December 18, 2013

Rabu BeRibu #1

2:49 PM 0 Comments
Assalamualaikum :)

Siang-siang gini lagi pengen nyoba yang baru. Terus ngelihat Rabu BeRibu nya Mbak Asrina di blognya kubukabukuku.


Berhubung ini pertama kalinya, maafin ya kalo beritanya nggak jelas XD

Mau ngasih berita apa ya? Ga tau ini namanya berita atau curhat, tapi ya sudahlah. Pokoknya ini dia:

Beberapa hari yang lalu (atau kemarin?) abis baca twitter dan blog nya Kak Dinoy tentag editor, proofreader, dsb. Dari membaca cepat kemarin, yang aku dapat adalah kalau mau menjadi editor/proofreader itu harus teliti.

Misal teliti tentang typo, EYD, penulisan, dan sebagainya. Terus bisa dimasukin ke review kita terus posting di blog. Nah, itu bisa membantu waktu melamar pekerjaan ke penerbit.

Jadinya sekarang aku berusaha untuk teliti dalam membaca. Entah itu soal typo, atau penulisan huruf yang salah (misal penggunaan huruf kapital).

Pengen kaya Kak Dinoy :)) 

Tapi kayanya masih harus banyak belajar dan buka KBBI. Soalnya kemarin sempat nge-review, ada nyantumin tentang typo, dan ternyata ada yang ngasih tau kalo di KBBI, itu bener. Jadi malu sendiri kan ._. hehe.

Sekian Rabu BeRibu hari ini. Maaf kalau nggak sesuai atau ada yang salah.

Pengen ikutan Rabu BeRibu? Ayo mampir KESINI ya :) 

December 17, 2013

Telling Tuesday #2: Desember 2013

7:39 AM 0 Comments
Assalamualaikum :)

Hari Selasa yang padat ini, untunglah ada matkul yang kosong. Akhirnya bisa posting Telling Tuesday yang di host oleh Kak Yuca di blognya The Little Present. Sama seperti bulan lalu, Telling Tuesday kali ini spesial loh, soalnya ada giveawaynya lagi. Ada voucher belanja buku senilai IDR 75k untuk 2 orang pemenang.



Nah langsung aja, ini dia list bacaanku untuk bulan Desember ini dan bulan November kemarin :)

BUKU YANG DIBACA SELAMA BULAN NOVEMBER 2013
1. And The Mountains Echoed - Khaled Hosseini
2. Aku Tahu Kamu Hantu - Eve Shi
3. The Hunger Games #2: Catching Fire - Suzanne Collins
4. Lukisan Hujan - Sitta Karina
5. The Coffe Memory - Riawani Elyta
6. Sesuatu yang Tertunda - Sky Nakayama
7. Selamanya Cinta - Kireina Enno

BUKU YANG SEDANG DIBACA
1. Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela - Tetsuko Kuroyanagi
2. The Thirteenth Tale - Diane Setterfield
3. Wonder - R.J. Palacio

BUKU YANG AKAN DIBACA SELAMA BULAN DESEMBER 2013
1. London: Angel - Windry Ramadhina 
3. Montase - Windry Ramadhina (udah selesai, tinggal di review)
4. Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela - Tetsuko Kuroyanagi
5. The Thirteenth Tale - Diane Setterfield
6. Wonder - R.J. Palacio
7. Les Miserables - Victor Hugo
8. I For You - Orizuka

Nah, sekian Telling Tuesday ku di bulan Desember ini. Bagaimana dengan Telling Tuesday kalian?

Pengen ikutan Telling Tuesday juga? Yuk mampir KESINI :) 

December 11, 2013

Wishful Wednesday #3

5:05 PM 0 Comments
Assalamualaikum :)

Tidak terasa udah hari rabu aja. Udah hampir memasuki pertengahan Desember, lalu masuk Januari, dan waktunya pulang ke Batam! Yeay! XD



Rabu ini waktunya untuk posting Wishful Wednesday yang dibuat oleh mbak Astrid di blog Books to Share. Karena saya sering lupa buat postingan, dan sering lupa sama wishlist sendiri, jadi mumpung hari ini ingat semua, di rangkap semua sebagian boleh kan ya? :)

Dan inilah beberapa wishlist yang aku ingat XD

1. The Hunger Games - Suzanne Collins



Udah nonton filmnya, dan udah puas sama filmnya. Jadi nggak ngerasa pengen baca bukunya hehe. Tapi teman ku bilang banyak cerita di buku yang nggak ada di film, alias filmnya di persingkat. Yah, berhubung aku nggak tau, jadi pengen tau. Jadi pengen baca.

2. Mockingjay - Suzanne Collins


Udah baca dan nonton Catching Fire, jadi penasaran sama kisah akhirnya. Terlebih, keadaannya Peeta :3 haha.

3. Wonder - R.J. Palacio


Udah sering lihat reviewnya oleh teman-teman BBI, dan katanya bagus. Jadi pengen. Apalagi tentang anak yang tidak biasa.

4. The Cuckoo's Calling - Robert Galbraith


Aku suka sama J.K. Rowling, meskipun nggak nge-fans banget. Tapi ngelihat banyak yang PO buku ini, jadi kepengen juga ._.

Baiklah. Cuma segitu yang saya ingat. Itupun yang keempat baru ingat setelah ngelihat twitter -_-

Pengen ikutan wishful wednesday juga? Ini dia caranya:
1. Silahkan follow blog Books to Share -- atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1 yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan list postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalo mau, silahkan tambahkan button Wishful Wednesday di postingan kalian.
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist nya di hari rabu =)

[Book Review] Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye

7:14 AM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 507 halaman
Terbit : Cetakan kelima, Juli 2013
ISBN : 978-979-22-7913-9

SINOPSIS :
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.

Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka.

REVIEW :
Memang benar. Untuk menikmati suatu buku kita membutuhkan suasana hati yang pas. Review-review lain pun sangat membantu dalam menentukan mood baca kita. Misalnya saja pada novel ini.

Awalnya, aku menyukai ceritanya yang mengalir. Namun karena biasanya membaca cerita yang ber-setting kota besar dengan bahasa formal atau gaul, ketika membaca novel ini dengan setting yang berbeda, profesi yang berbeda, dan gaya bahasa yang berbeda, aku agak kaget.

Sebenarnya tidak masalah. Namun kata-katanya terlalu 'frontal' menurut ku. Bahkan, temanku langsung menyerah di halaman pertama. Apalagi di mulai dengan pertanyaan tentang kotoran. Kotoran dalam arti sebenarnya.

Tapi aku tetap memaksakan membaca. Entah karena waktu itu lagi pengen bacaan yang romantis, dan aku tidak segera mendapatkannya di novel ini, akhirnya aku berhenti membacanya. 

Namun setelah membaca review dari beberapa blog tentang buku ini, ternyata ceritanya menarik. Minus bagian operasi jantung itu.

Akhirnya aku membaca ulang, dan benar saja, semuanya terasa bagus. Setting di sekitar sungai Kapuas menambah wawasan kita tentang tempat tersebut. Profesi penarik sepit, satu hal yang baru aku tahu, dan ternyata itu seru. Apalagi rasa kekeluargaan diantara mereka kental banget. Selain itu, ada Pak Tua dengan segudang kata-kata bijaknya.

Novel setebal 507 halaman ini menyajikan kisah cinta antara Borno dan si gadis sendu menawan, Mei. Bagaimana awal mereka bertemu, tentang Mei yang meninggalkan sepucuk angpau merah di sepit Borno, yang Borno kira itu adalah angpau biasa, sehingga tidak dibukanya hingga akhir halaman buku ini. Pada akhirnya, Borno mengetahui bahwa isi angpau merah tersebut bukanlah uang, namun surat dari Mei. Yang menjelaskan mengapa wajah Mei terlihat sendu, Bapak Mei yang melarang hubungan mereka berdua, dan sikap Mei yang tiba-tiba menjauhi Borno.

Selain itu, penggambaran tentang kehidupan Borno dan pengemudi sepit serta tetangganya juga menarik. Ada banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari keseharian mereka, bahkan dari segala keterbatasan.

Novel ini terkesan nyata dan tidak muluk-muluk. Benar-benar menggambarkan kehidupan nyata. Tentang segala keinginan kita yang tidak sepenuhnya bisa terwujud. Tentang kesetiaan dan pengorbanan cinta. Tentang roda kehidupan, mungkin sekarang kita berada di bawah, tapi mungkin saja berapa jam kemudian kita berada di atas. Begitu pula sebaliknya.

Ada banyak banget pelajaran hidup yang bisa diambil dari sini, antara lain:

"... terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan." [hal: 210]

"Begitulah hidup, kadang di atas, kadang di bawah. Kadang berjaya, kadang terhina." [hal: 214]

"Banyak orang yang kadang lupa bertanya muasal uang kalau dia terlanjur menikmatinya. Anak lupa bertanya pada bapak. Istri lupa bertanya pada suami."[hal: 228]

"Bagi bayi, sakit adalah tahapan naik kelas. Bagi kita yang jelas tidak mengulum jempol lagi, sakit adalah proses pengampunan."[hal: 250]

"Kalau hati kau sedang banyak pikiran, gelisah, kau selalu punya teman dekat. Mereka bisa jadi penghiburan, bukan sebaliknya malah tambah kau abaikan. Habiskan masa-masa sulit kau dengan teman terbaik, maka semua akan lebih ringan."[hal: 258]

"Ah, cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri."[hal: 288]

"Ada sebuah rahasia kecil di antara para gadis. Jika dia memberikan hadiah sebuah buku pada seorang laki-laki, terlebih buku kesukaan dan hobi laki-laki itu, maka laki-laki itu amat penting bagi gadis itu. Bukan sekedar teman."[hal: 333]

"Berikanlah hadiah sebuah buku kepada seseorang yang amat kau hargai."[hal: 500]

Oh ya, bagi yang laki-laki nih, ada tips dari bang Togar nih agar nge-date berjalan lancar XD Mau tau? Ini dia tipsnya [hal: 293-294] :

"Yang pertama, jadilah diri sendiri."
"Jadilah pendengar yang baik. Ini tips kedua."
"Yang ketiga, pusatkan perhatian pada dirinya. Dia, dia, dan dia, itulah topik kau sepanjang hari."
"Yang terakhir, tutup acara jalan-jalan sehari kau dengan kalimat bahwa kau senang menghabiskan waktu bersamanya, bilang bahwa ini jauh lebih hebat dibandingkan mengantar Gubernur Kalimantan Barat menyeberangi Kapuas."

Dengan segala cerita dengan hal yang baru, quotes yang menarik, ditambah tips dari bang Togar, tidak salah kan bila memberi 5 bintang untuk novel ini? :))

December 7, 2013

[Review Novel] London: Angel

4:03 PM 2 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : London: Angel
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 327
Cetakan pertama, 2013
ISBN : 979-780-653-7
Rating : 4/5

SINOPSIS :
Pembaca tersayang.

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis novel 'Orange', 'Memori', dan 'Montase', membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanannya kali ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
Editor

REVIEW :
Akhirnya datang niat me-review juga :) Udah nyelesain dari beberapa hari yang lalu, tapi mau nulis reviewnya mentok hehe. Jadi London ini adalah seri STPC pertama yang saya baca. Dari awal udah niat banget pengen buku ini. Secara, ini London :3

Dari awal membaca, kita sudah bisa menduga bahwa Mbak Windry ini suka membaca buku karangan luar. Pengetahuannya akan dunia seni dan sastra pun tidak diragukan. Terbukti dengan adanya beberapa buku luar yang disebutkan, misalnya Wuthering Heights - Emily Bronte. Selain itu penjelasan seni yang begitu detail dan beberapa hal tentang sastra.

Selain itu, saya menyukai gagasan untuk memberikan nama julukan ke masing-masing orang. Seperti Dum and Dee, Brutus, Hyde, Goldilocks, dan V. Kesemuanya adalah nama-nama yang diambil dari nama tokoh buku karangan luar. Kesannya itu, tetap menjaga nama baik dan membuat kita penasaran akan buku yang dimaksud.

Brutus bukan namanya yang asli. Aku menjulukinya demikian karena dia sering bersikap tidak terduga seperti pengkhianat di salah satu kisah William Shakespeare. [hal 16]

Cover dan lainnya, saya suka banget. Merah dan hitam itu rasanya mewakili London banget. Terus ada bonus postcard nya juga, yang seperti lukisan-lukisan gitu. Keren :)

Untuk detail London nya pun, saya lumayan puas meskipun tetap tidak bisa membayangkan secara jelas di kepala. Yang jelas, saya jadi tau sisi lain London selain Bigben, London Bridge, Oxford. Rasanya, pengen ngerasain sendiri :)

Untuk sudut pandang, menggunakan sudut pandang Gilang sebagai orang pertama. Saya jarang membaca buku dengan sudut pandang laki-laki. Dan ternyata cerita dengan sudut pandang laki-laki itu keren juga. Setidaknya, jadi lebih tau gimana pola pikir mereka, dan yang jelas, tidak menye-menye haha.

Endingnya sendiri pun tidak tertebak. Saya sampai mengulang berkali-kali karena endingnya itu keren banget. Sempat rada speechless gitu jadinya. Ternyata, kalau kita percaya sama malaikat, mungkin kita bisa bertemu dengan mereka di bumi :')

Oh ya, hampir lupa. Saya suka cerita romantis-romantisnya. Dan tidak hanya satu cerita cinta, tapi ada 3 cerita cinta. Dan semua punya jalan keajaibannya masing-masing :)

Tapi ada satu hal yang agak mengganjal sih. Ada beberapa kata yang menurut saya janggal, entah itu saya yang nggak paham, atau emang typo, misalnya hibuk. Awalnya saya kira ini typo, harusnya sibuk. Tapi di halaman-halaman berikutnya, ada beberapa kata hibuk ini. 

Tapi di luar itu, saya suka banget. 4 bintang untuk London dan Goldilocks :)

Ada beberapa quote yang saya suka, seperti berikut:

"Ini tidak akan jadi yang terakhir, percaya kepadaku. London terlalu menarik untuk dikunjungi satu kali." [hal: 44]

"Lagipula, perjalanan cinta sejati tidak pernah mulus - begitu kata Shakespeare." [hal: 56]

"Kau tidak belajar mencintai. Kau mencintai dengan sendirinya." [hal: 297]

"Tidak ada yang terenggut. Setiap orang punya keajaiban cintanya sendiri. Kau hanya belum menemukannya." [hal: 320]

December 1, 2013

[Monthly Recap] Buku Bacaan Selama November 2013

7:40 AM 2 Comments
Assalamualaikum :)

Akhirnya november yang panjang telah berakhir. Meskipun bulan ini sibuk banget sama laporan praktikum yang gugur satu tumbuh seribu, tapi baca novelnya tetep jalan dong haha. Apalagi bulan ini, kayaknya banyak banget novel pinjeman. Big thanks to Dita and Venti {}

Nah, meskipun menurutku bulan ini udah banyak namatin novel, setelah direkap ternyata cuma sedikit juga, tidak lebih dari sepuluh -__-

Inilah dia bacaan ku selama november ini:

1. And The Mountains Echoed - Khaled Hosseini
5. The Coffe Memory - Riawani Elyta [pinjem punya Venti]
6. Sesuatu yang Tertunda - Sky Nakayama [pinjem punya Venti]
7. Selamanya Cinta -  Kireina Enno [pinjem punya Dita]

Untuk novel pertama dan terakhir, aku bingung gimana buat reviewnya. Tapi masih ingat ceritanya. Yang parah itu novel keenam. Bahkan aku lupa gimana ceritanya .__. Akhir-akhir ini pelupa banget~

Untuk novel favorit adalah The Hunger Games #2: Catching Fire sama Selamanya Cinta :)

November 30, 2013

[Movie Adaptation] The Hunger Games #2: Catching Fire

2:09 PM 0 Comments
Assalamualaikum :)

Sudah hampir seminggu berlalu semenjak saya menonton Catching Fire. Ya, akhirnya Heny berbaik hati mau nemenin saya. Tapi ada sedikit keanehan sewaktu kami nonton Catching Fire seminggu yang lalu.


Meskipun itu hari minggu (mahal), namun cukup banyak yang nonton film ini. Kebanyakan sih sama pacarnya. Untung saya ga nekat nonton sendirian .__. Nah, di film Catching Fire ini kan tetap ada adegan pembunuhannya, dan itu lumayan sadis menurut saya. Tapi entah kenapa, seisi bioskop itu cuma lempeng. Tidak ada respon atau reaksi atau apapun yang mereka lakukan. Mereka cuma memberikan respon di adegan ciumannya saja -__-

Tebakan saya sama Heny ternyata benar. Tidak banyak yang mengenal Catching Fire disini. Bahkan ketika saya bertanya tentang The Hunger Games, mereka malah mengira itu suatu game di komputer. Jadi, kemungkinan mereka nonton Catching Fire cuma karena posternya yang keren, atau cuma iseng aja. Alhasil, merekanya bengong dan malah sibuk ciuman sama pacar masing-masing (ini kata Heny) -__-

Saran saya, bagi yang belum nonton The Hunger Games, ada baiknya nonton atau membaca bukunya dulu sebelum nonton Catching Fire. Biar nggak bengong. Bakalan lebih baik lagi, kalo udah membaca novel Catching Fire dulu. Biar punya gambaran :)

Oke, sekian curhatnya kini masuk ke review. Karena ini review pertama saya tentang Movie Adaption, jadi kalo bahasanya berantakan atau nggak jelas, maafin ya hehe. Jujur, saya juga bingung bagaimana membuat review Catching Fire ini. Karena Mbak Sulis udah nulis reviewnya keren  banget DISINI

CERITA FILM :
Setahun berlalu setelah kemenangan Katniss Everdeen dan Peeta Mellark dalam Hunger Games ke-74. Saat ini, mereka harus mengadakan tur kemenangan ke Distrik-distrik lain. Disitu, mereka harus membacakan pidato yang telah disiapkan, di depan para penduduk Distrik dan keluarga tribute yang gugur dalam arena.

Tentu saja ini merupakan suatu hal yang berat bagi Katniss, apalagi memberikan pidato di Distrik 11, tempat keluarga Rue dan Thresh. Siapa sangka, pidato singkat dari Katniss menyulut pemberontakan di Distrik 11 dan akibatnya seorang pria tua di tembak kepalanya.

Begitu pula di Distrik lainnya. Pemberontakan di berbagai Distrik. Mereka menganggap Katniss adalah simbol mockingjay, simbol pemberontakan bagi mereka terhadap Capitol. Tentu saja ini hal yang membahayakan Capitol, terutama Presiden Snow.

Presiden Snow yang sejak semula tidak menyukai Katniss dan menganggap perbuatan Katniss-Peeta di Hunger Games adalah suatu pemberontakan, dia mengancam dan memaksa Katniss untuk menunjukkan pada seluruh Distrik dan Capitol, bahkan meyakinkan Presiden Snow, bahwa kisah cinta antara dirinya dan Peeta bukan rekayasa. 

Dan untuk meredamkan pemberontakan di berbagai Distrik, Presiden Snow mengumumkan bahwa bagi para pemberontak, bahkan yang terkuat pun takkan bisa mengalahkan kekuatan Capitol. Para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih dari nama-nama pemenang yang masih hidup untuk Quarter Quell ke-75.

Ya. Katniss harus kembali ke arena Hunger Games lagi. Kali ini ia tetap bersama Peeta yang menggantikan Haymitch. Jika dulu pesan Haymitch, sang mentor, adalah tetap hidup, kali ini Haymitch berpesan untuk mencari sekutu dan mengingat siapa musuh sebenarnya.

REVIEW :
Secara keseluruhan, cerita di film sudah sama dengan novelnya. Meskipun terdapat beberapa perbedaan, misalnya:
- di novel, Plutarch Heavensbee sang game maker, menunjukkan jam bandul yang memunculkan gambar mockingjay kepada Katniss. Sedangkan di film tidal ada.
- di novel, pas adegan Johanna Mason telanjang di dalam elevator, dia membuka sendiri retsleting baju pohonnya. Sedangkan di film, Johanna meminta Peeta untuk membukakan retsletingnya.

Untuk perbedaan lainnya, silakan baca di blognya Mbak Sulis di atas ya :)

Untuk alurnya, baik di novel maupun di film sama-sama ber-alur lambat. Bahkan di filmnya, sejam setelah dimulai, mereka belum kembali ke arena. Jadi lebih menonjolkan bagaimana pemberontakannya, bukan arena pertarungannya.

Yang aku suka, jika di bukunya semuanya terkesan abstrak dan hanya mampu membayangkannya, di filmnya benar-benar terpuaskan. Bagaimana tentang gaun Katniss, bagaimana arena pertarungannya, tokoh-tokohnya. Rasanya semua pas di film, udah sesuai dengan novelnya. Baik arenanya, tokoh-tokohnya, juga ending ceritanya. 


Di film kita akan menemukan banyak pemain baru yang menonjol, seperti Wiress, Beetee, si cakep Finnick Odair, Enobaria yang merubah semua giginya menjadi gigi taring, dan si keren Johanna Mason.

Beneran deh, si Johanna ini keren banget. Seingatku dia udah dua kali di film teriak-teriak secara frontal dan menentang Presiden Snow. Gayanya juga tomboy banget. Malahan, pas Johanna bergabung sama Katniss dan lainnya, menurutku yang menonjol malah dia, bukan Katniss hehe.

Film ini recommended banget deh. Saya juga udah menyebarkan virus The Hunger Games ke teman sekelasku. Mulai dari menyuruh mereka menonton The Hunger Games, lanjut ke trailer Catching Fire, dan sekarang mereka benar-benar penasaran dan pengen nonton Catching Fire haha. Sepertinya saya cocok menjadi sales yang mempromosikan film atau buku ke mereka~

Oh ya, saya juga udah me-review novel Catching Fire, silahkan meluncur KESINI :) 

Terakhir, 4.5 bintang untuk Catching Fire dan si-so-sweet-Peeta ^_^

November 27, 2013

Wishful Wednesday #2

7:37 AM 0 Comments


Assalamualaikum :)

Hari rabu waktunya untuk berangan-angan dan menambah daftar wishlist haha. Jadi untuk minggu ini, aku kepengen beberapa buku Roald Dahl, antara lain:


Semula tau Roald Dahl dari film Charlie and The Chocolate Factory. Terharu karena banyak banget pesan moral yang bisa diambil, dan jadi penasaran sama buku-buku lainnya. Berharap bisa ngoleksi semuanya :")

Pengen ikutan wishful wednesday juga? Ini nih rules nya:
1. Silahkan follow blog Books to Share -- atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1 yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan list postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalo mau, silahkan tambahkan button Wishful Wednesday di postingan kalian.
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist nya di hari rabu =)

November 21, 2013

[Review Novel] Aku Tahu Kamu Hantu

10:17 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Aku Tahu Kamu Hantu
Penulis : Eve Shi
Penerbit : GagasMedia
Editor : Alit Tisna Palupi
Proofreader : Jia Effendie
Penata Letak : Landi A. Handwiko
Desain dan Ilustrasi Sampul : Levina Lesmana
Ilustrasi Isi : Tyo
Tebal : 268 halaman
Terbit : Cetakan pertama, 2013
ISBN : 979-780-652-9

SINOPSIS :
Aku di sini,
kamu bisa melihatku,
tetapi kamu tidak bisa mendengarku.
Aku tahu kamu bingung,
tetapi yakinlah...
aku tidak pernah bermaksud jahat.
Aku hanya ingin meminta tolong,
karena kamulah satu-satunya orang
yang bisa memecahkan teka-teki ini.
Jika kamu melihatku lagi,
tolong jangan berpaling.
Semoga kamu mnegerti isyaratku.

REVIEW :
Awalnya sama sekali ga ada niatan beli novel ini, karena rasanya udah tertanam opini di kepala, kalo novel horor Indonesia itu ga serem. Horornya cuma tempelan, jadi jangan beli, percuma.

Tapi akhirnya pas ke Gramed, sambil nunggu, iseng baca novel ini. Eh ternyata suasana horor nya emang dapat banget. Meskipun waktu itu suasana Gramed sedang rame banget. Pas udah mau pulang dan novel ini baru di baca di bagian depannya, akhirnya dengan sukacita membelinya juga.

Sampai kost langsung dibaca, dan ketika bangun keesokan harinya langsung baca sampai tuntas. Soalnya penasaran :D

Kita mulai dari cover. Sampai saat ini, aku ga ngerti maksud bunga mawar pada cover nya. Ada yang mau ngasih tahu? Dan kalo Kak Duwi nggak bilang ada gambar tengkorak di tengah-tengah mawarnya, aku ga bakalan sadar sampai sekarang -__-

Terus masuk ke dalam buku, tentang ilustrasi tanda pergantian bab. Di bab pertama atau hari pertama, tampak seorang anak laki-laki kurus, tinggi, berjalan ke arah kita dengan wajah menunduk. Dan semakin bertambahnya bab, anak laki-laki itu kian mendekat dan semakin menampakkan wajahnya. Sumpah ya, yang bab terakhir itu ilustrasinya serem banget. Jadi takut sendiri -_-

Kalo teman-teman baca novel ini, teman-teman bakalan tahu maksud dari ilustrasi ini. Jadi, baca aja :)

Cerita bermula di hari ulang tahun Liv yang ke-17. Dia mulai bisa melihat seseorang yang semestinya tidak ada. Ngerti maksud ku? Ya, hantu. Di ulang tahunnya yang ke-17, Liv diberi "hadiah" bisa melihat makhluk halus atau hantu.

Nah, mulai hari itu, Liv bisa melihat sesosok perempuan berbaju putih di toilet sekolahnya, Chandra, anak tetangganya yang mengalami kecelakaan dan meninggal, di datangi Frans, teman sekolahnya yang menghilang entah kemana sewaktu di sekolah.

Mereka menampakkan wujudnya di hadapan Liv karena mereka ingin meminta bantuan Liv. Mungkin saja mereka sudah meninggal namun jasadnya belum di makamkan secara layak, dan berharap Liv menemukan jasad mereka.

Namun masalah belum berhenti disitu. Belum lagi masalah hantu selesai, Liv harus menghadapi bullying yang dilakukan oleh Terrific Trio, 3 cowok cakep idola satu sekolah. 

Pada akhirnya, Liv harus membantu teman seangkatannya yang di bully sambil berusaha "menolong" Frans. Namun karena terlalu ikut campur, akhirnya Liv sendirilah yang menjadi korban.

Aku suka ceritanya. Dari awal sudah muncul beberapa konflik, yang meskipun konflik kecil namun membuat cerita menjadi lebih greget. Namun terkadang aku kesulitan memahami beberapa kalimat di dalam novel ini, mungkin karena ini adalah novel debut, jadi masih belum biasa membaca gaya berceritanya.

Ceritanya seru, horornya dapat, main detektif-detektifannya juga ada, dan ternyata ada ending yang tidak terduga. Sayang, 268 halaman terlalu sedikit untuk novel sekeren ini.

Tapi 

Aku berharap mbak Eve Shi meneruskan novel ini, mungkin bisa membahas tentang si Sosok Perempuan Berbaju Putih di toilet sekolah Liv? Aku penasaran, siapa perempuan ini? Kenapa dia berkeliaran di toilet? Apakah dia salah seorang siswi di sekolah itu?

3.5 bintang untuk novel ini :)

[Review Novel] The Coffee Memory

8:54 PM 2 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : The Coffe Memory
Penulis : Riawani Elyta
Penerbit : Penerbit Bentang
Penyunting : Laurensia Nita
Perancang Sampul : Satrio d'Labusiam
Pemeriksa Aksara : Intan Ren & Septi Ws
Penata Aksara : BASBAK_Binangkit
Tebal : 222 halaman
Terbit : Cetakan Pertama, Maret 2013
ISBN : 978-602-7888-20-3

SINOPSIS :
Saat aroma kopi itu menjauh,
kusadari bahwa kau
tak mungkin kutemui lagi.
Seperti aromamu yang terempas
oleh butir udara,
meninggalkanku dalam sunyi
yang dingin.

Sampai kusadari kau hadir,
menyergapku dalam diam,
mengembalikanku dalam kenangan.
Dan, menabur aroma yang sama
dengan apa yang telah kutinggalkan.
Ketika itulah aku pahami,
aku tak mungkin berpaling lagi.

REVIEW :
Ini novel pertama Mbak Riawani Elyta yang saya baca dan juga novel ketiga seri love flavour yang saya baca, setelah The Mint Heart dan The Chocolate Chance.

Tertarik baca novel ini karena setting nya di Batam, kampung halaman ku tercinta :3 Dalam pikiran ku bakalan banyak ngebahas tentang tempat-tempat di Batam, hitung-hitung ngobatin kangen. 

Eh ternyata aku kecewa. Batam disini hanya sekedar tempelan, hanya sekedar menyebut nama tempat, namun ada keterangan lebih lanjut, entah itu tentang suasana ataupun gambaran Batam. Kesannya sama kaya gini: aku ga pernah ke London, cuma tau beberapa nama tempat disana. Dan sekarang aku membuat novel dengan setting di London.

Kemudian dari segi cerita, untuk rasa kehilangan akan kepergian orang yang kita cintai itu, cukup mengena. Aku juga jadi kebawa suasana dan sempat berandai-andai, bagaimana kalau suamiku nanti harus "pergi" dengan cepat dan meninggalkanku dengan anakku. Oke, ini khayalan yang terlalu jauh, tapi aku bener-bener bisa ngerasain perasaan Dania yang ditinggal suaminya, Andro.

Untuk temanya sendiri, kopi. Cukup banyak penjelasan tentang kopi, baik dari cara membuatnya, makna kopi itu, aromanya, dan beberapa tambahan informasi mengenai bisnis kafe, bagi pecinta kopi dan ingin membuka kafe.

Bicara tentang kafe, aku lebih penasaran sama Bookafeholic milik Pram, sahabat Dania ketika SMA. Kafe yang tidak hanya menonjolkan segi kopinya, namun cocok untuk para pecinta buku. Tapi sayang, porsi pendeskripsian Bookafeholic ini nggak banyak. 

Untuk konflik, rasanya kurang greget gitu. Jadi ceritanya terkesan datar, dan aku bacanya tanpa ada ekspresi senyum, ketawa, apalagi menangis. Konfliknya kurang banget. Satu-satunya permasalahan yang menonjol disini adalah bagaimana Dania menutup hatinya untuk orang lain pasca kematian suaminya. 

Untuk covernya, aku suka dengan cover yang dipenuhi oleh biji kopi itu, juga font yang digunakan. Tapi warna emas pada font di cover, membuat tulisan tidak terlihat. Entahlah, aku ga ngerti soal warna yang cocok. Mungkin kalo warna font nya diganti putih atau warna lain, tulisannya lebih bisa kelihatan.

Untuk kisah romantisnya, porsinya juga sedikit sekali. Tiba-tiba Dania udah mulai menerima Barry dan kemudian ceritanya tamat. Padahal aku pikir bakalan ada sedikit cerita tentang mereka berdua.

2.5 bintang untuk novel ini. Berharap bisa membaca karya Mbak Riawani yang lain dengan cerita yang lebih dapat greget nya =)