April 28, 2019

[Blog Tour | Review | Giveaway] Giselle by Akiyoshi Rikako

1:58 PM 14 Comments
Goodreads

IDENTITAS BUKU:
Judul: Giselle
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Penerjemah: Clara Canceriana
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari
Penyelaras Aksara: Titish A.K.
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @teguhra
Tebal: 400 halaman
Terbit: Cetakan pertama, Maret 2019

BLURB:
Lima belas tahun yang lalu, prima balerina Himemiya Mayumi tak sengaja menusuk dirinya sendiri hingga mati dalam usahanya menyerang Kurebayashi Reina, saat balet "Giselle" ditampilkan. "Giselle" pun menjadi judul terlarang dalam Tokyo Grand Ballet.

Lima belas tahun kemudian, sebagai perayaan ulang tahun Tokyo Grand Ballet, "Giselle" diputuskan untuk ditampilkan kembali.

Akan tetapi, saat mereka mulai mempersiapkan pertunjukan, arwah Mayumi mulai muncul. Berbagai kecelakaan dan kejadian nahas pun terjadi beruntun.

Sebenarnya mengapa arwah Mayumi kembali? Apa yang sebenarnya terjadi lima belas tahun silam?



Sebelumnya, terima kasih kepada Penerbit Haru yang telah memberikan saya kesempatan untuk dapat bekerja sama lagi dalam Blog Tour kali ini. Apalagi ini novelnya Akiyoshi Rikako, salah satu penulis favorit saya. Semoga Penerbit Haru jaya selalu :)

Sampul Giselle setipe dengan sampul novel Akiyoshi Rikako lainnya. Dominan warna hitam dengan satu tokoh sentral (atau dua tokoh pada Holy Mother), cantik dan memiliki ciri khas yang unik. Warna hitam yang dominan juga ilustrasi tokohnya mampu menggambarkan cerita novel yang gelap, kelam, dan penuh misteri. Semoga sampul novel-novel Akiyoshi Rikako berikutnya tetap konsisten seperti ini.

Terjemahannya apik dan luwes, membuat pembaca tidak kebingungan dalam memahami isi cerita meskipun gaya bahasa yang digunakan formal. Catatan kaki yang diberikan juga lengkap dengan bahasa yang efisien sehingga meskipun pembaca merupakan orang yang tidak memahami dunia balet, dapat memahami ceritanya dengan baik.

Alurnya lambat karena penjelasan tentang balet yang sangat detail, namun hal ini justru menjadi nilai tambah karena mampu membuat pembaca yang awam tentang balet jadi memahami balet dan situasi diantara para penarinya. Akiyoshi Rikako juga sukses melakukan risetnya seputar balet sehingga seolah-olah si penulis merupakan balerina itu sendiri.

*

Giselle merupakan salah satu cerita balet romatis yang terdiri dari dua babak. Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis desa--Giselle--yang jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Loys.  Mereka pun menjadi sepasang kekasih dan akhirnya bertunangan. Ternyata pemuda ini adalah bangsawan yang menyamar bernama Albrecht. Parahnya, Albrecht ini sudah bertunangan dengan Putri Bathilde. Giselle yang sedih terus menari hingga jantungnya tidak kuat lagi dan akhirnya meninggal.

Babak kedua bercerita tentang Myrtha sang ratu pendendam yang membangkitkan The Willis dan para Willis dari kubur. Mereka adalah arwah para gadis yang meninggal sebelum hari pernikahan mereka. Mereka menaruh dendam pada laki-laki dan bangkit untuk membunuh.

Lima belas tahun yang lalu, pementasan Giselle berakhir dengan terbunuhnya Mayumi sang pemeran Giselle. Semenjak itu, Giselle tidak pernah dipentaskan lagi di Tokyo Grand Ballet. Namun kini sebagai perayaan 15 tahun ulang tahun Tokyo Grand Ballet, Giselle kembali dipentaskan. Seperti membuka kotak pandora, serangkaian hal buruk pun mulai terjadi hingga mengarah ke kematian. Kanon yang mendapatkan peran Myrtha berusaha memecahkan apa yang sebenarnya terjadi dan siapa sebenarnya pelaku pembunuhan. Satu-persatu anggota balet mereka mulai menunjukkan alasan kuat untuk membunuh.

*

Ceritanya menarik dengan penggambaran yang detail membuat kita dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi diantara anggota balet. Kecelakaan yang muncul satu persatu pun menimbulkan pertanyaan, sebenarnya apa yang terjadi 15 tahun yang lalu. Apakah kecelakaan-kecelakaan ini merupakan kutukan Mayumi atau bukan.

Khas novel Akiyoshi Rikako, kita dibuat menebak-nebak siapa pelaku sebenarnya dan berakhir curiga dengan semua orang. Giselle merupakan tipe novel yang harus dituntaskan dalam sekali membaca karena rasa penasaran akan berbagai misteri yang muncul perlahan-lahan.



Halo teman-teman, selamat datang di blog The Chocolate Tale! Blog kedua dalam rangkaian Blog Tour novel Giselle. Apakah kalian sudah membaca review di atas? Ingin mendapatkan merchandise menarik dari Penerbit Haru? Caranya:
  1. Bertempat tinggal atau memiliki alamat kirim di Indonesia.
  2. Follow twitter, instagram, dan like Fanpage Penerbit Haru
  3. Follow blog ini via Google Friend Connect (GFC).
  4. Share link Blog Tour ini di Twitter dan mention @penerbitharu, @dyahmuawiiyah dan/atau di instastory dengan tag @penerbitharu dan @dyahmuawiyah.
  5. Jawab pertanyaan di bawah ini: Siapakah yang mendapatkan peran Sang Ratu Pendendam dalam balet Giselle?
  6. Tuliskan jawabanmu di kolom komentar yang berisi Nama, Twitter/FB/Instagram,  Link share GA, serta Jawaban Giveaway.
  7. Giveaway akan berlangsung dari 28 April 2019-03 Mei 2019.
  8. Semoga beruntung! :)


UPDATE 05 MEI 2019

Halo teman-teman semua. Terima kasih telah berkenan mengikuti rangkaian Blog Tour kali ini. Adapun pemenang dari blog ini adalah:

FARRAH NUR FADHILA | twitter: @Rarah_09

Silakan pemenang DM saya di twitter untuk memberikan data terkait pengiriman hadiah:
Nama:
Alamat Lengkap + Kode Pos:
No. HP yang bisa dihubungi:

Untuk teman-teman yang lain, semoga beruntung di blog lainnya ya! :)

November 25, 2017

[Blog Tour | Review ] Boss & Me by Gu Man

10:41 AM 0 Comments
Goodreads

IDENTITAS BUKU:
Judul: Boss & Me
Penulis: Gu Man
Penerbit: Penerbit Haru
Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Seplia
Desain kover: Junweise
Layout kover: @teguhra
Ilustrasi isi: @fadiaaaa__
Tebal: 410 halaman
Terbit: Cetakan pertama, Oktober 2017

BLURB:
"Halo Nona Xue Shan Shan. Aku membawakan makan 
siang yang telah disiapkan oleh Presdir Feng."

Gara-gara memiliki golongan darah yang unik,
Shan Shan tiba-tiba dipanggil ke rumah sakit.
Shan Shan pun mendonorkan darahnya untuk
adik pemilik Grup Feng Teng, tempatnya bekerja.

Setelah itu, Presdir Feng selalu mengirimkan bekal
makanan. Shan Shan yang tadi sempat terharu oleh 
kebaikan bosnya, mulai merasa ada yang tidak beres.
Di saat Shan Shan pikir kiriman bekal itu sudah
berhenti, ia malah dipanggil ke ruangan Presdir Feng.

Gawat! Kenapa Presdir Feng malah mengajak 
Shan Shan makan berdua di ruangannya?



Kehidupan Shan Shan yang semula biasa saja berubah ketika suatu hari ia diminta mendonorkan darahnya yang langka untuk seseorang. Siapa sangka penerima donornya adalah adik dari bos tempatnya bekerja. Semenjak itu Shan Shan selalu diberikan bekal makan siang oleh bosnya, Presdir Feng. Namun, siapa yang betah jika harus memakan tumis hati babi setiap hari?

Shan Shan mulai lelah jika harus memakan bekal tersebut setiap hari, dan suatu ketika, pengiriman bekal pun berhenti. Ketika ia mulai bersyukur karena tidak harus memakan tumis hati babi, ternyata Presdir Feng mengajaknya makan di ruangannya.

Shan Shan adalah seorang gadis yang berasal dari daerah dan lulusan universitas kelas 2. Meskipun kemampuan bahasa inggrisnya bagus, namun Kepala Bagian Keuangan tempatnya bekerja tidak mengerti bagaimana mungkin Shan Shan bisa bekerja di perusahan bonafide seperti Grup Feng Teng. Kepala Bagian Keuangan selalu menyangka bahwa Shan Shan diterima karena adanya nepotisme. Dugaan ini diperkuat semenjak Presdir Feng selalu mengirimkan bekal makan siang dan pada akhirnya mengundang Shan Shan langsung ke ruangannya.

Kisah antara Shan Shan dan Presdir Feng pun terus berlanjut hingga suatu hari Presdir Feng menyatakan perasaannya, namun Shan Shan menolaknya! Sebenarnya, apa yang terjadi?

***

Siapa yang tidak jatuh cinta dengan kover dan pemilihan warna di novel ini? Indah sekali, bukan? Saya sudah sering melihat novel ini di akun bookstagram dan hampir semuanya indah, apalagi jika fotonya diedit ala-ala musim gugur.

Ceritanya juga ringan dan menghibur. Shan Shan yang polos dan Presdir Feng yang dingin namun sebenarnya jahil sangat menarik untuk dibaca. Topiknya seperti yang biasa kita baca, antara bos dengan gadis biasa. Namun bos-bos pada cerita di luar sana cenderung tergambarkan sebagai seseorang yang dingin dan arogan, sedangkan Presdir Feng ini terlihat dingin namun sebenarnya jahil sekali. Misalnya, ketika Presdir Feng menyuruh Shan Shan memetik lobak sementara semua orang pergi memancing. Pembaca akan penasaran kejahilan apalagi yang akan dilakukan Presdir Feng terhadap Shan Shan.

Cerita dituliskan dalam sudut pandang orang ketiga, dimana pembaca bisa langsung mengetahui isi hati dari masing-masing tokoh. Terjemahannya juga bagus dan rapi, enak untuk dibaca.

Bagi kalian yang jarang membaca/menonton cerita Mandarin mungkin akan kesulitan membedakan nama-nama tokohnya karena mirip-mirip.

Hal lain yang menjadi nilai lebih untuk novel ini adalah epilog di bagian akhir yang lucu dan menyenangkan. Isinya random, masih seputar kehidupan Shan Shan dan Presdir Feng. Misalnya, tentang buah favorit Shan Shan yaitu stroberi dan bayberry. Namun yang menjadi obsesinya adalah bayberry karena dulu Shan Shan sulit menpatkannya karena harganya yang mahal. Selain itu ada juga kisah tentang Presdir Feng yang saling "berkompetisi" dengan rekan kerjanya dalam game online. Karena kalah telak, maka Feng Teng berusaha membalas kekalahannya. Lucu sekali bagian yang ini. Dari sini kita bisa melihat karakter Presdir Feng yang sebenarnya.

Jika kalian mencari bacaan yang ringan, namun lucu dan menghibur, novel ini adalah jawabannya.

"Pantas saja, kata orang sesuatu yang susah didapat adalah sesuatu yang paling berharga." [hal: 341]



Terima kasih kepada Penerbit Haru yang telah memberikan kesempatan untuk menjadi host Blog Tour :)

Untuk giveawaynya, masing-masing peserta harus berkunjung ke setiap blog untuk menemukan jawaban dari masing-masing host. Jawaban dikumpulkan pada saat GIVEAWAY FINAL di fanpage Penerbit haru KLIK DI SINI.

Pertanyaan dari blog ini adalah:
Sebutkan nama buah yang menjadi obsesi Shan Shan!

Simpan jawaban kalian hingga tiba giveaway final ya.
Semoga beruntung! 😄

September 16, 2017

[Book Review] Sometimes I Lie by Alice Feeney

6:23 PM 0 Comments
Goodreads

IDENTITAS BUKU:
Judul: Sometimes I Lie
Penulis: Alice Feeney
Penerbit: Penerbit HQ
Tebal: 384 halaman
Terbit: Ebook edition, Maret 2017
ISBN: 9780008225360

BLURB:
My name is Amber Reynolds. There are three things you should know about me.
1. I'm in coma.
2. My husband doesn't love me anymore.
3. Sometimes I lie.


Seperti biasa, pertama kali tertarik membaca buku ini setelah melihat IG story-nya Mbak Alvina. Terima kasih buat Mbak Vina yang sudah meracuniku secara tidak langsung dengan novel-novel menarik seperti ini 😆

Setelah kalian melihat dan membaca kalimat-kalimat di cover, tidakkah kalian tertarik untuk membacanya? Itulah yang terjadi padaku. Setelah menemukan ebook-nya di Bookmate langsung saja semua bacaan lainnya ditinggalkan.

Novel ini diceritakan secara bergantian dalam 3 masa: masa sekarang, masa lalu, dan tahun 1991. Masa sekarang menceritakan tentang Amber yang terbangun dalam kondisi koma. Dia bisa mendengar apa yang terjadi di sekitarnya namun dia tidak bisa menggerakkan tubuh dan tidak bisa berbicara. Masa lalu juga diceritakan menggunakan sudut pandang Amber, tentang pekerjaannya, hubungannya dengan temannya—Jo, suaminya—Paul serta saudara perempuannya—Claire. Sedangkan tahun 1991 diceritakan melalui diary seorang anak perempuan yang tidak kita ketahui namanya. Anak perempuan itu menceritakan tentang keluarga, terutama ibunya yang tidak peduli padanya dan temannya.

Sejak awal membaca kita akan penasaran akan kaitan antara masa lalu dengan sekarang. Apa yang menyebabkan Amber koma, mengapa orang tuanya lebih memihak kepada Claire ketimbang dirinya, mengapa ia mencurigai adanya hubungan antara Paul dengan Claire. Sepanjang cerita kita akan dibuat menebak-nebak apa yang terjadi. Begitu pula dengan diary tahun 1991. Kita pasti bisa menebak siapa anak perempuan yang menulisnya. Namun ketika kita mulai yakin dengan tebakan kita, satu-persatu fakta terungkap dengan hasil yang tidak terduga.

Ceritanya menarik dan membuat penasaran hingga kita tidak sabar untuk segera menyelesaikannya. Alurnya juga cepat dan bahasanya mudah dipahami. Meskipun terbagi menjadi 3 masa, namun kita tidak akan kesulitan membedakan masing-masing ceritanya. Dalam segi karakater, kita juga akan kebingungan menentukan apakah tokoh ini baik atau jahat. Bisa saja dari segi sikap dan perilaku mereka baik, namun ketika Amber bercerita, dia menganggap tokoh-tokoh tersebut tidak baik. Namun lagi-lagi, ingatlah kembali judul buku ini dan siapa yang mengatakannya.

Meskipun sudah beberapa kali membaca bagian akhir, masih saja ada misteri yang rasanya belum terpecahkan dan membuat kita bingung. Namun tetap saja, cerita, twist, dan ending buku ini tidak akan mengecewakanmu. Mengutip kalimat Mbak Vina dalam review-nya tentang Sometimes I Lie di sini

...salah satu buku thriller yang "rahasianya" awet dibawa sampai akhir.

Jadi, tidakkah kalian ingin membaca buku ini? 😉

September 14, 2017

[Blog Tour | Review | Giveaway] The Sun is Also a Star by Nicola Yoon

6:37 AM 6 Comments
Goodreads

IDENTITAS BUKU:
Judul: The Sun is Also a Star
Penulis: Nicola Yoon
Penerbit: Penerbit Spring
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chyntia
Proofreader: Titish A.K.
Desain Sampul: Irene Ritonga
Layout Sampul: @teguhra
Tebal: 384 halaman
Terbit: Cetakan pertama, April 2017
ISBN: 978-602-60443-6-5

BLURB:
Natasha: Aku seorang gadis yang hanya percaya pada sains dan fakta. Peduli setan dengan takdir, atau cita-cita yang tak akan pernah jadi nyata. Aku jelas-jelas bukan jenis gadis yang bisa jatuh cinta pada seorang pemuda yang kutemui secara acak di jalanan Kota New York. Belum lagi ketika keluargaku akan dideportasi kembali ke Jamaika dalam hitungan dua belas jam. Jatuh cinta, tidak akan pernah menjadi bagian dalam kisahku.

Daniel: Aku selalu menjadi anak yang baik, siswa yang baik, menjalani ekspektasi orangtuaku yang tinggi. Tidak pernah menjadi pemimpi, apalagi penulis puisi. Tapi saat aku melihat gadis itu, aku melupakan semuanya. Sesuatu tentang Natasha memuatku berpikir bahwa takdir memiliki sesuatu yang luar biasa... bagi kami berdua.



Kalian tahu apa yang paling menarik dari buku ini? Buku setebal 384 halaman hampir 85% terjadi hanya dalam waktu 1 hari. Menarik, bukan?

Apakah kalian percaya akan takdir? Percaya bahwa satu kejadian akan berdampak pada kejadian dan hal-hal berikutnya di masa depan. Itulah yang terjadi pada Natasha dan Daniel.

Asal tahu saja: Aku tidak percaya takdir. Tapi aku putus asa [hal: 13]

Natasha dan keluarganya adalah imigran gelap dari Jamaika. Selama ini mereka bisa hidup seperti biasa di Amerika, sampai suatu ketika ayahnya berbuat suatu kesalahan yang berakhir dengan terungkapnya identitas keluarga mereka. Di hari terakhirnya sebelum dideportasi, Natasha akan berusaha keras untuk mengubah nasibnya.

Daniel adalah anak bungsu di keluarganya yang keturunan Korea dan tinggal di Amerika. Kakak laki-lakinya—Charlie—adalah anak yang sempurna dan menjadi kebanggaan orangtuanya. Namun semuanya berubah ketika Charlie dikeluarkan dari Sekolah Terbaik—Universitas Harvard karena nilai-nilainya yang jelek. Oleh karena itulah semua tekanan orangtua mereka kini beralih pada Daniel. Hari di mana Daniel akan mengikuti wawancara untuk memasuki Sekolah Terbaik Kedua—Universitas Yale, dalam perjalanan itulah dia bertemu dengan Natasha.

Kisah-kisah kecil selanjutnya akan menjadi takdir mereka di waktu berikutnya.

***

Terima kasih kepada Penerbit Spring yang telah memberikan kesempatan bekerja sama dalam Blog Tour kali ini 😊

Untuk masalah cover, meskipun berbeda dengan cover aslinya, namun tetap saja cover-cover dari Penerbit Spring tidak pernah mengecewakan. Gambar-gambar yang ada di cover-nya juga menjelaskan hal-hal yang terdapat di dalam novel ini.

Cerita ini dituliskan dalam sudut pandang pertama dari beberapa tokoh. Mengingatkanku akan novel Wonder karangan R.J. Palacio yang akan di-film-kan itu. Hal ini membuat kita memahami perasaan masing-masing tokoh. Awalnya memang kesulitan dalam mengingat, namun karena cerita masing-masing tokoh sangatlah unik, kita akan terbiasa membacanya bahkan menyukai berbagai sudut pandang tersebut.

Alur dalam novel ini menggunakan alur bolak-balik, terutama bagi orangtua Natasha dan Daniel. Ceritanya juga mengalir meskipun hal-hal yang dibahas terasa ilmiah. Adanya catatan kaki menjadi nilai tambah pada novel-novel terbitan Spring dan Haru karena sangat membantu kita dalam memahami jalan cerita sekaligus menambah wawasan.

Interaksi antara kedua tokoh utama juga menarik. Bagaimana mereka menghabiskan waktu bersama-sama dalam satu hari dan berharap bahwa takdir akan mengubah jalan hidup mereka.

Hal yang paling menarik terdapat di bagian penutup. Tidak menyangka bahwa satu perbuatan kecil bisa berpengaruh besar terhadap kehidupan seseorang ðŸ˜‰





Halo teman-teman!

Selamat datang di The Chocolate Tale. Blog terakhir dalam rangkaian Blog Tour The Sun is Also a Star. Tugas kalian adalah mengumpulkan kepingan puzzle dari masing-masing blog. Terakhir, kalian akan mengikuti Giveaway Final yang akan diadakan langsung di fanpage Penerbit Spring (klik di sini). Nah ini dia kepingan puzzle dari The Chocolate Tale:

                

September 4, 2017

[Blog Tour | Review | Giveaway] P.S. I Still Love You by Jenny Han

8:26 AM 0 Comments
Goodreads


IDENTITAS BUKU:
Judul: P.S. I Still Love You (To All the Boys I've Loved Before #2)
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Penerbit Spring
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Titish A.K.
Ilustrasi Isi: @teguhra



Dari: Lara Jean Song Covey
Kepada: Pembaca
Subject: Aku masih mencintai Peter

Dear Pembaca, selamat datang di kisah kedua dalam hidupku. Kalian bisa membaca kisah pertamaku di sini. Setelah surat-surat cintaku dikirim begitu saja oleh Kitty—adikku—yang berakhir dengan pacaran pura-pura dengan Peter Kavinsky—cowok paling keren di sekolah—aku tidak menyangka bahwa aku akan benar-benar jatuh cinta padanya.

Pada Hari Natal Peter datang ke rumahku dan berantem dengan Josh yang mengakibatkan kakakku Margot mengetahui rasa sukaku pada Josh. Kemudian aku mengusir Peter dan semenjak itu kami tidak saling berbicara lagi. Jadi aku menulis surat untuk berbaikan dengan Peter. Sayangnya, respon Peter tidak sebaik yang aku kira.

Selain hubunganku dengan Peter, aku juga masih mendapatkan masalah dari Genevieve--mantan pacar Peter--yang aku rasa masih mencintainya. Aku juga masih magang di Belleview (semacam panti jompo) dan orang favoritku di sana adalah Stormy. Dia begitu enerjik dan memberikan banyak saran untukku termasuk menjodoh-jodohkanku dengan cucunya yang ternyata adalah John(ny) Ambrose McClaren, salah satu penerima surat cintaku.

Tahun ini juga merupakan tahun terakhirku di SMA. Aku sangat berharap agar bisa diterima di universitas yang sama dengan Peter. Selain itu, aku dalam misi yang sama dengan Kitty yaitu menjodohkan tetangga depan rumahku dengan Daddy!

Dari: Dyah
Kepada: Pembaca
Subject: Resensi novel ini

-COVER-
Siapa sih yang tidak suka dengan cover novel-novel Penerbit Spring? Apalagi novel ini tetap mempertahankan cover aslinya yang indah. Terima kasih untuk Penerbit Spring yang telah mempertahankan cover asli untuk seri TATBILB ini. Tidakkah kalian berpikir bahwa cewek yang ada di cover ini cocok untuk memerankan Lara Jean?

-TOKOH-
Tokoh-tokoh di novel ini sebagian besar sama dengan di seri pertamanya. Hal yang aku suka dari seri ini adalah meskipun tokohnya banyak, namun apabila perannya sudah selesai di buku sebelumnya maka akan jarang muncul di buku berikutnya. Jadi kita bisa fokus dengan tokoh lainnya.

Kalian sudah tahu kan bahwa buku pertamanya akan difilmkan? Sudah tau siapa aktor/aktris yang akan memerankannya? Ini dia beberapa pemerannya:

Lana Condor as Lara Jean | sumber
Noah Centineo as Peter Kavinsky | sumber

Anna Cathcart as Kitty (kiri), Janel Parrish as Margot (kanan) | sumber 
Bagaimana pendapat kalian? Apakah kalian setuju dengan pemilihan aktor/aktris-nya? Aku pribadi lebih suka cewek di cover sebagai pemeran Lara Jean :")

-CERITA-
Seri kedua dari kisah Lara Jean dan Peter. Seperti buku pertamanya, buku kedua ini ceritanya sangat "manis." Meskipun di beberapa bagian ada hal-hal yang bikin deg-degan panik ga bisa ngebayangin gimana rasanya kalo dapat masalah yang sama seperti Lara Jean.

Di buku kedua ini kental dengan suasana kekeluargaan. Hubungan antara Kitty-Lara Jean, Margot-Lara Jean, Gadis-gadis Song dengan ayah mereka. Manis sekali. Sebagai orang tua tunggal ayah mereka sukses membentuk kepribadian gadis-gadis Song dengan sangat baik.

Beberapa masalah yang diangkat juga masalah remaja yang (mungkin) kerap terjadi di usia mereka. Hubungan Lara Jean dengan Peter juga semakin manis. Kadang terharu dengan sikap Peter dan bagaimana ia mencoba menyelesaikan masalahnya dengan Lara Jean. Masih banyak yang belum terselesaikan di buku kedua ini. Masih penasaran bagaimana kelanjutan Lara Jean dengan Peter dan John? Apakah Josh akan semakin "jauh" dari mereka? Bagaimana kelanjutan perjodohan yang Kitty dan Lara Jean lakukan untuk ayah mereka dengan tetangga mereka sendiri?

Buku kedua ini sangat sesuai dibaca apabila kalian mencari bacaan yang ringan dan manis namun tetap memiliki konflik yang lumayan. Namun hati-hati bagi remaja usia SMA karena bahasan soal "itu" lumayan banyak di buku ini.





Tidak sabar menunggu buku ketiganya terbit :)



***



Halo!
Selamat datang di The Chocolate Tale. Blog terakhir dalam rangkaian Blog Tour novel seri To All the Boys I've Loved Before. Tugas kalian adalah mengumpulkan jawaban dari masing-masing host Blog Tour, dan setelahnya akan ada Giveaway Final di fanpage Penerbit Spring. Adapun pertanyaan dari blog ini adalah:

Siapakah cucu Stormy yang datang ke Belleview dan dijodohkan dengan Lara Jean?

Happy Blog Tour teman-teman! 😊

August 3, 2017

Cara Membeli E-book Play Store dengan Pulsa Telkomsel

9:40 AM 5 Comments


Assalamualaikum.
Selamat pagi teman-teman 😄

Bermula dari liburan lama hingga kehabisan bacaan, aku iseng membuka-buka Play Store dan menemukan novel horor dari salah satu penulis Indonesia favoritku, The Ghost Next Door karangan kak Eve Shi. Novel yang udah ditunggu-tunggu, langsung saja pengen membelinya. Namun karena tidak tahu kapan bisa ke toko buku dan malas ke atm center jika beli online, jadinya langsung beli e-book saja di Play Store.

Berikut ini tips dan langkah-langkah membeli e-book Play Store dengan pulsa Telkomsel:

January 29, 2017

[Book Review] The Ice Twins by S.K. Tremayne

11:22 PM 0 Comments


IDENTITAS BUKU:
Judul: The Ice Twins
Penulis: S.K. Tremayne
Penerbit: Harper Collins

BLURB:
Awalnya kehidupan keluarga Angus dan Sarah Moorcraft sangatlah indah, ditambah kehadiran anak kembar identik Kirstie dan Lydia yang cantik. Keduanya begitu serupa dalam hal fisik sehingga menyulitkan orang lain untuk membedakan mereka, tak terkecuali kedua orang tuanya. Namun ada beberapa hal yang membedakan mereka.

Kirstie yang identik dengan benda berwarna biru, aktif, kurang dalam membaca namun bagus dalam matematika, dan anak kesayangan ayahnya. Sedangkan Lydia yang identik dengan warna kuning, kalem dan lebih pendiam, suka membaca, dan anak kesayangan ibunya.

Pada suatu hari, Sarah, Lydia, dan Kirstie berada di rumah orang tua Sarah. Orang tua Sarah tidak ada  di rumah, sedangkan Angus berada di London. Hari itu Kirstie dan Lydia menggunakan baju yang sama persis tanpa pembeda. Kecelakaan pun terjadi saat si kembar sedang berada di balkon. Kirstie berteriak memanggil ibunya dan mengatakan bahwa Lydia jatuh dari balkon. Kecelakaan tersebut menewaskan Lydia.

Semenjak itu, kehidupan mereka berubah. Sarah selalu dihantui teriakan Kirstie pada saat kejadian. Angus yang menyalahkan Sarah. Serta Kirstie yang mulai bersikap aneh dan menganggap dirinya adalah Lydia. Setelah itu Angus juga dipecat dari pekerjaan karena menghajar bosnya ketika ia mabuk. Mereka bangkrut dan akhirnya harus pindah ke sebuah pulau di Scotland yang diwariskan keluarga Angus.

Sarah dan Angus berharap pulau itu bisa menjadi awal baru kehidupan mereka. Juga awal bagi Kirstie agar bisa menjadi dirinya kembali dan tidak selalu terbayang dengan kematian saudara kembarnya. Namun harapan mereka tidak terkabul.

January 21, 2017

[Master Post] Read and Review Challenge 2017

9:41 PM 0 Comments


Assalamualaikum, selamat malam :)

Tahun 2016 adalah tahun terburuk dalam sejarah-perbukuan-saya, baik dalam membaca atau pun membuat resensinya. Di awal tahun disibukkan dengan KKN yang bahkan sinyal untuk sms pun ga ada, dilanjutkan dengan Seminar Kimia dan Skripsi. Alhamdulillah udah selesai semua, sekarang waktunya menghidupkan blog ini lagi :))

Dari awal tahun kemaren, udah sibuk mencari reading challenge yang bisa diiukuti dan tertarik banget sama challenge yang ini. Mungkin membaca buku itu lumayan sering, hanya saja untuk membuat resensinya itu membutuhkan niat yang sangat tinggi ._. Untuk info selengkapnya tentang Read and Review Challenge 2017 ini bisa kalian baca DI SINI. 

Berdasarkan buku-buku yang ada di kosan, kira-kira ini buku-buku yang akan saya baca dan buat resensinya untuk Read & Review Challenge 2017.

August 22, 2016

[Blog Tour | Review | Giveaway] Teman Imajinasi by Andam P. Saptiar

10:41 AM 11 Comments

IDENTITAS BUKU:
Judul: Teman Imajinasi
Penulis: Andam P. Saptiar
Penerbit: de TEENS
Penyunting: Zydnee Qairin Khadafi
Tebal: 196 halaman
Terbit: Cetakan pertama, Agustus 2016
ISBN: 978-602-391-183-7

BLURB:
Hana ditimpa banyak masalah. Ia frustasi. Namun, ada suara tak bersosok
senantiasa menghibur dan memotivasinya. Suara itu membuat Hana dapat
bangkit dari keterpurukan. Setia menemani saat Hana membutuhkannya.

"Bagaimana bisa? Kamu adalah aku, dan apakah itu berarti aku adalah
kamu? Kamu hidup di dalam diriku dan memengaruhi semua kehidupanku.
Aku tidak pernah merasa mengundangmu untuk datang, tapi kenapa
kau hadir dalam kehidupanku?"

Buku ini dipersembahkan untuk jiwa-jiwa yang senantiasa istiqamah di 
jalan-Nya, dalam pencarian jati diri sesungguhnya. Allah selalu ada di sisi
kita, bahkan saat kita melupakan-Nya.

REVIEW:
Alasan pertama aku menginginkan buku ini adalah setelah membaca blurb di atas. Suara tak bersosok yang selalu ada di kepala. Pernahkah kalian merasakannya? Seolah-olah kalian bercerita dengan diri sendiri atau di dalam hati, tidak hanya bercerita namun juga berdialog? Itulah yang aku alami dan Hana alami di buku ini.

Hana adalah mahasiswi yang sibuk dan aktif berorganisasi. Hal ini membuatnya harus bersosialisasi dengan banyak orang setiap harinya. Namun di tengah segala kesibukan dan tekanan yang ia hadapi, ada suara tak bersosok dalam dirinya yang selalu mengajak ia berbicara. 

Segala macam usaha Hana lakukan untuk mengusir sosok itu, dibantu oleh sahabat-sahabatnya Finda dan Nita. Mulai dari mendengarkan kaset ruqyah, melakukan ruqyah, juga menemui psikiater.

Untuk sesaat suara tersebut menghilang. Namun lama-kelamaan Hana merindukan "Teman Imajinasi"-nya lagi. Dia kembali memanggil suara tak bersosok itu. Tidak hanya itu saja, dia pun "menciptakan" Teman Imajinasi dengan sosok pria bernama Ajin.

Jika biasanya Hana berdialog dengan Teman Imajinasinya tidak di tempat umum, kali ini Hana sering sekali berdialog dengan Ajin di tempat umum sehingga orang-orang di sekitarnya menganggap bahwa ia gila. 

Mampukah Finda dan Nita membantu Hana kali ini? Mampukah Hana mengusir Teman Imajinasinya?

***

Novel religi ini sangat pas dibaca untuk remaja yang sedang berusaha mencari jati diri. Dengan bahasa yang ringan namun sarat makna sehingga mudah dipahami. Banyak hal positif yang bisa kita ambil selama membacanya. Selain itu di beberapa bagian terasa "menampar" bagi orang-orang yang memiliki "Teman Imajinasi"-nya sendiri.

"Ia akan tetap ada jika aku menghendakinya ada, dan ia akan menghilang jika aku menghendakinya untuk menghilang? Semua tergantung dari niatku." [hal: 81]


G I V E A W A Y

May 7, 2016

[Book Review] Call Me Miss J. by Orizuka

11:40 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU:
Judul: Call Me Miss J.
Penulis: Orizuka
Penerbit: teen@noura
Penyunting: Jason Abdul
Penyelaras aksara: Fahri Fauzi
Penata aksara: elcreative
Desain sampul: Fahmi Ilmansyah
Ilustrasi isi: Sweta Kartika
Tebal: 332 halaman
Terbit: 2013
ISBN: 978-602-7816-12-1

SINOPSIS:
Halo, namaku Azalea Mariska siswi kelas 2 SMA. Kata orang, SMA itu adalah masa yang paling indah. Ya, seharusnya itu benar apabila kamu tidak memiliki wajah yang penuh dengan jerawat dan seseorang yang menjadi musuh bebuyutanmu. Namanya Barbara (kami memanggilnya Barbie), kakak kelasku, ketua OSIS yang sangat diktator, serta "musuh" besarku dan teman-temanku setelah kami melawan OSIS ketika OSPEK tahun sebelumnya.

Jadi setahun yang lalu aku bersama Alex yang keren dan Vidi yang cantik membela Sabil yang dihukum OSIS hingga mimisan hanya karena salah satu kaos kakinya merosot dan terlihat lebih pendek dari yang lain. Saat itu kami hanya menarik Sabil yang sedang dimarahi dan langsung melenggang ke kantin. Semenjak itu Barbie selalu mencari masalah dengan kami. Hingga suatu ketika, ia mengumumkan panggilan yang super jelek untukku, Miss J. J untuk jerawat. Bayangkan! Semenjak itu aku terkenal dengan panggilan Miss J.

Selain itu aku juga menyukai Dimas, adik kelasku. Namun entah kenapa Vidi selalu menentangku dengan kata-katanya yang tajam. Selain Dimas, ada pula cowok datar yang bernama Raya dan keberadaannya di sekolah seperti tak terdeteksi oleh anak-anak lain.

Kembali ke Dimas, aku suka banget sama cowok satu ini. Perasaanku kian melambung ketika suatu hari dia mengajakku bicara sepulang sekolah dan di saat yang lain mengajakku ke acara perayaan ulang tahun sekolah. Namun seperti biasa, Vidi mengeluarkan komentar terpedasnya kepadaku. Aku menganggap Vidi hanyalah iri padaku sehingga aku memilih untuk mendiamkannya. 

Namun siapa sangka, di acara sekolah yang aku pikir semacam kencan pertamaku dengan Dimas, muncul kejadian tidak terduga. Siapa lagi dalang semuanya kalo bukan si diktator Barbie?

April 23, 2016

[Book Review] Omen #2: Tujuh Lukisan Horor

9:41 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU:
Judul: Tujuh Lukisan Horor
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 422 halaman
Terbit: Juni 2013
ISBN: 978-979-22-9664-8

SINOPSIS:
Tahun lalu ada tiga tragedi yang terjadi di SMA Harapan Nusantara. Kasus pertama adalah meninggalnya salah seorang siswi ketika sedang menjalani hukuman bersih-bersih bersama teman sekelasnya. Kasus kedua adalah pembobolan kantor kepala sekolah oleh salah seorang siswa yang melibatkan geng motor Rapid Fire dan menyebabkan terlukanya salah seorang petugas sekuriti. Kasus ketiga adalah ditemukannya seorang siswi yang gantung diri pada saat kenaikan kelas tanpa diketahui penyebabnya.

Tahun ini kepala sekolah SMA Harapan Nusantara berniat membuat pameran lukisan khusus untuk Rima Hujan, sang ketua Klub Kesenian yang telah membuat tujuh lukisan baru yang dinamainya dengan Tujuh Lukisan Horor. Namun sebelum pameran dimulai, Rima mendapatkan surat kaleng yang isinya:
Algojo tujuh lukisan horor akan keluar dari dalam lukisan untuk menghukum para penjahat penyebab tragedi tahun lalu, pada saat pameran lukisan, dan semua akan mati sesuai cara-cara yang telah ditetapkan sang algojo. (hal: 37) 

Erika dan Valeria yang membuat pengumuman detektif pun akhirnya dipanggil Bu Rita (kepala sekolah) untuk memecahkan kasus ini. Bersama dengan Viktor Yamada dan Leslie Gunawan mereka berusaha memecahkan kasus ini. Sayangnya mereka terlambat, satu persatu korban berjatuhan dan keadaannya sama dengan lukisan Tujuh Lukisan Horor yang diubah si pelaku. 

Sanggupkah mereka menemukan algojo Tujuh Lukisan Horor? Apakah hubungan algojo tersebut dengan tragedi yang terjadi tahun sebelumnya?

February 27, 2016

Wishful Wednesday #14

11:42 AM 2 Comments

Assalamualaikum
Halo, selamat pagi menjelang siang :)

Semalam baru membaca list anggota BBI yang dikeluarkan. Udah was-was banget karena ga aktif dan udah jarang ngeblog. Alhamdulillah belum (dan semoga tidak) dikeluarkan :")

Sebenarnya Wishful Wednesday (WW) ini diposting setiap hari Rabu. Tapi karena WW lagi ulang tahun yang keempat, Mbak Astrid selaku host WW mengadakan giveaway yang mana persayaratannya bisa teman-teman lihat DI SINI. Selamat ulang tahun buat Wishful Wednesday, semoga bisa terus berjalan seterusnya :)

Buku yang saya inginkan kali ini ada 2, yaitu:

January 1, 2016

[Book Review] Johan Series #3: Permainan Maut

8:00 AM 0 Comments

IDENTITAS BUKU:
Judul: Permainan Maut
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020312958
Baca di iJakarta

REVIEW:
Tony Senjakala sudah merencanakan liburan sekolah yang indah di Singapura bersama pacarnya—Jenny Angkasa. Namun ia menerima email dari teman lama—Ailina—yang meminta bantuannya. Dalam email-nya, Ailina bercerita tentang kutukan rumah yang baru saja dibelinya di Pontianak. Setelah membeli rumah yang akhirnya dijadikan penginapan, keluarga mereka ditimpa kesialan beruntun. Mulai dari Ayah yang ditabrak motor hingga tulang kakinya retak, Ibu yang ditusuk saat terjadi penodongan, hingga Kakak Sulung mereka yang terkena kanker darah stadium empat. Ailina berharap Tony dapat datang ke Pontianak dan menyelidiki kutukan yang ada di rumahnya.

Di samping itu ia kedatangan kakaknya yang super jail—Tory Senjakala. Demi menjauhkan Jenny dari Tory, maka Tony mengajak Markus Mann dan teman-teman klub Judo untuk berangkat ke Pontianak dengan alasan latihan intensif Judo untuk ujian kenaikan tingkat. Tak disangka, ternyata Tory juga ikut ke sana.

Sesampainya di Pontianak, mereka menginap di Penginapan keluarga Ailina.
Bangunan itu bangunan kuno berlantai empat yang sangat besar, namun tidak punya nilai artistik sama sekali. Terbuat dari kayu dan balok, bangunan itu tampak rapuh dan reyot. Setiap daun pintu dan jendela berderak-derak saat ditiup angin , menimbulkan suara siap roboh sewaktu-waktu. [hal: 50]
Akhirnya penginapan itu dihuni oleh Tony, Markus, Tory, 8 cowok anggota klub Judo, Ailina dan adiknya—Celina, serta Bi Atiek dan Bi Ani. Awalnya semua berjalan dengan lancar. Latihan intensif judo yang awalnya hanya sebagai alasan, tidak disangka malah berjalan mulus. 

Sampai suatu ketika Tory dituduh mendorong Celina jatuh dari tangga yang menyebabkan Celina harus dirawat di rumah sakit. Kemudian pengintaian Tory dan Markus yang diam-diam memasuki kamar tuan rumah dan menemui beberapa kejanggalan. Sampai akhirnya beberapa anggota yang memutuskan untuk balik lebih dulu ke Jakarta.

Namun tiba-tiba jembatan yang merupakan satu-satunya jalan keluar dari penginapan itu pun roboh. Hal ini menyebabkan mereka semua terkurung di penginapan yang dikelilingi Sungai Kapuas lengkap dengan buayanya.

Beberapa hari tidak ada masalah, sampai suatu ketika satu-persatu anggota klub judo mulai menghilang. Trio Detektif—Tory, Tony, dan Markus—pun beraksi. Sanggupkah mereka menemukan teman-teman mereka kembali? Apakah benar ada kutukan di Penginapan tersebut?

***

November 17, 2015

[Blog Tour | Review | Giveaway] So, I Married the Anti-fan by Kim Eun Jeong

7:20 PM 24 Comments



IDENTITAS BUKU:
Judul: So, I Married The Anti-fan
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerbit: Penerbit Haru
Penerjemah: Putu Pramania Adnyana
Penyunting: Nyi Blo
Proofreader: Dini Novita Sari
Ilustrasi isi: Frendy Putra, @teguhra
Cover: Bambang 'Bambi' Gunawan
Terbit: Cetakan pertama, Oktober 2015
Tebal: 525 halaman
ISBN: 978-602-7742-61-1
Status: Buntelan dari @penerbitharu

BLURB:
Aku tinggal dengan idola paling terkenal se-Korea. 
Tapi... Aku adalah antifan-nya.

H, salah satu bintang pemicu hallyu wave akan
tinggal dengan antifan-nya dalam sebuah variety show.

Mr. H: Tentu saja aku bisa menangani
antifan-ku. Aku ini pria yang penuh dengan
kejutan.

Ms. L: Sebagai antifan-nya, aku akan membuka semua 
rahasia busuknya. Lihat saja nanti.

Begitu berita itu keluar, para fans Mr. H segera membentuk
pertahanan untuk melindung idolanya.

Dan jika Ms. L melukai Mr. H barang sedikit pun maka
mereka tidak segan-segan untuk bertindak.

REVIEW:
Nasib Geun Yong benar-benar apes. Hanya karena ia memergoki Hu Joon—idola paling terkenal se-Korea berlaku kasar terhadap wanita dan tidak sengaja "mengancam" Hu Joon karena hal tersebut, ia harus dipecat dari pekerjaannya. Dipecat dari pekerjaan, tidak memiliki tempat tinggal dan memiliki hutang cukup membuat Geun Yong menjadi anti-fans Hu Joon.

Geun Yong pun membuat berbagai macam rencana untuk menunjukkan karakter Hu Joon yang sebenarnya kepada masyarakat. Tapi apa pun rencananya tidak pernah berhasil dan ia semakin terpuruk. Sampai suatu ketika PD Han menginginkan Geun Yong untuk tampil di program variety show berjudul 'So I Married the Anti-fan.' Geun Yong berperan sebagai anti-fan dan lawannya adalah Hu Joon.

Pada program itu, Geun Yong akan berperan sebagai manajernya Hu Joon sehingga mereka akan selalu bersama. Tentu saja ini adalah kesempatan besar Geun Yong untuk menunjukkan sikap asli Hu Joon kepada masyarakat.

*

Pertama dari segi cover. So, I Married the Anti-fan ini merupakan cetak ulang dengan cover yang baru. Saya peribadi lebih menyukai cover yang ini karena lebih eye catching dan bear-benar menggambarkan sosok searing idol dan anti-fannya. Ada beberapa cover So, I Married the Anti-fan yang semuanya diterbitkan oleh Penerbit Haru.

September 9, 2015

[Book Review] Omen #1: Omen

4:52 PM 0 Comments

IDENTITAS BUKU:
Judul: Omen
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 307 halaman
Terbit: Desember 2012
ISBN: 978-979-22-8795-0

SINOPSIS:
Bagaimana rasanya punya saudara kembar? Menyenangkan? Aku rasa tidak semua orang berpendapat seperti itu. Setidaknya bagi si Kembar Eliza dan Erika Guruh. Keduanya kembar identik secara fisik, namun sangat berbeda dalam penampilan dan sikap.

Eliza Guruh lebih memilih berpenampilan anggun, feminin, cantik, lembut, menyenangkan, populer, dan disenangi semua orang. Berkebalikan dengan Erika Guruh, sang kakak yang lebih memilih jadi anak bandel dan merupakan preman sekolah dengan penampilan gotiknya yang sangat aneh. Sedari kecil pun Erika ini sudah dijuluki Omen oleh orang-orang terdekatnya.

Semua orang tau bahwa Erika menyimpan rasa iri yang teramat sangat kepada adik kembarnya. Eliza menyalahkan Erika yang tidak bisa meneladani sikapnya yang manis. Di sisi lain, Erika juga menganggap semua sikap lembutnya Eliza adalah palsu dan di balik semuanya, Erika menganggap Eliza sangatlah licik. Semuanya bertambah buruk ketika Erika 'dituduh' merebut pacar Eliza, yaitu Ferly. Saat itu pula Erika tau bahwa semuanya adalah ide licik dari Eliza, dan saat itu pula dia mengancam akan membunuh Eliza.

Ketika sekolah mereka mengikuti karyawisata yang diisi oleh seorang ilusionis. Saat itu, Erika adalah salah satu orang yang 'beruntung' menjadi asisten si ilusionis untuk dihipnotis. Ketika dihipnotis, yang muncul di bayangan Erika adalah adik kembarnya sendiri. Di bawah pengaruh hipnotis, Erika membayangkan keinginan terbesarnya untuk membunuh Eliza. Tanpa Eliza, takkan ada yang membandingkan mereka lagi.

Siapa sangka beberapa hari setelah adegan hipnotis tersebut, Eliza ditemukan bersimbah darah dengan empat pisau menancap di atas tubuhnya. Dan ketiga teman Erika melihat Erika menyembunyikan jaket hitam dengan cipratan darah yang dikenakan Erika pada malam yang sama dengan malam ditemukannya tubuh Eliza yang sekarat. 

Benarkah Erika yang tega menyelakai Eliza? Apakah keinginan kotornya begitu kuat hingga ia sanggup membunuh adik kembarnya sendiri?

REVIEW:
Aku udah dengar tentang novel kak Lexie Xu yang isinya top banget sejak SMA. Tapi belum kesampaian baca, sampai suatu ketika dapat buntelan novel Omen #3: Misteri Organisasi Rahasia The Judges via BBI dan sudah di-review DI SINI. Saat itu juga aku mutusin buat ngoleksi novel Omen series ini.

Kalo ada yang bertanya, apa ga bingung baca novel seri tapi tidak berurutan? Jawabannya tidak. Karena meskipun berseri, setiap novelnya memiliki cerita yang berbeda-beda meskipun ada keterkaitan satu sama lain. Orang-orang yang telah muncul di novel sebelumnya juga dijelaskan secara sepintas dan jelas di novel berikutnya. Jadi ga masalah kalo bacanya tidak berurutan, tapi lebih baik kalo bisa berurutan :D

Dari segi cerita, action dan thriller yang ada di novel ini tidaklah sehebat dan sebanyak di novel Omen berikutnya, mengingat ini adalah seri yang pertama.  Meskipun banyak action dan thriller, kak Lexie Xu merangakai kata-katanya dengan sangat baik sehingga mudah dipahami dan ceritanya mengalir serta tidak berat. Untuk adegan sadisnya pun tidak terlalu sadis yang sampai membuat kita ngilu atau bergidik.

Ceritanya dibuka dengan prolog dari si Eliza Guruh yang cantik dan populer. Di situ, kita bisa melihat kejadian dari sudut pandang si Eliza. Bab-bab berikutnya diceritakan dari sudut pandang si anak bengal, Erika Guruh dan hanya ada satu bab dari sudut pandang Valeria Guntur.

Ada beberapa tokoh yang penting dan bakalan muncul kembali di novel Omen berikutnya:
  • Erika dan Eliza Guruh. Si kembar yang berbeda dalam segala hal.
  • Orang tua si kembar yang menyebalkan dan tidak terlalu berperan.
  • Si Ojek atau Viktor Yamada. Tukang Ojek pribadi Erika.
  • Valeria Guntur. Si anak cupu yang ternyata pintar berpura-pura.
  • Daniel, Welly, dan Amir. Ketiga sohib Erika yang sempat tidak mempercayainya di novel ini.
  • Ajun Inspektur Lukas. Polisi yang bakalan selalu dipanggil untuk kasus di novel ini dan novel-novel berikutnya.
Tokoh favoritku adalah Erika Guruh si pemilik daya ingat fotografis yang artinya dia takkan melupakan apa yang pernah didengar dan dilihatnya. Inilah yang membuat dirinya bisa menjadi juara umum meskipun bandelnya minta ampun. Anaknya jujur, blak-blakan, lucu, dan meskipun penampilannya segarang singa sebenarnya hatinya lembut kayak anak kucing. Salut juga sama ketegarannya meskipun semua itu cuma tembok yang sengaja dia buat agar orang lain tidak tau betapa menderitanya dia. Tokoh favorit lainnya adalah si Ojek yang bermuka masam. Sifat si Ojek ini mirip dengan seseorang, jadi setiap aku membaca tentang si Ojek, aku jadi kebayang orang itu XD

Setelah membaca 5 dari 7 novel Omen series ini, kita akan selalu diberi kejutan di bagian akhir. Selalu. Ternyata apa yang kita lihat tidak semuanya benar dan bisa dipercaya. Tak terkecuali di seri pertama ini.

Jadi bagi kamu yang menyukai adegan-adegan heroik, thriller, detektif-detektifan namun dengan bahasa yang menyenangkan, kalian harus mencoba baca novel ini. Kalian akan menemukan nuansa baru dalam novel teenlit ini. Siapa tau kalian akhirnya tertarik dan memutuskan untuk mengoleksi ketujuh serinya sepertiku ;D