November 5, 2013

Telling Tuesday #1

6:33 AM 2 Comments

Assalamualaikum :)

Kali ini aku mau ikutan meme Telling Tuesday yang dibuat oleh Mbak Yuliana Permata di blognya The Little Present. Spesialnya Telling Tuesday kali ini, ada giveawaynya loh. Ada voucher buku senilai 75000 untuk satu orang pemenang. Jadi, langsung aja yaa :


BUKU YANG DI BACA SELAMA BULAN OKTOBER
1. The Chocolate Chance by Yoana Dianika
2. Dua Pasang Mata by Alexandra Leirissa Yunadi
3. Rahasia Sunyi by Brahmanto Anindito 

BUKU YANG SEDANG DIBACA
1. And The Mountains Echoed by Khaled Hosselini
2. Dan Hujan Pun Berhenti by Farida Susanty

BUKU YANG AKAN DI BACA SELAMA BULAN NOVEMBER
1. The Hunger Games: Catching Fire by Suzanne Collins
2. Lukisan Hujan by Sitta Karina
3. And The Mountains Echoed by Khaled Hosselini
4. Oliver Twist by Charles Dickens
5. The Golden Compass by Philip Pullman
6. Dan Hujan Pun Berhenti by Farida Susanty

Setelah di rekap gini, ternyata bacaan ku dikit banget ya. Kecepatan membaca menurun drastis, lebih kegoda sama internetan dan ngobrol -___-

Inilah Telling Tuesday ku. Apa Telling Tuesday mu? :D

November 4, 2013

Buying Monday #1

8:40 PM 16 Comments
Assalamualaikum :)

Setelah selama ini pengen ikutan Buying Monday, tapi minder sama buku yang benar-benar cuma dikit + males moto bukunya, akhirnya bulan ini bisa ikutan juga :D

Tapi karena buku-buku ku sedikit, Buying Monday nya di gabung dari bulan Agustus (awal ngekost lagi) - bulan Oktober kemarin gapapa kan ya? Anggap aja PR karena nggak ikutan dari kemarin. Sekalian biar kelihatan banyak juga XD



Baiklah, inilah harta karun ku selama beberapa bulan :

AGUSTUS 2013


1.  Lukisan Hujan by Sitta Karina
2. Three Weddings and Jane Austen by Prima Santika
3. The Devil in Black Jeans by aliaZalea
4. Restart by Nina Ardianti

***

4 buku ini beli di online shop dengan harga Rp 150.000. Bangga deh rasanya :") Untuk novel Restart lagi dipinjem sama Venti, jadi ga ke foto deh.


5. Katarsis by Anastasia Aemilia [Rp 45.000]
6. London: Angel by Windry Ramadhina [Rp 52.000]

***

Beli Katarsis di Gramedia Solo Square (kalo nggak salah). Sebenarnya udah lama penasaran, soalnya covernya unyu gitu meskipun agak serem XD. Kalo London beli di Gramedia BCS Batam, dengan alibi supaya ada bacaan pas di pesawat. Yang ada dibaca duluan pas di rumah :D Oh ya, London masih sama Rohana, jadi ga ke foto lagi~


SEPTEMBER 2013


7. All You Can Eat by Christian Simamora
8. The Chronicles of Audy: 4R by Orizuka

***

Dua buku ini menang giveaway di blognya Mbak Ren, Ren's Little Corner. Giveway pertama yang aku menangin :") Pengen All You Can Eat soalnya banyak yang bilang bagus. Bagus sih, tapi kok dewasa banget ya? *sok polos* Jadinya ga siap-siap bacanya. Kalo Audy : 4R sih karena penasaran sama cerita + pembatas buku nya haha.


9. The Golden Compass by Philip Pullman [Rp 20.000 kayaknya] 
10. Nightmare Side 1 by Rasmus, Decky, Dimas, Vivi [Rp 15.000]

***

Beli sama teman ku yang jual buku bekas nan murah online. Tapi karena se-fakultas jadi COD deh *hemat ongkir* haha. Ini dua buku refleks langsung mesan. Gatau kenapa. Udah gitu, lupa beli ini pas Agustus atau September, jadi masukin ke September aja deh ya :D


11. Pride and Prejudice by Jane Austen [Rp ]

***

Beli di Gramedia Solo Square. Soalnya penasaran gara-gara terlalu banyak spoiler di novel Three Weddings and Jane Austen. Eh pas ngeliat buku ini, langsung comot aja deh :3

OKTOBER 2013


12. Oliver Twist by Charles Dickens [Rp 37.000] diskon Rp 3.000
13. Detektif Conan Spesial 4 by Aoyama G, Abe Y, Maru D & Taira T [Rp 5.500]
14. Detektif Conan #5 by Aoyama Gosho [Rp 5.500]
15. Dua Pasang Mata by Alexandra Leirissa Yunadi [Rp 15.000]

***

Keempat buku di atas beli sama teman ku yang jual novel bekas online nan murah di blognya Opioci Garage Sale. Untuk buku Dua Pasang Mata lagi dipinjem Hana, jadi gabisa ke foto deh. Beli Oliver Twist karena dari dulu udah penasaran sama ceritanya. Beli Conan karena emang mau ngoleksi. Beli Dua Pasang Mata karena kangen sama Arizona :D



16. The Hunger Games: Catching Fire by Suzanne Collins [Rp 44.250] diskon 25%
17. Dan Hujan Pun Berhenti... by Farida Susanty [Rp 41.200] diskon 20%

***

Dua buku ini beli di Togamas Solo. Gara-gara sering bolak-balik kesana, akhirnya mata pun nggak bisa diajak kompromi -_- Beli Catching Fire karena udah ga sabar pengen tau lanjutan The Hunger Games, sebelum filmnya keluar. Pengen ngebandingin kerenan buku atau film haha. Beli Dan Hujan Pun berhenti karena rekomendasi dari Venti.



18. And The Mountains Echoed by Khaled Hosseini [Rp 53.100 ] diskon 10%
19. Call Me Miss J by Orizuka [Rp 47.600] diskon 15%

***

Beli 2 buku ini di acara Bazar Buku HMP Kimia Kovalen. Beli And The Mountains Echoed ga tau karena apa. Mendadak suka terus langsung beli :3 Kalo Call Me Miss J tergoda sama tulisan "Orizuka" nya .__. Tapi bukunya lagi dipinjem Hana, jadi gabisa ke foto.



20. I am Malala by katamedia

***

Buku ini adalah hadiah dari buku undian Kick Andy :)


21. Rahasia Sunyi by Brahmanto Anindito

***

Hadiah giveaway dari Mbak Maya :)

Sebenarnya nge-rekap semuanya selama 3 bulan ini, supaya kelihatan banyak. Tapi jadinya tetap 21 buku juga. Yasudahlah~

Semoga bulan ini banyak menang giveway ya, biar timbunannya nambah XD

Baiklah, itulah Buying Monday ku selama 3 bulan, bagaimana dengan kalian? Pengen ikutan Buying Monday juga? Ini dia caranya :
1. Follow The Black in The Book melalui email atau bloglovin'
2. Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli dalam sebulan itu, publish setiap hari Senin pertama di bulan berikutnya.
3. Masukan link post terse but di link yang disediakan.
4. Linky akan dibuka selama 3 minggu, agar bagi yang terlambat, masih bisa mengikuti meme ini.
5. Bila ada yang memasukkan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
6. Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D

[Review Novel] Lukisan Hujan

6:17 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Lukisan Hujan
Penulis : Sitta Karina
Penerbit : Terrant Books
Tebal : 383 halaman
Terbit : 2004
ISBN : 979-3750-0-6
Rating : 3/5

SINOPSIS :
Amor es mentira (cinta itu bohong).
Lengkap sudah hidup Diaz Hanafiah kini. Setelah selama ini merasa minder diantara sepupu-sepupunya yang kaya, berada, dan bagian dari socialite Jakarta, sekarang malah dikhianati pacarnya sendiri, Anggia.

Lalu datang Sisy. Mungil, cantik, dan masih SMA pula!
Seperti siraman air dingin yang menyejukkan sekaligus mengejutkan, begitulah kehidupan sehari-hari sejak awal pertemuan mereka di tengah hujan.

Diaz, si workaholic berdarah Indonesia-Meksiko yang dingin ini, tidak pernah menyangka dirinya dapat lebih menikmati hidup dengan hubungan 'abang-adiknya' bersama Sisy. Namun, ia masih teringat Anggia. Terbelenggu oleh rasa kangen dan sakit hatinya yang belum tuntas. Mungkinkah bisa menjadi cowok seperti yang Anggia inginkan, apabila ia dapat berlatih dan membiasakan diri berteman dengan wanita-salah satunya dengan menjadi abangnya Sisy? Tetapi, mengapa dirinya malah tidak terima saat Igo, sahabatnya sendiri, mendekati si SMA mungil ini?

Terjebak dalam perasaan yang saling-silang, Diaz dan Sisy berusaha menempuh protes penjajakan dan pendewasaan diantara mereka berdua yang penuh lika-liku problema masa muda, sampai keduanya harus memilih dan membuktikan... love is such unselfish thing!

REVIEW :
Diaz Hanafiah, seorang mahasiswa Teknik Industri yang tampan, pintar, berdarah latin, dan berasal dari keluarga berada, Hanafiah. Siapa yang tidak kenal keluarga Hanafiah? Seantero Jakarta mengenalnya, atau bahkan se-Indonesia.

Sisy, seorang siswi kelas 2 SMA yang mungil, lucu, cantik, dan menjadi pendatang baru di Bintaro Lakeside. Sejak awal kedatangannya dirinya telah menjadi primadona diantara teman-teman Diaz. Hanya Diaz yang namapak tidak tertarik dengan si Mungil ini.

Keduanya bertemu dalam hujan. Pertemuan yang jauh dari kesan menyenangkan, apalagi romantis. Kemudian pertemuan pertama itu berlanjut di hari berikutnya, dengan curhatan Sisy tentang Tezar, abangnya yang telah meninggal. Entah ada angin apa, Diaz tergerak menawarkan dirinya untuk menjadi abangnya Sisy. Sisy yang melihat tatapan sedih di mata Diaz pun menerimanya. Sisi bertekad untuk menghapus kesedihan itu di mata Diaz.

Lalu cerita abang-adik ini pun berlanjut. Diaz yang semula bersikap dingin dan selalu memancarkan aula kelam, mulai bersikap terbuka kepada Sisy dan teman-temannya. Keseharian mereka ga lepas dari suasana so sweet nya abang-adik dan ngambek-baikan-ngambek lagi.

Seperti yang bisa kita duga, dengan intensitas pertemuan yang sangat sering (mereka tetangga sebelah rumah, loh) maka perasaan mereka pun berkembang dan menuntut lebih.

Apakah pantas seorang "abang" mencintai "adiknya"? Begitu pula sebaliknya. Lalu, masalah juga muncul dari sekeliling mereka. Mulai dari Igo, sahabat Diaz yang juga menyukai Sisy. Masalah yang datang dari Tedy, kakak kelas Sisy yang menyukai Sisy. Anggia, mantan pacar Diaz yang mengajak balikan.

Belum cukup masalah yang ada, dengan polosnya si Sisy bekerja sama dengan Inez Hanafiah, saudara Diaz, untuk menjadi mak comblang antara Diaz dan Mirelle, sang model yang wow itu. Padahal, dalam hatinya Sisy ketar-ketir juga.

Namun, ketika satu per satu masalah dapat diselesaikan, muncul masalah baru yang lebih kuat, tidak bisa dibantah, tidak bisa dirubah, dan hanya waktu yang bisa menyelesaikannya.

Sanggupkah Diaz dan Sisy menghadapinya?

Sebenarnya aku nggak ada niatan beli buku ini. Tapi karena sepertinya ini buku "langka" (terbitan 2004 men!) dan udah paketan, yasudahlah akhirnya dia selamat mendarat di kost ku.

Dari awal nyampe langsung pengen baca buku ini. Tapi agak terganggu dengan banyaknya penggunaan bahasa asing. Sebenarnya nggak masalah sih, soalnya setiap bahasa asing ada terjemahannya, atau ada nomor kecil di atas kata tersebut. Tapi keterangan arti kata tersebut, adanya di halaman belakang buku. Menurut ku itu sangat merepotkan, harus bolak-balik buku. Bakalan lebih bagus dan simpel kalo dijadiin catatan kaki seperti di novel lain.

Selain itu, penataan di dalamnya (nama kerennya apa sih? -_-) itu menurutku kurang menarik. Entah kenapa, rasanya ada beberapa font yang meskipun kelihatannya sama, tapi rasanya berbeda. Cerita flashback pun hanya dipisahkan dengan spasi satu baris, tanpa ada penanda lainnya.

Konfliknya juga, meskipun banyak, tapi kurang gereget gitu. Seperti adegan pengeroyokan Diaz yang dilakukan oleh Tedy. Kirain bakal berlanjut lagi, sampai Diaz babak belur. Ternyata udah segitu aja.

Terus waktu Anggia bertemu dengan Sisy. Kirain bakal ada kejadian yang lebih seru daripada fitnah bahwa Diaz telah menghamili Anggia. Ternyata udah selesai sampai situ aja.

Namun di luar itu, aku suka sama ceritanya. Rasanya itu nyata dan mungkin aja terjadi di kehidupan sehari-hari. 

Pendeskripsian tokohnya juga kuat. Sisy yang mungil, cerewet, melihara naga di perutnya, cepat ngambekan, namun tetap ada di sisi Diaz. Ia tidak pernah meninggalkan Diaz.

Diaz, sang putra mahkota. Putra keluarga Hanafiah yang tajir namun tidak tajir. Introvert dan selalu merasa minder diantara sepupunya. Auranya yang suram, namun sebenarnya baik.

Aku juga suka penggunaan bahasa-bahasa Spanyol nya. Keren, bisa sekalian belajar. Kali aja entar bisa dipake buat modusin cem-ceman #eh :D

Terus juga informasi tentang kehidupan socialite Jakarta. Gimana caranya Anak-anak Gaul Jakarta menghabiskan waktu mereka. Dimana tempat kesukaan mereka, dan bagaimana gaya hidup mereka.

Selain itu, karena kebanyakan tokohnya ada kalangan "bangsawan", maka banyak penggambaran pola tingkah laku bangsawan. Misal cara berjalan yang anggun, cara makan yang keren, dansa waltz, sampai  apa yang biasa dimakan para bangsawan Inggris pun ada :D

Lalu ada cerita menuju proses kedewesaan dengan caranya masing-masing. Bagaimana seseorang yang menganggap dirinya pecundang di dunia ini mulai mengubah pola pikirnya, dan merasa dibutuhkan oleh orang lain. Cerita tentang seseorang yang meskipun masih muda namun mau menahan keegoisannya dan mulai memperhatikan orang lain. Semuanya terangkum di buku ini.

Meskipun endingnya menggantung, dan setelah searching di google, katanya cerita ini berlanjut ke buku Putri Hujan dan Ksatria Malam. Jadi pengen baca jugaaa :3

Sepertinya, aku mulai tertarik sama Sitta Karina dan berniat mengumpulkan buku-buku lainnya >_<

November 2, 2013

[Review Novel] The Hunger Games #2: Catching Fire

2:49 PM 2 Comments
 source 

IDENTITAS BUKU :
Judul : The Hunger Games: Catching Fire
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Hetih Rusli
Tebal : 420 halaman
Terbit : Cetakan kedua belas: Oktober 2013
ISBN : 978-979-22-9946-5
Rating : 4.5 / 5 stars

SINOPSIS :
Api pemberontakan tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam.

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada kekurangan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya...

REVIEW :
Setelah sekian lama pengen novel ini, akhirnya dapat juga di Togamas Solo dengan cover baru dan diskon 25% haha. Padahal udah ngelilingin Togamas nyari novel ini dengan cover merahnya, tapi nggak ada. Kirain udah habis, ternyata dicetak ulang dengan cover baru, dengan Katniss ada di covernya.

Meskipun belum pernah baca The Hunger Games, tapi nggak ngerasa "buta" pas baca Catching Fire. Soalnya udah sering nonton The Hunger Games berulang-ulang. Malahan, imajinasi ku tentang orang-orang dan tempatnya kerasa lebih nyata. Jadi untuk yang belum baca buku pertama, tonton filmnya aja dulu :D

Ceritanya berpusat pada Katniss Everdeen, pemenang Hunger Games ke-74 dan dijuluki sebagai mockingjay, yang merupakan simbol pemberontakan bagi distrik-distrik lain. Dengan keberanian Katniss melawan peraturan di Hunger Games, dan membuatnya lolos sebagai pemenang bersama Peeta, membuat penduduk distrik mendapat "angin" untuk melawan Capitol.

Dalam novel kedua ini, Katniss dan Peeta harus kembali ke arena Hunger Games dalam rangka Quarter Quell yang diadakan setiap 25 tahun sekali. Namun yang dihadapi mereka saat ini bukanlah anak-anak lugu yang gemetaran di arena, namun pemenang-pemengang Hunger Games yang masih hidup sampai saat itu.

Yah, menurut ku cerita di buku kedua ini lebih seru daripada yang pertama. Perasaan Katniss benar-benar di bolak-balik disini. Kadang dia merasa mencintai Gale, namun di sisi lain dia menyukai Peeta meskipun tidak disadarinya. Belum selesai menentukan perasaannya, Presiden Snow memaksa Katniss untuk bertunangan dengan Peeta.

Deskripsi karakternya kuat. Katniss yang terlalu cuek, berani, namun di satu sisi egois dan punya rasa takut. Peeta yang sumpah, so sweet banget. Kemarin-kemarin sih aku masih suka sama Gale. Tapi kali ini aku jadi Tim Peeta, yeah!

Peeta itu ya, meskipun dia mencintai Katniss, tapi dia nggak pernah maksa. Dia selalu bisa mengalah, paham akan keadaan Katniss. Dia juga bisa menerima waktu tau Katniss menyukai Gale. Dan di arena Hunger Games, Peeta punya tekad untuk mengutamakan Katniss. Pokoknya Katniss harus selamat. Titik.

Pas baca adegan-adegan romantis Katniss-Peeta, aku sampai nahan napas. Bukan adegan yang ngasih bunga atau semacamnya, namun cukup dengan diamnya Peeta, namun perhatian yang dia berikan ke Katniss, itu udah ngebuat aku iri sekali. Kapan ya Peeta-ku datang? #eh haha.

Namun sayang, Gale hanya sedikit diceritakan disini. Mungkin kalo lebih banyak di ceritain, bakalan banyak juga yang suka sama Gale ini.

Bingung mau nge-review gimana, takutnya spoiler. Yang jelas ceritanya lebih keren, apalagi dengan adanya pemberontakan di beberapa distrik, pertarungan dengan sesama pemenang, dsb.

Di akhir permainan, Katniss harus bisa menebak. Siapa musuhnya sebenarnya. Apakah Finnick Odair, sekutunya dari awal yang selalu membantunya dan menyelamatkan hidup Peeta, atau Joanna yang meskipun bersikap menyebalkan, namun tetap mau bekerja sama dengannya? 

Ataukah ada akhir lain yang diciptakan Haymitch, sang mentor? Dimana Katniss dan Peeta hanya berperan sebagai pion yang harus melakukan semua permainan tanpa mengetahui apapun.

Lalu, bagaimana cerita cinta Katniss-Gale-Peeta? Siapa yang Katniss pilih? Apakah Peeta dan Katniss dapat selamat pada Quarter Quell kali ini?

Segera baca buku ini! =)

Rating berkurang 0.5 karena akhir buku ini yang benar-benar menggantung. Lagi benar-benar penasaran, tiba-tiba udah tamat aja. Gemes banget deh. Jadi penasaran sama buku ketiganya, Mockingjay.

October 27, 2013

[Review Novel] Rahasia Sunyi

9:05 AM 0 Comments


IDENTITAS BUKU :
Judul : Rahasia Sunyi
Penulis : Brahmanto Anindito
Penerbit : GagasMedia
Editor : eNHa
Proofreader : Ibnu Rizal & Christian Simamora
Penata Letak : Wahyu Suwarni
Desain Cover : Jeffri Fernando
Tebal : 361 halaman
Terbit : 2012
ISBN : 979-780-611-1
Rating : 3.5/5
Status : Hadiah giveaway dari Mbak Maya 

SINOPSIS :
Lautan Angkasawan pergi ke Pegunungan Kerinci karena sebuah teka-teki.

Kirey Fowler, mantan kekasihnya, tewas dalam kecelakaan di kawasan gunung tertinggi di Sumatra itu. Lachlan Fowler, sang ayah, berharap Lautan membantunya menyibak rahasia di balik kematian anak perempuannya.

Di tengah belantara kemungkinan, satu per satu pintu misteri terbuka. Tapi, Lautan tidak sendiri. Sesuatu terus menghalanginya untuk menyingkap tanda tanya. Nyawanya terancam untuk sebuah jawaban...

REVIEW :
Cerita dimulai dengan pertemuan kembali Lautan dengan Lachlan Fowler, ayah dari mantan kekasihnya, Kirey Fowler. Dari situ Lachlan berusaha membujuk Lautan untuk menyingkap misteri di balik kematian putrinya.

Lachlan Fowler tidak percaya pada alasan kematian putrinya yang diberitahukan oleh Polda. Dia merasa ada yang janggal dan ingin Lautan mencari tahunya. Namun, hal itu mendapatkan kecaman dari mantan istrinya, Lusi. Lusi tidak ingin Lautan mengalami nasib yang sama dengan Wendy, orang pertama yang disuruh mengungkap kematian Kirey namun berakhir dengan kematian.

Lautan yang merasa berhutang budi pada Kirey, akhirnya bersedia datang ke Kerinci dan memecahkan misteri meninggalnya Kirey dengan bantuan scrapbook milik Kirey. Lautan tidak sendirian, ia dibantu oleh Tiara, pacarnya, yang menderita Hemofilia.

Dan bergulirlah cerita dengan lancar. Novel ini sempat dianggurin beberapa saat. Pertama, aku kurang suka sama covernya. Kedua, aku agak bingung sama nama-namanya yang kebaratan dan susah disebut, padahal ini novel Indonesia asli. Ketiga, karena ceritanya seperti detektif, aku kira bahasanya berat.

Sampai kemudian aku membacanya, dan langsung jatuh cinta sama novel ini. Di bagian Catatan Pengarang, penulis menyebut tentang Batam, kota asalku. Kemudian mulai membaca isinya, dan bahasanya benar-benar bagus namun mudah dipahami. Apalagi sesampainya Lautan di Padang, dan ada dialog-dialog Padangnya. Aku membaca sambil menirukannya dengan logat Padang, dan itu seru sekali! haha. 

Meskipun dikejar deadline tugas, laporan, dan acara bazar buku, rasanya tetap gabisa ngelepas novel ini. Ceritanya menarik, dan aku suka detektif-detektifan kaya gini. Sampai akhirnya datang bagian paranormal -_-

Karena aku orang beragama, aku percaya kalo kita itu hidup sama makhluk lain, dan ada hal-hal yang pasti terjadi di luar nalar manusia. Namun hal ini tidak berlaku untuk Lachlan Fowler yang seorang atheis. Baginya, seeing is believing. 

Cerita yang tadinya begitu menyenangkan, berubah suram karena cerita-cerita paranormal tersebut. Aku kurang percaya sama paranormal gitu. Udah gitu, cerita si Roa, paranormal yang dituduh membunuh Kirey itu aneh. Berbelit-belit gitu. Belum selesai cerita Kirey, datang lagi cerita tentang Aria, arwah dokter hewan yang meninggal bunuh diri.

Tapi abaikan cerita si paranormal itu. Di luar itu, semuanya tetap menarik. Endingnya ga ketebak. Ternyata orang yang kita anggap baik, ternyata malah dia dalangnya. Yah, sama kaya fim thriller hollywood lah.

Untuk penggambaran karakter, aku suka tokoh Kirey. Meskipun dia sudah meninggal, tapi deskripsi Kirey dari orang-orang disekitarnya sangat jelas. Kirey yang cantik, mandiri, mapan, dan wanita yang kuat. Entah siapa yang bisa menolak dirinya.

Selain itu, banyak penggunaan teknologi yang digunakan Lautan selama berada di Sumatra, yaitu Quora dan Google+. Aku baru tau kalo kita bisa hangout di G+, jadi semacam skype-an via Google+. Hal-hal seperti ini bisa nambah-nambah pengetahuan kita tentang teknologi. Siapa tau suatu saat nanti berguna :D

Andai novel ini murni thriller, pasti lebih bagus lagi~

Oh ya, ada beberapa typo disini :
Hal 28 : konsekwensi harusnya konsekuensi
Hal 58 : Sungai penuh harusnya Sungai Penuh (nama tempat)

October 17, 2013

[Review Novel] Dua Pasang Mata

7:28 AM 0 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : Dua Pasang Mata
Penulis : Alexandra Leirissa Yunadi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain dan Ilustrasi Sampul : Ari Susanti
Terbit : 2012
Tebal : 280 halaman
ISBN : 978-979-22-8446-1

SINOPSIS:
Tujuh tahun lalu, kecelakaan mobil itu terjadi. Gara-gara iseng memainkan setir mobil, Ralphie melakukan kesalahan terbesar di dalam hidupnya. Dia merenggut nyawa Viora, adik bungsunya, dan merampas penglihatan Theola, adik tersayangnya.

Sejak saat itu Theola membenci kakaknya. Dia menganggap Ralphie telah merampas tiga hal yang begitu penting dalam hidupnya: sepasang mata untuk melihat keindahan dunia, seorang adik yang paling manis, dan kepercayaan akan kasih sayang seorang kakak.

Dan kini Ralphie dan Theola kembali bertemu. Dalam keadaan tak saling mengenal. Karena Ralphie menyamar sebagai Rabel, seorang berandalan yang selalu bikin onar.

Untuk sesaat, Rabel bahagia dengan identitas barunya. Sebab kini dia bisa melindungi Theola dan menebus kesalahannya. Tapi, kebahagiaan itu ternyata tak berlangsung lama. Sebab, Theola -- yang tak pernah tahu siapa Rabel sebenarnya -- mulai jatuh cinta.

Rabel kebingungan. Kepada siapa Theola jatuh cinta sebenarnya? Sungguhkah kepada dia, kakak kandungnya sendiri? Atau kepada Arizona, cowok ganteng saingan terberat rabel yang diyakininya cuma mau mempermainkan Theola?

Sayang, sebelum Rabel menemukan jawaban, semua sudah terlambat...

REVIEW :
Sebelumnya udah pernah baca novel ini dari perpus SMA, tapi masih dengan cover lamanya. Dan ketika ngeliat ada salah satu OS buku langganan ku yang menjual novel ini seharga 17k, langsung aja pengen beli :3


Untuk cover, aku lebih suka cover lamanya. Cover lama menunjukkan bahwa Theola dan Rabel benar-benar mirip, seperti yang digambarkan. Sedangkan di cover baru, meskipun lebih manis dengan warna ungu mudanya, tapi rasanya kurang greget gitu.

Untuk karakternya, aku kok ngerasa penggambaran karakternya 'kurang dapat' ya? Kecuali untuk tokoh Theola dan Iren. Untuk Rabel dan Arizona nya, rasanya kurang 'bandel'. Aku lebih suka deskripsi tokoh Arizona dari salah satu blog, semacam fan fiction mungkin.

Untuk ceritanya, aku suka banget. Simpel, tidak bertele-tele dan tetap manis. Dari awal aja udah ngerasa envy sama Theola, punya kakak yang begitu sayang sama dia. Terus perlakuan Rabel ke Theola ketika mereka ketemu lagi, itu so sweet banget. Wajar sih kalo Theola jadi suka sama Rabel. Arizona juga punya cara tersendiri untuk membuat 'kejutan' bagi Theola.

Ada beberapa typo, namun tidak mengurangi isi ceritanya, seperti:
- tombo ----- harusnya tombol (hal 79)
- manyala ----- harusnya menyala (hal 209 dan 212)

Ada beberapa kata-kata favorit dari novel ini:

Jangan pernah nyatai cinta kalo elo nggak benar-benar jatuh cinta. (hal 94)
Berbohong itu punya efek bola salju. Berawal dari suatu hal kecil, lalu ketika menggelinding turun, bola itu semakin membesar dan terus membesar. (hal 154-155)

Be honest to people. Be honest tho the ones you love. Be honest to yourself. Be honest for always... (hal 269)

October 16, 2013

Wishful Wednesday #1

7:21 AM 0 Comments
Assalamualaikum :)

Kali ini pengen ikutan weekly meme yang dibuat oleh Mbak Astrid di blognya Books to Share, yaitu Wishful Wednesday. Jadi kita membuat postingan tentang buku inceran kita setiap hari rabu.



Jadi, buku inceran ku di minggu ini adalah:


Boxset The Chronicles of Narnia by C.S. Lewis

Kenapa pengen buku-buku ini? Sebenarnya saya baca salah satu buku ini (The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader) udah lama, tepatnya sejak kelas 1 SMP. Semenjak itu udah mulai tertarik sama Narnia, apalagi karena setting awalnya di London.

Suka juga sama cerita fantasinya, meskipun kata banyak orang, nggak sebagus Harry Potter, tapi Narnia ini lebih ngena di saya, dibandingin Harry Potter, meskipun saya juga suka Harry Potter.

Terus udah pernah dikasih dana dari mama sama bapak buat beli boxset nya, tapi uangnya malah ke jajan -_- Akhirnya, sekarang saya harus menyimpan uang dari awal lagi dan stok bukunya entah masih ada atau sudah kehabisan. Karena setiap Gramed atau toko buku lain, pasti stoknya habis :')

Itu buku inceran ku minggu ini, apa buku inceran mu?

Pengen ikutan wishful wednesday juga? Ini dia caranya:
1. Silahkan follow blog Books to Share -- atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1 yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan list postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalo mau, silahkan tambahkan button Wishful Wednesday di postingan kalian.
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist nya di hari rabu =)

October 13, 2013

Scene on Three #1

9:06 AM 2 Comments
Assalamualaikum :)

Ini Scene on Three pertama yang saya ikutin di blog ini. Sebelumnya udah ikutan sekali entah di blog yang mana, jadi diulang dari satu aja ya hehe (efek sering ganti-ganti blog).



Kali ini saya mengambil sebuah percakapan yang ada di novel London: Angel karangan Windry Ramadhina, di halaman 320, yang isinya:

Goldilocks menjawab, "Tidak ada yang terenggut. Setiap orang punya keajaiban cintanya sendiri. Kau hanya belum menemukannya."

Suka sama kata-kata di atas. Mungkin ketika kita menyukai seseorang atau menghabiskan waktu yang cukup lama dengan seseorang, dan pada akhirnya harus berpisah, kita berpikir bahwa telah menyia-nyiakan waktu.

Aku pernah baca di suatu komik, sepasang kekasih yang udah pacaran sangat lama, dan akhirnya berpisah. Si perempuannya sangat menyesali itu. Dia menyesali waktu dan masa mudanya yang terbuang. Dia menyesali kecantikannya yang telah hilang dan malah dihabiskan dengan orang yang salah.

Nah, Goldilocks berusaha menghibur kita dengan kata-kata di atas. Waktu, kecantikan, harta, atau apapun yang telah berlalu bukan suatu hal yang terenggut dari kita. Tapi hal-hal itu memberi tahu kita bahwa kita belum menemukan orang yang tepat, belum menemukan keajaiban kita sendiri. 

Tugas kita adalah sabar, merubah diri menjadi lebih baik, menunggu dan bersiap. Menunggu dan bersiap akan datangnya keajaiban cinta kita sendiri :)

Pengen ikutan Scene on Three, ini dia caranya:
1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dalam suatu post.
2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
5. Meme ini diadakan setiap tanggal tiga, sesuai dengan ketersedian tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).  

October 10, 2013

Bookish TopTen #1 : Literary Villains

8:55 PM 2 Comments


Assalamualaikum :)

Kali ini pengen ikutan monthly meme yang dibuat sama mbak Yuska di blognya Lust and Coffe. Jadi tema bulan ini adalah "Your TopTen Literary Villains".

Dan inilah 10 antagonis yang paling nggak aku suka:

1. Veronica (JDS dan JDE - Esti Kinasih)
Gasuka banget sama tokoh yang satu ini. Dia ini jahat banget sama Tari, dan ngebet banget sama Ari. Udah gitu, rasanya murahan banget jadi cewek. Nyebelin banget deh pokoknya. Kalo ga percaya, baca aja novelnya haha.

2. Jadis (The Chronicles of Narnia - C.S. Lewis)


Gasuka sama tokoh si Penyihir Putih alias Jadis. Soalnya dia itu udah seenaknya ngedekatin Edmund, eh ternyata cuma dimanfaatin buat hal yang jelek. Dia juga yang membuat Narnia selalu tertutupi oleh salju sepanjang tahun. Meskipun aku pengen lihat salju, tetep aja gasuka kalo saljunya sepanjang masa gitu.

3. Mr. Wickham (Pride and Prejudice - Jane Austen)


Dari awal baca tentang Mr. Wickham ini udah gasuka. Dia sering banget nyeritain hal-hal buruk tentang Mr. Darcy, meskipun dengan cara yang paling halus. Udah gitu, dia juga memutarbalikkan fakta dan malah meng-kambing-hitamkan Mr. Darcy. Padahal dia yang jahat gitu -__-

4. Ello (Katarsis - Anastasia Aemilia)
Udah gausah disebutin alasan kenapa benci si Ello ini. Dia itu psikopat yang benar-benar kejam dan ga punya hati. Udah gitu, dia pura-pura baik lagi di depan orang lain. Biasa, biar dapat 'mangsa' baru untuk dibunuh~

5. Freddy (A Romantic Story About Serena - Santhy Agatha)
Sebenarnya dia bukan tokoh antagonis sih. Tapi dia sempat jahat sama Serena, dia udah mikir negatif banget tentang keputusan Serena yang mau menyerahkan dirinya ke Damian. Bahkan, si Freddy ini sampai bertindak kurang ajar pada Serena. Dia ga tau aja alasan Serena mau menyerahkan diri ke Damian, sahabat Freddy, itu apa. Coba kalo dia tau alasannya.

6. Ibu David (A Child Called It - Dave Pelzer)
Sebel banget sama Ibunya David ini. Dia itu kejam banget sama anaknya, David. Senang memukul dan melakukan hal yang tidak wajar pada anaknya. Udah gitu, dia pilih kasih. Cuma jahat ke David, tapi baik ke adiknya David.

7. Paman Andrew (The Chronicles of Narnia: Keponakan Penyihir - C.S. Lewis)
Paman Andrew ini jahat, tegaan banget sama Digory. Tipe paman yang rela ngelakuin apapun asalkan keinginannya tercapai.

8. Jane (Twilight Saga - Stephanie Meyer)


Sebenarnya aku suka sama Jane ini. Cantik, dan punya kemampuan menyakiti orang lain hanya dengan tatapan matanya. Tapi mulai gasuka sama dia semenjak dia jahat sama Edward, dia juga ikut nyakitin Edward. Edward kan kakak ku, jangan disakitin -__-

9. Yakob Somad (Misteri Asmara di Pondok Songka - S. Mara Gd.)
Tokoh orang tua yang rela mati-matian menjodohkan anaknya demi harta warisan. Egois dan ga mentingin keinginan anaknya sendiri.

10. Verani (Cloud(y) - Achi TM)
Tokoh seorang gadis cantik, supel, dan pintar. Tokoh idaman semua wanita. Tapi sayang, dia terlalu murahan dan tega mengkhianati sahabatnya sendiri, Mendung.

Yak, itulah 10 tokoh antagonis yang nggak aku suka banget. Berhubung genre bacaanku ga banyak, aku sampai bingung buat postingan ini hehe.

Okedeh, kalo mau ikutan monthly meme ini, ini dia syarat-syaratnya:
1. Memiliki blog/Goodreads/FB/Tumblr/livejournal atau apa saja media online.
2. Pasang button Bookish Top Ten di postinganmu.
3. Pasang Bookish Top Ten setiap tanggal 10 tiap bulan (it's a monthly meme). Kalau kamu nggak sempat posting tanggal 10, nggak usah khawatir, kamu masih bisa ikut posting hingga akhir bulan.
4. Memasukkan link postingan di inlinkz yang sudah disediakan di akhir postingan.
5. Tiap bulan ada tantangan yang berbeda, so stay tuned ya ^^
6. Untuk bulan depan, tantangannya adalah: "Top Ten Best Book Covers".

October 8, 2013

[Review Novel] The Chocolate Chance

6:21 PM 3 Comments

IDENTITAS BUKU :
Judul : The Chocolate Chance
Penulis : Yoana Dianika
Penerbit : Penerbit Bentang
Penyunting : Nunung Wiyati
Perancang Sampul : Satrio d'Labusiam
Pemeriksa Aksara : Pritameani
Penata Aksara : BASBAK_Binangkit
Tebal : 346 halaman
Terbit : 2013
ISBN : 978-602-7888-22-7

SINOPSIS :
Rinai hujan malam itu tak menunjukkan
tanda-tanda akan berhenti.
Lonceng angin di atas kafe
berdenting nyaring.
Aku mengamati hangatnya cokelat
layaknya sebuah cermin.
Kepada siapa sebaiknya kukirimkan cinta 
dari hati ini.

Saat Fedde Velten Cafe
mempertemukan kami kembali.
Secangkir coklat mengingatkanku
pada kisah lama itu lagi.
Seharusnya, sosok Orvala seperti aku
tak boleh bergeming.
Lalu mengingat-ingat lagi, untuk apa 
saat itu aku datang ke sini.

REVIEW :
Setelah sekian lama pengen baca novel ini, akhirnya kesampaian juga. Dita dengan baik hati mau meinjamkannya denganku. Dan setelah beberapa hari membaca, akhirnya kemarin baru selesai. Kecepatan membacaku turun drastis -_-

Semenjak awal emang pengen baca novel ini, tepatnya setelah membaca The Mint Heart. Tanpa melihat review atau sinopsis. Setelah dipinjemin dan membaca sinopsisnya, aku bingung. Ga ngerti sama maksud sinopsisnya.

Tapi dari awal membaca, udah ngerasa jatuh cinta aja sama novel ini. Penuh dengan cokelat. Mulai dari rasa cokelat, olahan yang terbuat dari cokelat, dan yang jadi favoritku adalah tentang filsafat coklat itu sendiri.

Tapi sempat bingung sama bagian awal. Ternyata ada 3 alur yang dibagi dalam masing-masing bab. Jadi satu alur ada dalam satu bab. Alur pertama adalah keadaan sekarang, dimana tokoh Orvala sudah bekerja di Fedde Velten Cafe dan berpacaran dengan Aruna. Alur kedua adalah pada saat Orvala masih SMA dan berjumpa dengan Juno, dan alur ketiga adalah saat masa-masa terpuruknya Orvala ketika ditinggal ibunya dan masa perjumpaan awalnya dengan Aruna.

Ketiga alur tersebut diceritakan bergantian di bagian awal. Cerita mulai menggunakan alur maju seutuhnya ketika Juno pergi meninggalkan Orvala dan ketika Aruna menyatakan perasaannya pada Orvala.

Tapi campuran alur tersebut tetap ga mengurangi kerennya novel ini kok. Aku malah penasaran banget sama cerita Juno-Orvala nya. Soalnya si Juno ini tipe bad boy gitu, tipeku banget :3 haha

Nilai plus untuk novel ini adalah banyak banget kata-kata yang bisa kita jadikan pelajaran hidup. Jadi semacam baca buku motivasi. Banyak banget kata-kata yang aku catet di notes hp.

Selain itu, penggambaran tokohnya, baik dari segi fisik maupun karakternya kuat banget. Orvala yang polos, Juno yang memiliki mata madu, dan Aruna dengan suara baritonnya. Suka banget dengan karakter ketiganya.

Oh ya, Juno dan Aruna ini sepupuan loh. Dulu mereka pernah berantem karena menyukai cewe yang sama. Dan sekarang mereka kembali menyukai cewe yang sama, Orvala. Cinta segitiga.

Awalnya aku sempat bingung, endingnya Orvala sama Juno atau Aruna. Soalnya udah mau habis bukunya, ga ada tanda-tanda Orvala mihak ke salah satunya. Orvala malah bimbang antara Juno, orang yang pernah meninggalkannya di masa lalu namun masih disukainya sampai sekarang, atau Aruna, orang yang selalu ada di samping termasuk saat dia terpuruk.

Untuk endingnya, aku bingung apakah itu sad/happy ending. Ada kan, cerita yang menurut kita happy ending, ternyata menurut orang lain sad ending? Untuk ending silahkan teman-teman yang menentukan setelah membacanya :)

Secara keseluruhan, aku suka banget sama novel ini. Tokoh dan karakternya, ceritanya, tentang cokelat-cokelatnya, dan terutama bertebarannya quotes menarik di dalam novel ini.

Ada beberapa typo disini :
- Arun ------- Aru/Aruna (hal 173)
- Beberapa bahasa inggris yang tidak dicetak miring (hal 173)
- Kamu pulang larut -------- harusnya 'kami' (hal 226)

Dan ini dia quotes favoritku : 

Semua, toh, akan kembali pada cinta karena cinta akan membuatmu melakukan hal-hal baik. (hal 11)

Saat orang tuamu berkata bahwa mereka baik-baik saja, sebenarnya ada sesuatu yang mereka risaukan. Hanya saja, mereka tidak ingin membuatmu khawatir. (hal 25)

Mengawali sesuatu enggak semenakutkan itu kalau kamu punya keberanian untuk percaya pada kemampuan dirimu sendiri. (hal 137)

Lebih menyenangkan jika bekerja di bidang yang diinginkan dan diminati. Dengan begitu, akan bisa bekerja dengan sepenuh hati dan tidak setengah-setengah. (hal 148)

Hal pertama yang perlu dilaksanakan saat kita merasa bahwa hidup susah dan nggak adil adalah menjalaninya dengan pelan. (hal 166)

Pendidikan memerlukan uang. Itulah fakta yang ada di negeri ini. (hal 181)

4 bintang untuk novel ini :)