasan kita tentang tempat tersebut. Profesi penarik sepit, satu hal yang baru aku tahu, dan ternyata itu seru. Apalagi rasa kekeluargaan diantara mereka kental banget. Selain itu, ada Pak Tua dengan segudang kata-kata bijaknya.

Novel setebal 507 halaman ini menyajikan kisah cinta antara Borno dan si gadis sendu menawan, Mei. Bagaimana awal mereka bertemu, tentang Mei yang meninggalkan sepucuk angpau merah di sepit Borno, yang Borno kira itu adalah angpau biasa, sehingga tidak dibukanya hingga akhir halaman buku ini. Pada akhirnya, Borno mengetahui bahwa isi angpau merah tersebut bukanlah uang, namun surat dari Mei. Yang menjelaskan mengapa wajah Mei terlihat sendu, Bapak Mei yang melarang hubungan mereka berdua, dan sikap Mei yang tiba-tiba menjauhi Borno.

Selain itu, penggambaran tentang kehidupan Borno dan pengemudi sepit serta tetangganya juga menarik. Ada banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari keseharian mereka, bahkan dari segala keterbatasan.

Novel ini terkesan nyata dan tidak muluk-muluk. Benar-benar menggambarkan kehidupan nyata. Tentang segala keinginan kita yang tidak sepenuhnya bisa terwujud. Tentang kesetiaan dan pengorbanan cinta. Tentang roda kehidupan, mungkin sekarang kita berada di bawah, tapi mungkin saja berapa jam kemudian kita berada di atas. Begitu pula sebaliknya.

Ada banyak banget pelajaran hidup yang bisa diambil dari sini, antara lain:

"... terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan." [hal: 210]

"Begitulah hidup, kadang di atas, kadang di bawah. Kadang berjaya, kadang terhina." [hal: 214]

"Banyak orang yang kadang lupa bertanya muasal uang kalau dia terlanjur menikmatinya. Anak lupa bertanya pada bapak. Istri lupa bertanya pada suami."[hal: 228]

"Bagi bayi, sakit adalah tahapan naik kelas. Bagi kita yang jelas tidak mengulum jempol lagi, sakit adalah proses pengampunan."[hal: 250]

"Kalau hati kau sedang banyak pikiran, gelisah, kau selalu punya teman dekat. Mereka bisa jadi penghiburan, bukan sebaliknya malah tambah kau abaikan. Habiskan masa-masa sulit kau dengan teman terbaik, maka semua akan lebih ringan."[hal: 258]

"Ah, cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri."[hal: 288]

"Ada sebuah rahasia kecil di antara para gadis. Jika dia memberikan hadiah sebuah buku pada seorang laki-laki, terlebih buku kesukaan dan hobi laki-laki itu, maka laki-laki itu amat penting bagi gadis itu. Bukan sekedar teman."[hal: 333]

"Berikanlah hadiah sebuah buku kepada seseorang yang amat kau hargai."[hal: 500]

Oh ya, bagi yang laki-laki nih, ada tips dari bang Togar nih agar nge-date berjalan lancar XD Mau tau? Ini dia tipsnya [hal: 293-294] :

"Yang pertama, jadilah diri sendiri."
"Jadilah pendengar yang baik. Ini tips kedua."
"Yang ketiga, pusatkan perhatian pada dirinya. Dia, dia, dan dia, itulah topik kau sepanjang hari."
"Yang terakhir, tutup acara jalan-jalan sehari kau dengan kalimat bahwa kau senang menghabiskan waktu bersamanya, bilang bahwa ini jauh lebih hebat dibandingkan mengantar Gubernur Kalimantan Barat menyeberangi Kapuas."

Dengan segala cerita dengan hal yang baru, quotes yang menarik, ditambah tips dari bang Togar, tidak salah kan bila memberi 5 bintang untuk novel ini? :))

November 2, 2013

[Review Novel] The Hunger Games #2: Catching Fire

2:49 PM 2 Comments
 source 

IDENTITAS BUKU :
Judul : The Hunger Games: Catching Fire
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Hetih Rusli
Tebal : 420 halaman
Terbit : Cetakan kedua belas: Oktober 2013
ISBN : 978-979-22-9946-5
Rating : 4.5 / 5 stars

SINOPSIS :
Api pemberontakan tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam.

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada kekurangan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya...

REVIEW :
Setelah sekian lama pengen novel ini, akhirnya dapat juga di Togamas Solo dengan cover baru dan diskon 25% haha. Padahal udah ngelilingin Togamas nyari novel ini dengan cover merahnya, tapi nggak ada. Kirain udah habis, ternyata dicetak ulang dengan cover baru, dengan Katniss ada di covernya.

Meskipun belum pernah baca The Hunger Games, tapi nggak ngerasa "buta" pas baca Catching Fire. Soalnya udah sering nonton The Hunger Games berulang-ulang. Malahan, imajinasi ku tentang orang-orang dan tempatnya kerasa lebih nyata. Jadi untuk yang belum baca buku pertama, tonton filmnya aja dulu :D

Ceritanya berpusat pada Katniss Everdeen, pemenang Hunger Games ke-74 dan dijuluki sebagai mockingjay, yang merupakan simbol pemberontakan bagi distrik-distrik lain. Dengan keberanian Katniss melawan peraturan di Hunger Games, dan membuatnya lolos sebagai pemenang bersama Peeta, membuat penduduk distrik mendapat "angin" untuk melawan Capitol.

Dalam novel kedua ini, Katniss dan Peeta harus kembali ke arena Hunger Games dalam rangka Quarter Quell yang diadakan setiap 25 tahun sekali. Namun yang dihadapi mereka saat ini bukanlah anak-anak lugu yang gemetaran di arena, namun pemenang-pemengang Hunger Games yang masih hidup sampai saat itu.

Yah, menurut ku cerita di buku kedua ini lebih seru daripada yang pertama. Perasaan Katniss benar-benar di bolak-balik disini. Kadang dia merasa mencintai Gale, namun di sisi lain dia menyukai Peeta meskipun tidak disadarinya. Belum selesai menentukan perasaannya, Presiden Snow memaksa Katniss untuk bertunangan dengan Peeta.

Deskripsi karakternya kuat. Katniss yang terlalu cuek, berani, namun di satu sisi egois dan punya rasa takut. Peeta yang sumpah, so sweet banget. Kemarin-kemarin sih aku masih suka sama Gale. Tapi kali ini aku jadi Tim Peeta, yeah!

Peeta itu ya, meskipun dia mencintai Katniss, tapi dia nggak pernah maksa. Dia selalu bisa mengalah, paham akan keadaan Katniss. Dia juga bisa menerima waktu tau Katniss menyukai Gale. Dan di arena Hunger Games, Peeta punya tekad untuk mengutamakan Katniss. Pokoknya Katniss harus selamat. Titik.

Pas baca adegan-adegan romantis Katniss-Peeta, aku sampai nahan napas. Bukan adegan yang ngasih bunga atau semacamnya, namun cukup dengan diamnya Peeta, namun perhatian yang dia berikan ke Katniss, itu udah ngebuat aku iri sekali. Kapan ya Peeta-ku datang? #eh haha.

Namun sayang, Gale hanya sedikit diceritakan disini. Mungkin kalo lebih banyak di ceritain, bakalan banyak juga yang suka sama Gale ini.

Bingung mau nge-review gimana, takutnya spoiler. Yang jelas ceritanya lebih keren, apalagi dengan adanya pemberontakan di beberapa distrik, pertarungan dengan sesama pemenang, dsb.

Di akhir permainan, Katniss harus bisa menebak. Siapa musuhnya sebenarnya. Apakah Finnick Odair, sekutunya dari awal yang selalu membantunya dan menyelamatkan hidup Peeta, atau Joanna yang meskipun bersikap menyebalkan, namun tetap mau bekerja sama dengannya? 

Ataukah ada akhir lain yang diciptakan Haymitch, sang mentor? Dimana Katniss dan Peeta hanya berperan sebagai pion yang harus melakukan semua permainan tanpa mengetahui apapun.

Lalu, bagaimana cerita cinta Katniss-Gale-Peeta? Siapa yang Katniss pilih? Apakah Peeta dan Katniss dapat selamat pada Quarter Quell kali ini?

Segera baca buku ini! =)

Rating berkurang 0.5 karena akhir buku ini yang benar-benar menggantung. Lagi benar-benar penasaran, tiba-tiba udah tamat aja. Gemes banget deh. Jadi penasaran sama buku ketiganya, Mockingjay.

October 17, 2013

[Review Novel] Dua Pasang Mata

7:28 AM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Dua Pasang Mata
Penulis : Alexandra Leirissa Yunadi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain dan Ilustrasi Sampul : Ari Susanti
Terbit : 2012
Tebal : 280 halaman
ISBN : 978-979-22-8446-1

SINOPSIS:
Tujuh tahun lalu, kecelakaan mobil itu terjadi. Gara-gara iseng memainkan setir mobil, Ralphie melakukan kesalahan terbesar di dalam hidupnya. Dia merenggut nyawa Viora, adik bungsunya, dan merampas penglihatan Theola, adik tersayangnya.

Sejak saat itu Theola membenci kakaknya. Dia menganggap Ralphie telah merampas tiga hal yang begitu penting dalam hidupnya: sepasang mata untuk melihat keindahan dunia, seorang adik yang paling manis, dan kepercayaan akan kasih sayang seorang kakak.

Dan kini Ralphie dan Theola kembali bertemu. Dalam keadaan tak saling mengenal. Karena Ralphie menyamar sebagai Rabel, seorang berandalan yang selalu bikin onar.

Untuk sesaat, Rabel bahagia dengan identitas barunya. Sebab kini dia bisa melindungi Theola dan menebus kesalahannya. Tapi, kebahagiaan itu ternyata tak berlangsung lama. Sebab, Theola -- yang tak pernah tahu siapa Rabel sebenarnya -- mulai jatuh cinta.

Rabel kebingungan. Kepada siapa Theola jatuh cinta sebenarnya? Sungguhkah kepada dia, kakak kandungnya sendiri? Atau kepada Arizona, cowok ganteng saingan terberat rabel yang diyakininya cuma mau mempermainkan Theola?

Sayang, sebelum Rabel menemukan jawaban, semua sudah terlambat...

REVIEW :
Sebelumnya udah pernah baca novel ini dari perpus SMA, tapi masih dengan cover lamanya. Dan ketika ngeliat ada salah satu OS buku langganan ku yang menjual novel ini seharga 17k, langsung aja pengen beli :3


Untuk cover, aku lebih suka cover lamanya. Cover lama menunjukkan bahwa Theola dan Rabel benar-benar mirip, seperti yang digambarkan. Sedangkan di cover baru, meskipun lebih manis dengan warna ungu mudanya, tapi rasanya kurang greget gitu.

Untuk karakternya, aku kok ngerasa penggambaran karakternya 'kurang dapat' ya? Kecuali untuk tokoh Theola dan Iren. Untuk Rabel dan Arizona nya, rasanya kurang 'bandel'. Aku lebih suka deskripsi tokoh Arizona dari salah satu blog, semacam fan fiction mungkin.

Untuk ceritanya, aku suka banget. Simpel, tidak bertele-tele dan tetap manis. Dari awal aja udah ngerasa envy sama Theola, punya kakak yang begitu sayang sama dia. Terus perlakuan Rabel ke Theola ketika mereka ketemu lagi, itu so sweet banget. Wajar sih kalo Theola jadi suka sama Rabel. Arizona juga punya cara tersendiri untuk membuat 'kejutan' bagi Theola.

Ada beberapa typo, namun tidak mengurangi isi ceritanya, seperti:
- tombo ----- harusnya tombol (hal 79)
- manyala ----- harusnya menyala (hal 209 dan 212)

Ada beberapa kata-kata favorit dari novel ini:

Jangan pernah nyatai cinta kalo elo nggak benar-benar jatuh cinta. (hal 94)
Berbohong itu punya efek bola salju. Berawal dari suatu hal kecil, lalu ketika menggelinding turun, bola itu semakin membesar dan terus membesar. (hal 154-155)

Be honest to people. Be honest tho the ones you love. Be honest to yourself. Be honest for always... (hal 269)

September 7, 2013

[Review Novel] The Devil in Black Jeans

8:01 AM 2 Comments
IDENTITAS BUKU :
Judul : The Devil in Black Jeans
Penulis : aliaZalea
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Sampul : Martin Dima
Editor : Eka Pudjawati
Tebal : 352 halaman
ISBN : 978-979-22-9188-9

SINOPSIS :
Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.

Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.

Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.


August 26, 2013

[Review Novel] Katarsis

7:25 AM 4 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Katarsis
Penulis : Anastasia Aemilia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Editor : Hetih Rusli
Desain dan Ilustrasi Cover : Staven Anderson
Tebal : 264 halaman
ISBN : 978-979-22-9466-8

SINOPSIS :
Tara Johandi, gadis berusia delapan belas tahun, menjadi satu-satunya saksi dalam perampokan tragis di rumah pamannya di Bandung. Ketika ditemukan dia disekap di dalam kotak perkakas kayu dalam kondisi syok berat. Polisi menduga pelakunya sepasang perampok yang sudah lama menjadi buronan. Tapi selama penyelidikan, satu demi satu petunjuk mulai menunjukkan keganjilan.

Sebagai psikiater, Alfons berusaha membantu Tara lepas dari traumanya. Meski dia tahu itu tidak mudah. Ada sesuatu dalam masa lalu Tara yang disembunyikan gadis itu dengan sangat rapat. Namun sebelum hal itu terpecahkan, muncul Ello, pria teman masa kecil Tara yang mengusik usaha Alfons.

Dan bersamaan dengan kemunculan Ello, polisi dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu seperti yang dipakai untuk menyekap Tara. Apakah Tara sesungguhnya hanya korban atau dia menyembunyikan jejak masa lalu yang kelam?


August 23, 2013

[Review Novel] Pacarku Juniorku

2:33 PM 0 Comments


IDENTITAS BUKU :
Judul : Pacarku Juniorku
Penulis : Valleria Verawati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


SINOPSIS :
Mungil, manis, jadi ketua OSIS, tapi judesnya minta ampun. Itulah Bia, cewek kelas 3 SMA Constantine. Banyak cowok naksir Bia, tapi Bia menganggapnya angin lalu.

Waktu acara MOS, Bia ketemu sama Egi, cowok kelas 1 yang rada tengil, tapi baik hati dan nggak gampang nyerah. Waktu mendapat hukuman disuruh nyanyi, Egi malah sengaja menggoda Bia, bikin Bia makin benci sama cowok itu.

Ternyata ada kebaikan hati di balik judesnya Bia. Ada ketulusan cinta di balik ketengilan Egi. Tapi kedekatan dua anak manusia itu terusik, karena sahabat Bia juga naksir Egi...